FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    02 07-2021

    311

    Agar Komunikasi dan Informasi PON XX Papua Lancar

    Kategori Artikel | doni003

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G Plate menyatakan, telah mengantisipasi potensi kenaikan trafik menjelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Menurutnya, Kementerian Kominfo akan menyiapkan backup jaringan telekomunikasi untuk mendukung kebutuhan panitia penyelenggara, atlet, dan ofisial.

    “Kami menyadari bahwa akan terjadi peningkatan traffic yang besar, sehingga nanti tentu pasti disiapkan dengan backup telekomunikasi di Papua, baik itu di tempat penyelenggaraan PON, tempat penginapan-penginapan atlet maupun nanti penyelenggara-penyelenggara kegiatan,” ujarnya, dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk Mengintip Kesiapan PON XX Papua, dari Rumah Dinas Menkominfo, Jakarta, Kamis, (24/6/2021).

    Dalam diskusi FMB9, turut hadir Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano. Cadangan telekomunikasi sangat penting, baik sebelum, selama, dan sesudah berlangsungnya penyelenggaraan PON XX serta Pekan Paralympic Nasional (Perparnas) XVI di Papua.

    PON ini juga sangat menentukan bahwa Indonesia tidak terhambat oleh Covid-19. “Papua dan PB PON harus sukses di dalam melaksanakan PON, karena ini menjadi tugas kita bersama,” jelasnya.

    Menurut Menteri Kominfo, operator telekomunikasi seluler telah menyampaikan komitmen untuk memastikan infrastruktur yang dimiliki dapat menjamin kualitas dan didukung dengan backup layanan. Termasuk infrastruktur yang dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo. “Kita tentu akan memperhatikan last mile BTS-BTS-nya, mobile-mobile BTS, dan akses internet, termasuk pemanfaatan satelit untuk mendukung telekomunikasi pada saat sebelum, selama, dan sesudah PON di Papua, kalau itu kita sudah siapkan betul-betul,” kata Johnny.

    Perlu diketahui, pada Mei lalu, telekomunikasi di Jayapura dan sekitarnya tak berfungsi baik, akibat kabel jaringan bawah laut, jaringan kabel laut Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) ruas Biak-Jayapura putus. Namun putusnya kabel itu tidak membuat seluruh wilayah Papua mengalami gangguan atau black out.

    Total kapasitas yang terdampak akibat putusnya jaringan kabel laut tersebut sebesar 154 Gbps. Adapun total trafik normal seluruh Papua sebesar 464 Gbps. Adapun area yang terdampak gangguan tersebut, kata dia, berada di empat titik, yakni di wilayah Jayapura, Abepura, Sentani, dan Sarmi.

    Tim recovery telah membangun kabel bawah laut di kedalaman yang sama di rute baru, sehingga saat ini layanan telekomunikasi fiber optik data dari Indonesia barat ke Papua, dan dari Papua ke belahan Indonesia tengah dan barat itu sudah kembali normal seperti sebelum terjadi putusnya kabel bawah laut.

    Menkominfo menyambut baik keputusan pemerintah dalam melaksanakan PON XX dan Pekan Paralympic Nasional (Perparnas) XVI di Papua. Untuk turut memberikan dukungan penyelenggaraan kedua eventnasional tersebut, Menkominfo melihat event internasional sebagai referensi bagi Indonesia.  “Saya menyambut dengan penuh kegembiraan dan antusias keputusan pemerintah untuk tetap melaksanakan PON XX dan Paralympic XVI di Papua. Saya juga memperhatikan betul bagaimana kesiapan Jepang untuk olimpiade dan saat ini EURO Cup yang sedang berlangsung di Eropa,” jelasnya.

    Meskipun di tengah situasi pandemi Covid-19, Menteri Johnny menegaskan, hal itu tidak menjadi penghambat bagi Indonesia. “Yang pasti bahwa di situasi pandemi Covid-19 ini, Covid-nya sendiri tidak boleh menjadi penghambat kita, kita harus buktikan bahwa Covid tidak akan bisa mencegah Indonesia dan PB PON Papua untuk melaksanakan kegiatan olahraga ini,” imbuhnya.

    Sementara itu Direktorat Jenderal Informasi Komunikasi Publik (Ditjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan survei terhadap media center sub PB PON XX Papua. Dalam kunjungannya ke sub PB PON XX Kluster Kabupaten Jayapura selama dua hari itu tim Dirjen IKP Kemenkominfo dipimpin Koordinator Perencanaan Program dan Pelaporan Ditjen IKP Kementerian Kominfo Prasetyo Hadi melihat langsung dan memastikan kelayakan yang ada di Media Center Sub PB PON XX Kabupaten Jayapura.

    Prasetyo Hadi mengatakan, tujuan dari survei ini untuk mengetahui dan melihat langsung serta memastikan kelayakan media center sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura. Disebutkan, untuk sosialisasi dan juga penyediaan media center itu sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 10 tahun 2017 tentang dukungan penyelenggaraan PON XX dan Peparnas 2021 di Papua.

    Media Center Sub Klaster Kabupaten Jayapura, misalnya, berlokasi di Hotel Grand Allison, merupakan rekomendasi Bupati Jayapura melalui Bidang TIK Sub PB PON XX Klaster Kabupaten Jayapura. Prasetyo berharap, dengan adanya media center ini dapat membantu awak media untuk mengakses informasi PON XX Papua melalui media center di Klaster Kabupaten Jayapura.

    Sumber

     

    Berita Terkait

    Memantau Mobilitas dan Kualitas Informasi di Tengah Pandemi

    Digital Center dibentuk untuk menangkal pelbagai informasi hoaks yang membingungkan dan menakuti masyarakat menyangkut kasus Covid-19. Selengkapnya

    SMS Blast, Solusi Cepat Informasi Bencana

    SMS Blast adalah integrasi antara sistem informasi bencana yang dimiliki oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM Selengkapnya

    Terbuka untuk Aspirasi dari Insan Pers

    Pemerintah akan membangun konvergensi pers dengan platform digital ke level playing field yang lebih adil. Pemerintah terbuka untuk masukan. Selengkapnya

    PDN, Perkuat Implementasi SPBE dan Konsolidasi Data

    Pemerintah membutuhkan Pusat Data Nasional (PDN) untuk memperkuat penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-gove Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA