FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 10-2022

    876

    Perkembangan Pelaksanaan Analog Switch Off di Jabodetabek

    SIARAN PERS NO. 457/HM/KOMINFO/10/2022
    Kategori Siaran Pers
    Plt. Dirjen PPI Kementerian Kominfo Ismail didampingi Dirjen IKP Kementerian Kominfo, Usman Kansong dan Sekretaris Jenderal ATVSI, Gilang Iskandar dalam Konferensi Pers Pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) di Wilayah Jabodetabek, yang dilaksanakan secara hibrida di Media Center Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (05/10/2022). - (Pey)

    Siaran Pers No. 457/HM/KOMINFO/10/2022
    Rabu, 5 Oktober 2022
    Tentang
    Perkembangan Pelaksanaan Analog Switch Off di Jabodetabek

    Sehubungan dengan program migrasi siaran televisi analog ke digital dan penghentian siaran televisi analog (Analog Switch Off /ASO), serta rencana ASO di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tanggal 5 Oktober 2022; Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) perlu memberikan keterangan sebagai berikut:

    1. Melalui surat nomor 021/ATVSI/K-S/IST/9.2022 tanggal 28 September 2022 yang ditandatangani oleh Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) Syafril Nasution, Sekretaris Jenderal ATVSI Gilang Iskandar, Direktur Utama RCTI Kanti Mirdiati, Direktur Utama SCTV Sutanto Hartono, Direktur Utama MNCTV Sang Nyoman Suwisma, Direktur ANTV R. Deny Juliarto, Direktur Utama TV ONE Ahmad Rahadian Widarmana, Direktur Utama Trans TV dan Trans 7 Atiek Nur Wahyuni, serta Direktur Utama GTV Henry Suparman, ATVSI dimana Direksi Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) tersebut di atas meminta agar ASO Jabodetabek tanggal 5 Oktober 2022 dibatalkan dan selanjutnya dapat dilaksanakan serentak pada tanggal 2 November 2022 sebagaimana wilayah siaran lainnya di Indonesia. Atas permintaan tersebut, maka ASO Jabodetabek ditunda dan akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 2 November 2022 pukul 24.00 WIB.
    2. ATVSI dan LPS yang bersangkutan menyatakan kesediaan dan komitmen untuk melaksanakan seluruh langkah-langkah persiapan teknis ASO pada 2 November 2022 melalui sosialisasi yang massif, pendistribusian STB dan instalasi pada perangkat TV masyarakat yang berhak mendapatkan STB dimaksud.

    Kementerian Kominfo menyampaikan perkembangan digitalisasi penyiaran dan persiapan ASO menuju 2 November 2022 sebagai berikut:

    1. Migrasi siaran televisi analog ke digital dilakukan di 112 Wilayah Layanan yang meliputi 341 daerah administratif kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Saat ini 90 Wilayah Layanan sudah disiapkan infrastruktur multipleksing, sehingga masyarakat setempat sudah bisa beralih ke siaran televisi digital, Lembaga Penyiaran yang sudah melakukan migrasi ke siaran digital atau simulcast yaitu 556 dari 693 pemegang izin siaran analog.
    2. Untuk 22 Wilayah Layanan yang belum mendapat siaran digital, saat ini sedang dilakukan pembangunan multipleksing oleh LPP TVRI yang dibiayai oleh APBN dan diharapkan selesai tepat waktu. 
    3. Telah terdapat 45 produsen perangkat set top box dalam negeri yang memproduksi 70 tipe set top box untuk memenuhi kebutuhan STB masyarakat.
    4. Hingga saat ini ASO telah dilakukan di 18 Wilayah Layanan yang mencakup 40 Kabupaten Kota, sehingga masih akan dilakukan ASO di 94 Wilayah Layanan.

    Kementerian Kominfo menyampaikan manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat dari program ASO tersebut berupa siaran TV yang lebih bersih dan jernih, serta lebih banyak pilihan program siaran dibandingkan dengan siaran TV secara analog. Hal tersebut dimungkinkan karena pemanfaatan kanal frekuensi yang lebih efisien melalui infrastruktur multipleksing, penyelenggaraan penyiaran menjadi lebih efisien dan konten siaran yang lebih beragam. 

    Sesuai studi Boston Consulting Group (BCG) tahun 2017, ASO akan memberikan multiplier effect dan dampak perekonomian antara lain sebagai berikut:

    1. Penambahan 181.000 kegiatan usaha baru;
    2. Penciptaan 232.000 lapangan pekerjaan baru;
    3. Peningkatan penerimaan negara dalam bentuk Pajak dan PNBP sebesar Rp77 triliun dan kontribusi pada Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp443,8 triliun
    4. Dampak multiplier ekonomi dan sosial lainnya bagi masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM.

    Mengingat Indonesia dan dunia tengah melakukan transformasi digital secara besar-besaran, maka dampak multiplier efek dari digitalisasi penyiaran akan jauh lebih besar dibandingkan dengan studi BCG yang dilakukan pada tahun 2017. Kementerian Kominfo akan melakukan analisa dan studi baru terhadap manfaat multiplier efek dari digitalisasi penyiaran Indonesia yang diyakini manfaatnya akan jauh lebih besar lagi.

    Selanjutnya Kementerian Kominfo mengimbau agar seluruh pihak yang berkepentingan dan masyarakat terus berkolaborasi menyukseskan ASO agar layanan penyiaran digital bagi masyarakat lebih berkualitas dan bervariasi guna mewujudkan Indonesia Terkoneksi: Makin Digital, Makin Maju.

    Biro Humas Kementerian Kominfo
    e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
    Telp/Faks : 021-3504024
    Twitter @kemkominfo
    FB: @kemkominfo
    IG: @kemenkominfo
    website: www.kominfo.go.id



    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 529/HM/KOMINFO/12/2022 tentang Hadapi Tantangan Global, Menkominfo Dorong Startup Digital Tempuh Tiga Aksi

    Menkominfo Johnny G. Plate mendorong startup digital melakukan tiga aksi untuk meningkatkan resiliensi. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 528/HM/KOMINFO/12/2022 tentang Menkominfo Ungkap Peran Frans Seda Jadi Perintis Telekomunikasi

    Dengan berbagai kiprah dan kontribusinya, Menteri Johnny mendukung pengusulan Frans Seda sebagai pahlawan nasional. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 527/HM/KOMINFO/11/2022 tentang Menteri Johnny: Jurnalistik dan Teknologi Digital Sukseskan Presidensi G20 Indonesia

    Peran jurnalis dan teknologi memungkinkan transmisi berita dengan cepat dan akurat ke seluruh pelosok tanah air dan ke seluruh dunia yang me Selengkapnya

    Siaran Pers No. 526/HM/KOMINFO/11/2022 tentang Penataan Ulang (Refarming) Pita Frekuensi Radio 2,1 GHz

    Refarming pita frekuensi radio 2,1 GHz rencananya akan dilaksanakan secara nasional dengan periode pertama akan dimulai pada hari Kamis tang Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA