FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    25 07-2021

    336

    Pemerintah Terapkan Kerangka Pemantauan Komprehensif

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003
    Petugas melihat kesiapan fasilitas tempat tidur di Rumah Sakit Lapangan Covid-19 Asrama Haji di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (24/7/2021). Pemkot Madiun menggunakan sebagian gedung di Asrama Haji tersebut untuk keperluan rumah sakit lapangan dengan kapasitas 182 tempat tidur guna menampung warganya yang terpapar Covid-19 seiring terus meningkatnya jumlah warga yang dinyatakan positif. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan arahan kepada jajaran pimpinan provinsi se-Jawa dan Bali serta kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti kasus kematian Covid-19 yang meningkat secara signifikan dalam satu minggu terakhir.

    “Dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor: kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, serta meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah,” jelas Menko Luhut dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Langkah Intervensi untuk Penurunan Tingkat Kematian Akibat Covid-19 di Jawa-Bali secara virtual, Sabtu (24/07/2021).

    Menko Luhut menambahkan, hasil tinjauan lapangan menemukan bahwa rata-rata pasien yang meninggal menderita komorbid atau belum menerima vaksin. “Setelah memahami faktor-faktor ini, kita harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat,” lanjutnya.

    Langkah-langkah intervensi tersebut adalah dengan meningkatkan kapasitas ICU dari RS dengan oksigen sentral pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kematian tinggi, menyediakan isolasi terpusat dan terpantau bagi pasien resiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri.

    Selain itu, Dinas Kesehatan diminta untuk berkoordinasi dengan TNI untuk memperoleh akses paket obat gratis dari Presiden. Satuan Tugas (Satgas) PPKM di level desa harus kembali diaktifkan dan melakukan pemantauan ketat terhadap setiap warga yang terindikasi mengalami gejala Covid-19.

    Selanjutnya, pemerintah secara berkala akan menerapkan pemantauan angka kematian dengan kerangka yang mencakup jumlah kasus kematian yang sudah divaksin, kasus komorbid, klasifikasi usia, ketersediaan akses terhadap obat-obatan, perawatan oksigen, pentahapan penyakit dan paparan terhadap badai sitokin serta lokasi kematian. Kerangka ini diterapkan agar seterusnya pemerintah dapat mengambil langkah mitigasi secara strategis, komprehensif dan tepat sasaran.

    “Kunci dalam menangani pandemi ini adalah disiplin dan kerja bahu-membahu. Dengan bersama-sama dan konsisten melakukan dan meningkatkan testing dan tracing, diharapkan mata rantai ini akan terputus,” pungkas Menko Luhut.

    Rakor ini turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan, Gubernur Bali, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Jawa Timur, Deputi Gubernur DKI Jakarta, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Bupati Surakarta, Bupati Karawang dan perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

    Berita Terkait

    Fasilitasi Startup, Pemerintah Kembangkan Virtual Technopark

    Pemerintah terus menargetkan untuk membentuk sejumlah kawasan pengembangan pusat teknologi dan inovasi atau yang biasa dikenal dengan sebuta Selengkapnya

    Pemerintah Siap Selenggarakan Presidensi G20 Tahun 2022

    Pemerintah Indonesia bersiap untuk menyelenggarakan KTT G20 pada tahun 2022 mendatang. Tongkat estafet Presidensi G20 akan diserahkan secar Selengkapnya

    Apresiasi Kepala Daerah Atas Kerja Keras Kembangkan Sektor Pertanian

    Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin mengapresiasi seluruh insan pertanian, khususnya para kepala daerah yang telah bekerja keras mengembangkan Selengkapnya

    Pemerintah Salurkan Bantuan Kuota Data Internet ke 24,4 juta Penerima

    Pemerintah mulai menyalurkan bantuan kuota data internet ke 24,4 juta penerima yang nomornya telah berhasil diverifikasi dan divalidasi. Men Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA