FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 02-2021

    658

    Pemerintah Tambah Alokasi USO untuk Konektivitas Desa

    Kategori Berita Kominfo | Yusuf

    Jakarta, Kominfo – Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menambahkan anggaran Universal Service Obligation (USO) untuk mempercepat konektivitas seluruh wilayah Indonesia.

    “Pemerintah melakukan proses percepatan, agar seluruh daerah di Indonesia secepatnya tersedia konektivitas. Pemerintah menyiapkan dana besar dari APBN untuk menambah anggaran USO untuk konektivitas seluruh desa yang belum tersedia layanan internet,” Jelas Ismail pada acara Berita Satu New Normal, Jumat (19/02/2021).

    Dirjen SDPPI mengungkapkan Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran berharga. Konektivitas merupakan kebutuhan sangat penting, karena seluruhan aktivitas kehidupan harus bisa terkoneksi melalui dunia digital. “Tentu saja konektivitas ini harus didapatkan seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

    Akhir 2022, seluruh wilayah Indonesia harus terkoneksi layanan 4G. Tapi, ketika menyiapkan layanan 4G, sebenarnya pemerintah bersama operator telekomunikasi sudah mempersiapkan 5G. Semua harus bergerak secara simultan untuk menuntaskan konektivitas mencapai level yang cukup untuk mendukung aktivitas masyarakat.

    Ismail menjelaskan sebuah bangsa harus membangun kompetensi menjadi lebih kompetitif, baik di tingkat regional maupun global. Persiapan 5G merupakan sebuah keniscayaan. Teknologi baru ini merupakan evolusi dari sebelumnya. Persiapan dilakukan dari segala aspek, dari infrastruktur sampai ekosistem yang dibutuhkan untuk implementasinya.

    “5G itu merupakan sebuah evolusi dan tentu harus kita persiapkan secepatnya pemerataan 4G. Basis menyiapkan 5G itu adalah 4G,” papar Ismail.

    Pada acara yang sama, turut hadir secara daring, Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Marwan O Baasir dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi.

    Menurut Sekjen ATSI, Indonesia harus secepatnya beradaptasi dengan 5G. “Total per November 2020 ada 144 network di dunia dan berada di 61 negara dan juga sudah ada 580 device 5G yang sudah tersedia di ekosistem. Bukan kita yang ingin melakukan perubahan, tapi memang sudah harus cepat beradaptasi dengan 5G ini,” jelasnya.

    Marwan  juga menjelaskan sebuah bangsa harus bermimpi agar dapat menjadi kompetitif. “Kita ingin 5G dapat cepat terlaksana, agar bangsa kita dapat berkompetisi dengan global,” tambahnya.

    Sementara itu. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute mengangkat imbauan Presiden Joko Widodo agar mempersiapkan infrastruktur transformasi digital. “Harus dibenahi terlebih dahulu infrastruktur yang mendukung terjadinya transformasi digital,” kata Heru Sutadi.

    Heru Sutadi menegaskan 5G merupakan jawaban kebutuhan masyarakat. Namun, adopsi teknologi tidak sekaligus, melainkan harus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan. “Dari kota besar, perbatasan hingga desa, pada dasarnya merupakan perjalanan adopsi sebuah teknologi,” ucapnya.

    Berita Terkait

    Kemlu dan Kominfo Gelar Lokakarya Diplomasi Digital untuk Negara Pasifik

    Menurut Dirjen Teuku Faizasyah, pokok materi berupa ringkasan and implementasi e-government dan Digital Public Relations bertujuan untuk mem Selengkapnya

    Pemerintah Luncurkan "Gim Anak Bangsa”? Itu Hoaks!

    Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah yang menyatakan bahwa penyedia layanan permainan digital tersebut milik pemerintah. Selengkapnya

    Sidang Kedua DEWG G20 Rampungkan Isu Konektivitas dan Pemulihan Pascapandemi

    Delegasi DEWG G20 telah menuntaskan diskusi isu konektivitas dan pemulihan pascaCovid-19. Selengkapnya

    Implementasi ASO Picu Siaran TV Komunitas Tumbuh

    Migrasi televisi analog ke televisi digital atau Analog Switch Off (ASO) memberikan peluang perkembangan siaran televisi komunitas di seluru Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA