FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    15 03-2021

    354

    Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Pastikan Ketersediaan dan Harga Bapok Terkendali

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003
    Warga berbelanja melalui situs web lokapasar (market place) Borongdong.id di Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/2/2021). Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan market place khusus untuk penjualan dan pembelian sebagai inovasi digitalisasi serta upaya menyelamatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan ekonomi kreatif di Jawa Barat yang terdampak Pandemi COVID-19. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo – Pemerintah menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok (bapok) tersedia dan mencukupi dengan harga terjangkau untuk Ramadan dan Lebaran 2021. Kementerian Perdagangan akan menghitung, menganalisis, mengendalikan, dan mengeksekusi rencana guna memastikan suplai cukup. Sehingga, harga bisa diprediksi dan tetap stabil.

    “Dari hasil pantauan kami secara nasional, menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini, ketersediaan serta harga bapok terpantau aman dan stabil. Kementerian Perdagangan telah melakukan koordinasi secara intensif dengan asosiasi produksi, penjual, distribusi, dan seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya guna memastikan ketersediaan bapok nasional,” jelas Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara virtual di Jakarta, Senin (15/03/2021). 

    Menurut Mendag, saat ini beberapa komoditas seperti beras dan gula menjadi perhatian pemerintah untuk diantisipasi stabilitas harga dan kecukupan pasokannya. “Menjelang Ramadan dan Lebaran, dapat dipastikan harga komoditas tersebut akan stabil. Hal itu disebabkan, pada bulan Maret ini kita akan memasuki masa panen beras. Sedangkan untuk gula, proses impor raw sugar akan masuk dan menambah stok dan gula yang telah digiling akan masuk ke pasar. Dengan begitu, harga gula akan kembali stabil menjadi Rp12.500/kg sesuai harga eceran tertinggi (HET),” terang Mendag.

    Hal yang sama, lanjut Mendag, juga terjadi pada komoditas cabe merah. “Setelah sempat mengalami kenaikan harga akibat cuaca yang merusak panen di sejumlah sentra seperti Tuban, Kediri, dan Blitar di Jawa Timur; serta Wajo, Sulawesi Utara, harga cabe merah di pasaran saat ini sudah mulai turun karena akan memasuki masa panen. Sehingga, menambah stok di pasar dan membuat harga kembali stabil,” ungkap Mendag.

    Mendag menegaskan, seluruh komoditas bapok untuk kebutuhan nasional, terutama memasuki Ramadan dan Lebaran bisa terjaga dengan baik. “Saya pastikan juga, bila nanti ada kenaikan harga, itu sifatnya sporadis. Kami pastikan stok selalu tersedia dan kita akan melihat penurunan harga yang baik hingga Lebaran nanti,” pungkas Mendag.

    Untuk mendapatkan data bapok nasional terkini hasil pantauan Kemendag, dapat mengakses tautan https://ews.kemendag.go.id/.

    Berita Terkait

    Kerja Keras Pemerintah Amankan Pengadaan Vaksin bagi Masyarakat

    Pada bulan Agustus ini akan ada serangkaian ketibaan vaksin di Indonesia yang akan menambah stok vaksin bagi masyarakat. Selengkapnya

    Inilah Dukungan Pemerintah Agar UMKM Go Digital dan Go Global

    Pada tahun 2020, realisasi dukungan untuk UMKM telah mencapai Rp112,26 Triliun. Dengan mempertimbangkan fluktuasi pertumbuhan ekonomi dan gu Selengkapnya

    Hasil Riset Sosial Bantu Pemerintah Rumuskan Kebijakan di Masa Pandemi

    Adapun penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Indonesia akan terus di akselerasi dengan memanfaatkan hasil riset dan inovasi termasuk Selengkapnya

    Tekan Angka Kematian di Solo Raya dan DIY, Pemerintah Siapkan Isolasi Terpusat

    Tren kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Solo Raya dan provinsi DI Yogyakarta masih meningkat. Menko Luhut mengimbau agar pemerintah dae Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA