FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 11-2021

    341

    Ada Uang Baru Pecahan 1.0 Senilai Rp1 Juta? Itu Hoaks!

    Kategori Berita Kominfo | srii003

    Jakarta, Kominfo – Telah beredar di media sosial TikTok konten unggahan video  yang memperlihatkan uang kertas pecahan 1.0 . Konon disebutkan uang itu bernilai Rp1  juta.

    Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan fakta bahwa klaim itu salah.

    Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Junanto Herdiawan menegaskan uang pecahan rupiah kertas yang berlaku saat ini nominal tertinggi adalah Rp100.000 (seratus ribu rupiah).

    Head of Corporate Secretary Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) Adi Sunardi menyatakan uang 1.0 dalam video viral tersebut merupakan uang spesimen yang tidak bisa digunakan untuk berbelanja.

    Berikut laporan isu hoaks dan disinformasi yang telah diidentifikasi Tim AIS Kementerian Kominfo, Sabtu (06/10/2021):

    [DISINFORMASI] Vaksin Covid-19 Memiliki Tingkat Kematian 174 Kali Lebih Tinggi pada Anak-anak daripada Virus Covid-19

    [HOAKS] Akun Telegram Mengatasnamakan LPS Menawarkan Investasi

    [HOAKS] Uang Baru Pecahan 1.0 Senilai Rp1 Juta

    [HOAKS] Lowongan Pekerjaan Puskesmas Mulyorejo

    Berita Terkait

    Booster Vaksin Covid-19 Tiap 6 Bulan Sekali? Itu Hoaks!

    Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan fakta dari kompas.com, informasi yang menyebut bahwa booster vaks Selengkapnya

    Ukuran KK Terbaru Seperti KTP? Awas Hoaks!

    Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri saat ini memang telah memberikan inovasi pelayanan cetak Kartu Keluarga online secara mandiri di rum Selengkapnya

    Bantuan Dana dari BPJS Rp125 Juta, Itu Hoaks!

    Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika menemukan fakta klaim yang mengatakan bahwa BPJS membagikan dana bantuan se Selengkapnya

    Vaksin mRNA Belum Diuji dan Tidak Bermanfaat buat Anak, Itu Hoaks!

    Konon, klaim tersebut terrnuat dalam sebuah potongan vidio berisi klaim bahwa vaksin mRNA belum diuji memadai dan tidak ada manfaat memberik Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA