FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    17 03-2021

    336

    Dirjen Aptika Ajak Tingkatkan Liiterasi Digital Masyarakat

    Kategori Berita Kominfo | Irso

    Jakarta, Kominfo – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengajak semua pihak ikut serta meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya mengenai pelindungan data pribadi dan misinformasi di masa pandemi.

    “Peran serta bisa berupa kolaborasi lintas pihak melalui beragam inisiatif dan inovasi,” ujarnya dalam Seminar Nasional Menjaga Privasi dan Melawan Hoaks Covid-19, dari Jakarta, Rabu (17/03/2021).

    Mengutip survei yang dilakukan Ditjen Aptika bersama Katadata pada tahun 2020, Indonesia masih ada di skala 3,47 dari skala 4. “Hasil itu mencerminkan, angka literasi digital Indonesia masih dibawah tingkatan baik,” ujar Dirjen Semuel.

    Bagi Dirjen Aptika, temuan itu harus disikapi bersama mengingat Indonesia tengah melakukan percepatan transformasi digital, terutama di masa-masa pandemi seperti sekarang.

    Saat ini, menurutnya, Kementerian Kominfo masih membahas RUU Pelindungan Data Pribadi bersama DPR RI, agar Indonesia segera memiliki payung hukum pelindungan data pribadi yang lebih komprehensif. Namun regulasi saja tidak cukup tanpa adanya kesadaran dan kecakapan masyarakat digital.

    “Maka dari itu, mari kita jaga semangat optimisme dalam meningkatkan ekosistem digital yang aman, sehat, berbudaya, beretika dan bermanfaat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

    Sementara itu, sebagai seorang relawan Covid-19, dr. M. Fajri Adda’i mengatakan dirinya ikut serta meningkatkan literasi digital masyarakat seputar bidang kesehatan melalui sosial media.

    Fajri menuturkan secara rutin merespon untuk memberikan informasi benar terkait Covid-19 yang sering timbul sebagai isu hoaks. Contohnya mengenai vaksin. Informasi yang diberikan mampu mengimbangi hoaks yang dampaknya besar.

    “Harus ada keep point atau orang yang membantu menarasikan sesuatu untuk mengimbangi hoaks. Nantinya, masyarakat akan berpikir mana informasi yang benar terutama terkait Covid ini,” jelas Fajri.

    Menurutnya semua orang dapat melakukan hal serupa dengan bahasa yang tidak rumit dan mudah dimengerti. “Cukup kita sampaikan secara sederhana dan gunakan media yang mudah digapai masyarakat umum,” ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Kebijakan Publik Whatsapp Indonesia, Esther Samboh, bahwa sebagai salah satu media komunikasi Whatsapp telah berperan dalam melindungi data pribadi penggunanya.

    “Kami telah menggunakan end-to-end encryption secara default. Artinya hanya kita dan orang yang kita kirimi pesan yang bisa membacanya,” katanya.

    Pilihan untuk menampilkan foto profil atau tidak, dan pengaturan last seen juga sengaja disediakan Whatsapp sebagai komitmen untuk menjaga privasi penggunanya.

    Kemudian pengaturan untuk bergabung dalam suatu grup yang berguna untuk mencegah penyebaran hoaks atau berita keliru lainnya. “Pengguna bisa memilih agar diundang hanya dari orang yang tersimpan di kontaknya,” terangnya.

    Perempuan yang biasa disapa Esther ini juga menambahkan Whatsapp bekerja sama dengan Mafindo menyediakan chatbot untuk melaporkan hoaks dan misinformasi lainnya.

    Esther berharap cara yang telah dilakukan pihaknya bisa membantu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pelindungan data pribadi, serta membantu melawan hoaks maupun misinformasi. 

    Sumber: aptika.kominfo.go.id

    Berita Terkait

    Masuki Era Transformasi Digital, Dirjen Aptika: Pemerintah Lindungi Data Pribadi dan Perkuat Literasi Digital

    Pandemi Covid-19 telah memaksa Indonesia mempercepat adopsi teknologi digital. Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Ko Selengkapnya

    Menteri Johnny Ajak Kolaborasi Edukasi Masyarakat Soal Vaksinasi

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai, selain ketersediaan vaksin, tata kelola manajemen vaksinasi, serta vaksinator ya Selengkapnya

    Komitmen Kembangkan Ekonomi Digital, Inilah Peran Kominfo!

    Pemerintah bersama ekosistem pendukung telah berusaha maksimal dalam lima tahun terakhir untuk merealisasikan potensi ekonomi digital Indone Selengkapnya

    Kolaborasi dengan Mitra Wujudkan Target Literasi Digital Seluruh Indonesia

    Kementerian Komunikasi dan Informatika menargetkan literasi digital ke menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Indonesia pada tahun 2024. O Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA