FAQ  /   Tautan  /   Peta Situs
11 12-2013

1221

Presiden Ajak Masyarakat Sampaikan Pendapat Seputar Jurnalisme Sehat

Kategori Berita Pemerintahan | brs

Presiden Ajak Masyarakat Sampaikan Pendapat Seputar Jurnalisme SehatMelalui akun Twitternya @SBYudhoyono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak masyarakat luas, khususnya para followernya di Twitter, untuk menyampaikan pendapat, saran dan kritik serta harapan untuk pelaksanaan "Jurnalisme Sehat" . Presiden memberi batas waktu sebelum pkl 20.00, hari Rabu (11/12) kepada masyarakat untuk menyampaikan opininya.

Tema "Jurnalisme Sehat", menurut Presiden SBY,  akan diangkat sebagai topik dalam Pidato Kunci pada Kongres Kebangsaan yang diadakan oleh Forum Pemimpin Redaksi di Bidakara, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.71-73 Pancoran Jakarta Selatan, Rabu (11/12) pagi ini.

Sembilan Tekad

Pada kongres sebelumnya, Forum Pemred juga mengundang Presiden SBY pada Pertemuan Puncak Forum Pemimpin Redaksi se-Indonesia I di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, bulan Juni silam.

Saat itu, Presiden SBY menerima komitmen para pemimpin redaksi yang tergabung dalam Forum Pemred pada Pertemuan Puncak Forum Pemimpin Redaksi se-Indonesia I di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Jumat (14/6). Komitmen Nusa Dua yang terdiri sembilan butir tekad tersebut, diserahkan oleh Ketua Panitia Pengarah Forum Pemred Suryopratomo.

Kepada Presiden SBY, Suryopratomo meminta untuk mengingatkan para Pemred bila dikemudian hari melenceng dari komitmen. Dalam pidato sambutannya,  Presiden SBY memuji Forum Pemred yang telah memberi harapan baru bagi rakyat Indonesia, terutama sebagai pilar keempat demokrasi.

Presiden SBY kemudian meminta insan pers, dan semua pihak, untuk tidak malu melanjutkan keberhasilan yang sudah dicapai pendahulu, dan tidak ragu untuk melakukan perubahan bila diperlukan. "Inilah hakikat dari kesinambungan dan perubahan," kata Presiden SBY.

Menurut Presiden, kita semua harus senantiasa melakukan refleksi, dan juga harus melihat ke depan. "Melihat Indonesia ini sebagai negeri besar yang tidak boleh dilihat hanya seperti melihat satu foto, mari melihat motion picture, lebih banyak tentang perjalanan bangsa," katanya.

Di akhir pidatonya, Presiden berpesan kepada insan pers agar terus mengibarkan semangat kebersamaan untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik. "Gelorakan semangat untuk bersama-sama membangun negeri ini, bersatu kita kita teguh bercerai kita runtuh," Presiden SBY menegaskan.

Ketua Dewan Pengurus Forum Pemred Wahyu Muryadi ketika itu kepada Presiden SBY membuka pintu kritik bagi insan pers. Dan kepada media massa, dia mengingatkan untuk tidak bertindak defensif dalam merespon kritik. "Media massa tak boleh  alergi terhadap kritik dan koreksi , sebagaimana kita acap kali bebas dan leluasa mengkritik para pejabat publik, menteri, nahkan presiden. Kita justru seharusnya bersyukur masih bisa dikritik," kata Wahyu.(WID/ES)       

Berita Terkait

Presiden Setujui Usulan Penetapan 9 November sebagai Hari Wayang Nasional

Presiden Joko Widodo menyetujui usulan seniman dan budayawan yang hadir dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/12) sore. Per Selengkapnya

Presiden Dorong Wapres Amerika dan ASEAN Atasi Krisis Rakhine State

Presiden Joko Widodo mendorong Amerika Serikat memberikan dukungan untuk AHA Centre, khususnya dalam penanganan Rakhine State. Selengkapnya

Senam Bersama Masyarakat Tangerang, Serukan Pola Hidup Sehat

Setelah blusukan di Pasar Anyar, Presiden melanjutkan kegiatan kerjanya pagi ini dengan mengikuti senam pagi. Acara yang digelar dalam rangk Selengkapnya

Presiden Ajak Terapkan Revolusi Mental Global untuk Merawat Lautan

Presiden Joko Widodo mengajak untuk menerapkan revolusi mental secara global untuk menjaga laut sebagai masa depan umat manusia. Melalui pel Selengkapnya