FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    14 06-2021

    406

    Menkominfo Bahas Alternatif Posisi Badan Litbang SDM

    Kategori Berita Kominfo | Irso
    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate (kedua dari kanan), didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Hary Budiarto (kanan), mengadakan pertemuan bersama Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko (kedua dari kiri), didampingi Sestama BRIN Mego Pinandito (kiri), di Rumah Dinas Menteri di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (14/06/2021). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menerima kunjungan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Laksana Tri Handoko. Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 45 menit itu, Menteri Johnny membahas posisi Badan Litbang SDM dengan menekankan pada tiga pilihan alternatif.

    "Jadi tadi sudah dibahas antara pak Menteri Kominfo dengan kepala BRIN, Kepala BRIN sudah menjelaskan tentang BRIN, terus kemudian bagaimana posisi dari Badan Litbang SDM, dan itu juga sama yang ada di kementerian yang lain," kata Kepala Balitbang SDM Kementerian Kominfo Hary Budiarto usai mendampingi Menteri Johnny dalam pertemuan bersama Kepala BRIN, yang berlangsung di Rumah Dinas Menteri di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (14/06/2021).

    Menurut Kepala Balitbang SDM Kominfo, alternatif pertama yang dibahas adalah mengenai tugas, pokok dan fungsi dari penelitian atau yang dikenal dengan istilah bedol desa.

    "Jadi bedol desa itu satu badan itu pindah atau semua satu unit kerja. Artinya, kalau badan penelitian dan pengembangan SDM ini pindah semuanya ke BRIN, tetapi kebetulan di tempat kita tidak semuanya merupakan penelitian," ujarnya.

    Kabalitbang SDM Hary Budiarto menjelaskan bahwa struktur lembaga yang dipimpinnya itu tidak saja mengurus penelitian, namun juga terkait pengembangan SDM yang cukup banyak. "Jadi kita gak bisa melakukan opsi yang pertama," tandasnya.

    Sedangkan alternatif kedua adalah pemindahan unit kerja. Alternatif ini lebih menekankan pada pemindahan unit kerja dari lembaga pusat terkait.

    "Misalnya ada yang pusatnya melakukan riset, maka pusatnya itu yang dipindahkan. Kalau yang tadi yang pertama itu badannya, badannya pindah semua, orang-orangnya pindah semua. Jadi alternatif yang kedua itu pusatnya," jelasnya.

    Namun, menurut Kabalitbang SDM, Kementerian Kominfo juga memiliki dua pusat penelitian (Puslit), yakni di Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika.

    "Nah, (dua Puslit) ini mau dipindahkan semua apa nggak, ternyata setelah dilihat tema-temanya itu bukan tema-tema riset yang berbasis pada infensi dan inovasi. Jadi, altenatif yang kedua juga gak bisa," ujarnya.

    Kabalitbang SDM menjelaskan alternatif ketiga yakni pengalihfungsian status pegawai dan program yang sebelumnya di Kementerian Kominfo ke BRIN. Namun terkait alternatif ini, Menteri Johnny juga mengantisipasi dampak dan efek kepada pegawai yang bersangkutan.

    "Jadi kebijakan dari Pak Menteri adalah tema dari tema riset kita itu tetap, tetapi tidak menyatakan suatu tema-tema yang saklek untuk riset, tetapi kita ubah seperti kajian dan sebagainya, memang itu dibutuhkan di dalam Kominfo," jelasnya.

    Kabalitbang SDM Kominfo menyatakan, untuk SDM pegawai sendiri dilakukan alih fungsi. Misalnya jabatan fungsional peneliti akan berganti seperti menjadi analisis kebijakan atau dosen.

    "Jadi kita punya fungsional dosen cukup banyak di Balitbang, karena di bawah Balitbang itu ada perguruan tinggi, ada STMM (Sekolah Tinggi Multi Media), yang dimana membutuhkan banyak dosen. Maka, kemungkinan besar fungsional peneliti kita itu akan pindah menjadi dosen atau pindah menjadi analisis kebijakan. Tapi tentang kegiatan itu masih tetap dilakukan, karena kegiatan itu merupakan suporting dukungan kepada ke-dirjen-an yang lain," tandasnya.

    Tindak Lanjut

    Kepala Balitbang SDM menjelaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti pembahasan tersebut untuk penyusunan organisasi baru.

    "Tindak lanjut kedepannya adalah kita akan menyusun organisasi baru di Badan Litbang SDM, menghilangkan penelitian, dan kita nanti akan diskusi kepada Kemenpan RB," ujarnya.

    Menurut Kepala Balitbang SDM, pihaknya telah menyiapkan naskah akademik maupun struktur organisasi Badan Litbang yang baru. Sedangkan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memberikan batas waktu sampai akhir desember 2021 nanti.

    "Jadi kelanjutan kita sudah tetapkan yaitu kita berubah menjadi badan yang tidak mengurusi tentang penelitian, tetapi pengembangan SDM talenta digital," ujarnya.

    Menurut Kabalitbang SDM Hary Budiarto, tim internal Kementerian Kominfo nantinya akan mengajukan beberapa alternatif nama badan kepada Menkominfo Johnny G. Plate untuk kemudian menentukan nama badan yang baru.

    "Jadi namanya kira-kira seperti itu, kita ajukan semuanya alternatif-alternatif nama nanti Pak Menteri yang akan menentukan namanya apa badan baru itu," imbuhnya.

    Dalam pertemuan itu, Menteri Johnny didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Hary Budiarto, dan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko didampingi Sestama BRIN Mego Pinandito.

    kominfo-menteri-johnny-meeting-BRIN-AYH-02.jpg

    kominfo-menteri-johnny-meeting-BRIN-AYH-03.jpg

    kominfo-menteri-johnny-meeting-BRIN-AYH-04.jpg

    kominfo-menteri-johnny-meeting-BRIN-AYH-05.jpg

    Berita Terkait

    Menkominfo Ajak Ekspresikan Kemerdekaan Lewat Rumah Digital Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengajak warga Indonesia mengekspresikan diri pada Peringatan Kemerdekaan ke-76 Tahun Rep Selengkapnya

    Menkominfo: Semoga Jalan Bakti Harmoko Jadi Suri Tauladan

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengharapkan jasa Almarhum Mantan Menteri Peneranganm selama mengabdi menjadi pejabat ter Selengkapnya

    [Berita Foto] Menkominfo Hadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-75 secara Virtual

    Selengkapnya

    Awas Misinformasi! WhatsApp Ubah Pengaturan Privasi Tanpa Pemberitahuan

    Beredar pesan berantai di WhatsApp yang menyatakan bahwa pada bulan Mei 2021, WhatsApp telah melakukan perubahan pengaturan privasi tanpa pe Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA