FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 06-2022

    576

    Jadi Agenda DEWG G20, Sekjen Kominfo: Revitalisasi Pariwisata Lewat Transformasi Digital

    Kategori Berita Kominfo | Viska

    Jakarta Pusat, Kominfo - Sektor pariwisata menjadi salah satu sektor paling terdampak pandemi Covid-19 di Indonesia. Sepanjang tahun 2020, jumlah wisatawan mancanegara hanya 25% dari tahun sebelemynya. Bahkan, sekitar 409.000 tenaga kerja sektor pariwisata kehilangan pekerjaan dan pendapatan negara mengalami penurunan Rp20,7 Miliar. 

    Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Mira Tayyiba mengatakan Pemerintah tengah melaksanakan program strategis untuk pemulihan sektor pariwisata di tanah air. 

    "UMKM go online, Bangga buatan Indonesia, Membangun Jaringan 4G di 12.548 desa dari 83.218 desa/kelurahan yang belum terjangkau jaringan G, JPHUB, Pembangunan Desa Wisata," ujarnya dalam acara Road to DTE: Revitalisasi Sektor Pariwisata Melalui Digitalisasi yang berlangsung secara virtual dari Jakarta Pusat, Selasa (14/06/2022).

    Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (Kemenkop UKM) tahun 2021, terdapat kontribusi UMKM/UMi sebanyak 61,97% akibat pelaksanaan program UMKM go online, Sementara melalui program Bangga Buatan Indonesia, pemerintah melakukan pendampingan kepada 26.000 UMKM untuk berjualan secara digital di 10 kawasan pariwisata prioritas. 

    Oleh karena itu, menurut Sekjen Mira, yang juga menjadi Chair of the Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi G20 Indonesia, Pemerintah melakuan pembangunan infrastruktur digital di seluruh Indoenesia secara merata. Bahkan, menyiapkan pelatihan untuk memaksimalkan infrastruktur digital yang ada.

    "Membangun Jaringan 4G di 12.548 desa dari 83.218 desa dan kelurahan yang belum terjangkau jaringan 4G, Pembangunan platform digital Jaringan Pariwisata Hub (JPHUB), dan  Pendampingan Desa Wisata melalui pelatihan Bahsa Inggris, Pemanfaatan toko daring pada 16 BUMDes dan Pelatihan UMKM/UMi melalui Digital enterpreneurship Academy (DEA)," jelasnya. 

    Mengutip data APJII, Sekjen Kementerian Kominfo menyatakan saat penetrasi internet di Indonesia pada periode 2021-2022 mencapai 77,2%. “Berdsarkan data Reportal tahun 2020, pengguna perangkat seluler mencapai 370,1 juta atau lebih dari 100 juta total penduduk,” ujarnya. 

    Kondisi itu, menurut Sekjen Mira Tayyiba membuat peluang ekjonomi digital di Indonesia terbuka lebar. "Berdasarkan data dari Google, Temasek, dan Bain dalam laporan e-Conomy SEA tahun 2021, nilai ekonomi digital Indonesia tahun 2021 mencapai 70 miliar USD. Dan data APJII tahun 2022, sepanjang tahun 2021-2022, lebih dari 210 juta penduduk Indonesia telah terkoneksi internet," tuturnya. 

    Sekjen Kementerian Kominfo menjelaskan potensi potret peluang dan potensi ekonomi digital di Indonesia. Menurutnya, di kawasan Asia Tenggara, lonjakan nilai akumulatif ekonomi digital di tahun 2030 diperkirakan mencapai 1 Triliun USD. Pertumbuhan tersebut menurut Sekjen Mira Tayyiba didukung oleh potensi pertumbuhan internet di Indonesia. 

    "Prediksi nilai ekonomi digital Indonesia tahun 2025 senilai USD146 Miliar atau setara Rp2.103 Triliun. Di tahun 2030 mencapai USD330 Miliar atau setara Rp4.752 Triliun," tandasnya. 

    Agenda DEWG G20

    Meski geliat pertumbuhan dunia digital di Indonesia mengalami kemajuan, Sekjen Kementerian Kominfo mengakui adanya tantangan digital paradox yang harus dihadapi. Di satu sisi digitalisasi memiliki peluang produktivitas yang lebih tinggi, kontribusi pertumbuhan ekonomi dan peluang ekspansi pasar. 

    "Di sisi lain ada juga tantangan berupa keterbatasan akses pada infrastruktur digital, layanan internet yang tidak terjangkau dan kurangnya keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital," tegasnya.

    Di tengah paradox digital tersebut, Chair DEWG G20 MIra Tayyiba menyatakan pemulihan pun tidak terjadi secara seimbang, sehingga memunculkan jenis pemulihan berbentuk 'K' atau K-shaped recovery.  Menurut Sekjen Kementerian Kominfo, K-Shaped Recovery disebabkan oleh kesenjangan digital (digital divide) dan kesenjangan ekonomi (wealth gap). 

    "Sektor yang bertahan adalah yang mampu mengadopsi teknologi digital dan mengoptimalkan penggunaannya secara produktif dan memberi nilai tambah," tandasnya.  

    Menurut Sekjen Mira Tayyiba kunci utama pemulihan geliat ekonomi adalah memprioritaskan kelompok ekonomi rentan. Oleh karena itu, menurut Sekjen Mira, transformasi digital harus inklusif, memberdayakan dan berkelanjutan. 

    "Berkelanjutan artinya transformasi digital berlandasarkan pada dan bertujuan untuk pemenuhan agenda 2030 tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Transformasi digital yang inklusif artinya, ketersediaan akses digital dan ruang digital yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat. Dan memberdayakan, masyarakat mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif dan menciptakan nilai tambah dari pemanfaatannya," jelasnya. 

    Dalam acara itu, Chair DEWG G20 MIra Tayyiba menjelaskan tiga isu prioritas dalam Presidensi G20 tahun 2022, yaitu Arsitektur Kesehatan Global yang Inklusif, Transformasi Berbasis Digital dan Transisi Energi. Menurut Sekjen Mira Tayyiba di bidang transformasi digital telah dielevasi dari digital economy task force (DETF) menjadi DEWG sejak Agustus 2021.  DEWG tahun ini mengusung tema, Acheiving a Resilient Recovery: Working Together for a more Inclusive, Empowering and Sustainable Digital Transformation

    "DEWG sebagai platform streamlining isu-isu digital lintas working group dan engagement group di forum G20. Tiga Isu Prioritas DEWG; Connectivity and Post-Covid Recovery, Digital Skills and Digital Literacy dan Data Free Flow sith Trust and Cross Border Data Flow," tandasnya.

    Berita Terkait

    12 Stan Ramaikan Pameran Transformasi Digital ITF-DEWG G20

    Pameran itu diharapkan dapat menjadi platform untuk memfasilitasi negara anggota G20 dan ITF-DEWG untuk berinteraksi, berjejaring, serta mem Selengkapnya

    Puncak Gernas BBI 2022, Kominfo Dorong Pelaku UMKM di Papua Masuk Dunia Digital

    Kementerian Kominfo berkolaborasi dengan pihak marketplace salah satunya adalah Idea untuk memberikan pendampingan dan pelatihan kepada para Selengkapnya

    Kemlu dan Kominfo Gelar Lokakarya Diplomasi Digital untuk Negara Pasifik

    Menurut Dirjen Teuku Faizasyah, pokok materi berupa ringkasan and implementasi e-government dan Digital Public Relations bertujuan untuk mem Selengkapnya

    Program ASO Dukung Percepatan Transformasi Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menyukseskan program ASO. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA