FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 09-2022

    221

    Jamin Hak Warga Negara, Menteri Johnny: Indonesia Jadi Negara Kelima di ASEAN Miliki Aturan Data Pribadi

    SIARAN PERS NO. 419/HM/KOMINFO/09/2022
    Kategori Siaran Pers
    Menkominfo Johnny G. Plate saat menyampaikan Pendapat Akhir Presiden RI atas RUU PDP dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II DPRI RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/09/2022). - (AYH)

    Siaran Pers No. 419/HM/KOMINFO/09/2022

    Selasa, 20 September 2022

    Tentang

    Jamin Hak Warga Negara, Menteri Johnny: Indonesia Jadi Negara Kelima di ASEAN Miliki Aturan Data Pribadi

    Dewan Perwakilan Rakyat dan Pemerintah telah menyetujui Rancangan Undang Undang (RUU) Pelindungan Data Pribadi (PDP). Selanjutnya RUU PDP tersebut akan disampaikan DPR kepada Presiden untuk disahkan dan diundangkan dalam Lembaran Negara.

    Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan Indonesia menjadi negara kelima di ASEAN yang memiliki payung hukum pelindungan data pribadi secara komprehensif. 

    Menteri Johnny menegaskan keberadaan UU PDP akan menjamin hak warga negara sesuai amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

    “Pengesahan RUU PDP merupakan wujud nyata dari pengejawantahan amanat UUD, khususnya Pasal 28 G ayat (1),” tegasnya saat menyampaikan Pendapat Akhir Presiden RI atas RUU PDP dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II DPRI RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/09/2022). 

    Menkominfo menyatakan dari sisi kenegaraan dan pemerintahan, UU PDP merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi hak fundamental warga negara di ranah digital. 

    “Lebih dari itu, RUU PDP akan memperkuat peran dan kewenangan pemerintah dalam menegakkan dan mengawasi kepatuhan dan kewajiban seluruh pihak yang memproses data pribadi, (baik publik maupun privat),” jelasnya.  

    Menteri Johnny menegaskan keberadaan UU PDP akan menjadi payung hukum Pelindungan Data Pribadi yang lebih komprehensif, memadai, dan berorientasi ke depan.  

    “UU PDP juga memberikan kesetaraan dan keseimbangan hak subjek data pribadi dengan kewajiban Pengendali Data Pribadi di mata hukum,” tegasnya. 

    Menkominfo menyatakan pengesahan UU PDP akan dapat memperkuat kepercayaan (trust) dan rekognisi terhadap kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola data global. Menurutnya Indonesia juga akan menjadi negara kelima di ASEAN yang memiliki payung hukum Pelindungan Data Pribadi yang komprehensif. 

    “Hal ini sejalan dengan upaya-upaya Indonesia dalam G20 yang menginisiasi pengadopsian 3 (tiga) prinsip dalam data free flow with trust (DFFT) dan cross border data flows (CBDF) yaitu lawfulness (keabsahan/sah secara hukum), fairness (adil/sesuai tujuan pemrosesan), dan transparency (transparan) dalam G20 Digital Economy Working Group (DEWG),” jelasnya.  

    Menteri Johnny mengapresiasi upaya Anggota DPR RI dalam proses pengesahan UU PDP. Menurutnya pengambilan keputusan atas RUU PDP merupakan momentum bersejarah dan telah dinantikan banyak pihak. Baik itu, lembaga negara, penegak hukum, sektor usaha, ekosistem digital, platform dan media sosial, serta masyarakat Indonesia. 

    “Pemerintah dan DPR RI telah bahu-membahu dalam menyelesaikan pembahasan RUU PDP, baik pada rapat kerja, rapat panitia kerja (Panja), maupun pada rapat tim perumus dan tim sinkronisasi (Timus dan Timsin) antara Pemerintah dan DPR RI,” ungkapnya.

    Presiden Joko Widodo telah menyampaikan RUU PDP kepada Ketua DPR RI melalui surat Presiden pada tanggal 24 Januari 2020 yang lalu. Dalam surat tersebut, Presiden menugaskan Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, dan Menteri Dalam Negeri, mewakili Presiden dalam pembahasan RUU PDP di DPR RI guna mendapatkan persetujuan bersama.

    Sejak saat itu pula, Pemerintah dan DPR RI telah bersama-sama saling membantu dalam menyelesaikan pembahasan RUU PDP. Pada 7 September 2022 lalu, Pemerintah dan Komisi I DPR RI telah menyetujui naskah RUU PDP yang sudah disepakati untuk dibawa ke Pembahasan Tingkat II/Sidang Paripurna. Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023, DPR RI dan Pemerintah telah menyetujui naskah RUU PDP.

    Biro Humas Kementerian Kominfo
    e-mail: humas@mail.kominfo.go.id
    Telp/Faks : 021-3504024
    Twitter @kemkominfo
    FB: @kemkominfo
    IG: @kemenkominfo
    website: www.kominfo.go.id

    Berita Terkait

    Siaran Pers No. 437/HM/KOMINFO/09/2022 tentang Menteri Johnny Akan Hadiri ITU PP 2022 untuk Pencalonan ITU Council dan Anggota RRB

    Menkominfo akan memimpin Delegasi Pemerintah Republik Indonesia dalam agenda Pemilihan Anggota ITU Council 2023-2026 dan pencalonan Dokter M Selengkapnya

    Siaran Pers No. 436/HM/KOMINFO/09/2022 tentang Sekjen Kominfo Paparkan Akselerasi Transformasi Digital dalam Bucharest Ministerial Roundtable

    Sekjen Mira Tayyiba saat mewakili Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan langkah transformasi digital nasional dalam forum tersebut. Selengkapnya

    Siaran Pers No. 435/HM/KOMINFO/09/2022 tentang Menkominfo Ajak Pemerintah Portugal Dukung Indonesia Jadi Dewan ITU

    Menkominfo mengajak Pemerintah Portugal memberikan dukungan atas pencalonan Indonesia dalam Dewan International Telecommunication Union (ITU Selengkapnya

    Siaran Pers No. 434/HM/KOMINFO/09/2022 tentang Perkuat Konektivitas Telekomunikasi, Menteri Johnny: Indonesia Jalin Kemitraan dengan Prancis, Inggris, AS, dan Agentina

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan kemitraan itu diharapkan akan makin memperkuat simpul jaringan telekomunikasi Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA