FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    07 06-2021

    470

    Untuk Efisiensi dan Pemerataan, Kominfo Bagi Tiga Lapisan Frekuensi 5G

    Kategori Berita Kominfo | Yusuf
    Koordinator Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Ditjen SDPPI Kominfo, Adis Alifiawan (kedua dari kiri) dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) “Indonesia Maju dengan 5G”, dari Ruang Media Center Kominfo, Jakarta, Senin (07/06/2021).

    Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika membagi alokasi frekuensi untuk jaringan telekomunikasi seluler 5G ke dalam tiga lapisan (layer) telekomunikasi, yaitu Low Band, Middle Band, dan High Band.  Pembagian itu dilakukan untuk pemerataan dan efisiensi layanan.

    “Ketiga layer ini berada di frekuensi yang berbeda. Untuk pita bawah (Low Band), frekuensinya di bawah 1 Ghz, cocok untuk pemerataan coverage karena sangat efisien, jangkauan sangat luas dan untuk perkotaan sangat bermanfaat untuk interpenetration,” jelas Koordinator Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Adis Alifiawan dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) “Indonesia Maju dengan 5G”, dari Ruang Media Center Kominfo, Jakarta, Senin (07/06/2021).

    Menurut Koordinator Adis Alifiawan, pita frekuensi di bawah 1 Ghz juga bisa menjadi solusi apabila sinyal kurang bagus ketika masayarakat masuk ke suatu area publik atau gedung. Kemudian, pada layer kedua (Middle Band) berada diantara frekuensi 1 sampai 6 GHz. 

    “Di sini, yang saat ini kita nikmati untuk 5G yang ada di Indonesia sekarang, salah satunya dari Telkomsel yang sudah komersial, itu pakai 2,3 Ghz. Jadi, Middle Band sebetulnya adalah pertengahan. Coverage-nya dapat kapasitasnya juga lebih besar daripada yang Low Band,” tuturnya.

    Sedangkan di pita atas (High Band) berada di frekuensi 2,6 Ghz dan 2,8 Ghz. Adis menjelaskan, dibandingkan dua layer yang lain, pita atas frekuensi memiliki beberapa keunggulan seperti jaringan telekomunikasi 5G bisa lebih responsif latensinya 1 milimeter per second dengan pick data rate mencapai 20 Gbps.

    “Memang belum pernah ada sebelumnya di generasi 4G ke bawah, baru ada di 5G. Inilah yang membedakan, idelnya operator seluler memiliki itu semua, sehingga layanan yang ditawarkan kepada masyarakat spektrumnya luas. Jadi, opsel bisa menyajikan macam-macam layanan dan usecase,” papar Koordinator Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat. 

    Adis Alifiawan menyatakan pada prinsipnya sebetulnya saat ini baru Telkomsel yang sudah mengantongi izin Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari Kominfo pada 24 Mei 2021 lalu.

    “Kemudian, minggu lalu yaitu operator seluler lainnya yakni Indosat sudah dalam proses Uji Laik Operasi (ULO) dan saat ini masih dalam proses untuk finalisasi penetapannya dan kami harapkan juga operator-operator seluler lain juga segera mengikuti agar Indonesia segera take off untuk 5G-nya ini,” tandasnya.

    Selain Adis Alifiawan, hadir sebagai pembicara Sekretaris Jenderal ATSI, Marwan O. Baasir; dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Bekali Angkatan Kerja Muda di 4 Kota, Kominfo Gelar Sertifikasi SKKNI

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Bimbingan Teknis dan Sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKN Selengkapnya

    Tingkatkan Efisiensi Kiriman Pos dengan Teknologi Jejak Lacak

    Pemerintah mendorong penggunaan sistem lacak jejak atau tracking system untuk setiap kiriman pos. Direktur Pos Ditjen Penyelenggaraan Pos da Selengkapnya

    Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, Kominfo Siapkan Beragam Pelatihan

    Pemerintah berupaya untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19, terutama bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( Selengkapnya

    Tingkatkan Keselamatan, Kominfo Serahkan ISR Maritim ke Nelayan Batulicin

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menyerahkan Izin Stasiun Radio (ISR) Maritim kepada nelayan Batulicin. Kepala Balai Monitoring Spektr Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA