FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    01 12-2021

    449

    Kepala Negara: Presidensi G20 Jadi Kehormatan Bagi Indonesia

    Kategori Berita Pemerintahan | Yusuf
    Presiden Joko Widodo saat berpidato pada pembukaan presidensi G20 Indonesia sebagaimana ditayangkan dalam Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (01/12/2021). - (AYH)

    Jakarta Pusat, Kominfo - Indonesia resmi memegang keketuaan atau presidensi Group of Twenty (G20) per 1 Desember 2021. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa presidensi G20 merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan bagi Indonesia.

    “Kepercayaan ini adalah kesempatan bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi dunia, untuk membangun tata kelola dunia yang lebih sehat, lebih adil, dan berkelanjutan berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujar Presiden Joko Widodo saat berpidato pada pembukaan presidensi G20 Indonesia sebagaimana ditayangkan pada YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (01/12/2021).

    Sejalan dengan hal tersebut maka presidensi G20 Indonesia akan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. Presiden menjelaskan bahwa dalam presidensi G20 tersebut, Indonesia akan fokus untuk mengerjakan tiga hal.

    “Pertama, penanganan kesehatan yang inklusif. Kedua, transformasi berbasis digital. Ketiga, transisi menuju energi berkelanjutan,” imbuh Presiden

    Lebih lanjut, Kepala Negara juga ingin agar presidensi Indonesia pada G20 tidak sebatas seremonial belaka. Indonesia mendorong negara-negara G20 untuk melakukan aksi-aksi nyata dan terobosan-terobosan besar.

    “Indonesia akan terus mendorong negara-negara G20 membangun kolaborasi dan menggalang kekuatan untuk memastikan masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini,” jelasnya.

    Presidensi Indonesia juga akan digunakan untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan negara-negara berkembang. Presiden menegaskan bahwa Indonesia berusaha membangun tata kelola dunia yang lebih adil.

    “Indonesia berupaya memperkuat solidaritas dunia mengatasi perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan, dan menggalang komitmen negara maju membantu negara berkembang, negara kaya membantu negara miskin,” ungkapnya.

    Presiden juga meyakini bahwa kebersamaan adalah jawaban atas masa depan dengan semangat solidaritas. Untuk itu, Indonesia berupaya keras untuk menghasilkan inisiatif-inisiatif konkret untuk mendorong pemulihan situasi global agar segera pulih dan menjadi kuat.

    “Saya mengundang para delegasi untuk datang ke Indonesia, untuk melihat keindahan alam Indonesia, untuk menyaksikan keunikan, keragaman budaya Indonesia, dan merasakan keramahtamahan masyarakat Indonesia. Kami akan menyambut Bapak, Ibu, semua dengan penuh kegembiraan dan tangan terbuka,” tandasnya.

    Berita Terkait

    Hadiri WEF, Presiden Paparkan Strategi Indonesia Wujudkan Ekonomi Hijau

    Strategi tersebut yaitu pertama, melalui pembangunan rendah karbon sebagaimana yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Na Selengkapnya

    Pemerintah Dorong Optimalisasi Pertumbuhan Industri Kreatif Indonesia

    Berdasarkan publikasi Kemenparekraf, tercatat pada tahun 2019 sub sektor ekonomi kreatif menyumbangkan Rp1.153,4 Triliun PDB atau 7,3% terha Selengkapnya

    Wapres: Toleransi, Kunci Merawat Keberagaman di Indonesia

    Wapres menyampaikan, toleransi di Indonesia bukan merupakan gagasan baru. Toleransi telah diperkenalkan oleh para pendiri bangsa sejak dahul Selengkapnya

    Perayaan Natal Nasional 2021, Presiden Ajak Umat Gaungkan Solidaritas dan Gotong Royong

    Presiden Joko Widodo berharap bahwa berbagai ujian tersebut justru memperkuat tali persaudaraan seluruh rakyat dan menjadikan bangsa Indones Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA