FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    19 02-2021

    513

    Dorong Ragam Inovasi UNS Diproduksi Massal

    Kategori Berita Pemerintahan | srii003

    Jakarta, Kominfo - Momentum pandemi Covid-19 tidak menghalangi kreativitas akademisi dan ilmuwan dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah. Mereka menciptakan produk yang bisa membantu percepatan penanganan pandemi Covid-19.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy  mengapresiasi produk yang dirintis oleh UNS. Menurutnya, UNS telah berhasil memanfaatkan masa sulit pandemi dengan membuat inovasi yang sangat berguna.

    "Ini suatu karya monumental. Artinya UNS sudah berhasil mengambil segi positif dari wabah Covid-19 yang melanda Indonesia. Saya yakin kalau seandainya tidak ada Covid-19 belum tentu teman-teman UNS sesemangat ini membikin inovasi," kata Menko Muhadjir saat berkunjung ke UNS, Solo, Jumat (19/02/2021).

    Menko PMK melihat produk inovasi tersebut yakni robot perawat, kursi roda elektrik dengan kemudi, alat pelindung diri, ventilator, terapi plasmapheresis, dan obat herbal Curcuma Pro untuk meningkatkan imunitas. 

    Lebih lanjut, Menteri Muhadjir mengatakan, beberapa produk inovasi sudah layak untuk diproduksi masal. Seperti robot perawat, kursi roda elektrik, dan alat pelindung diri. Menurutnya,  produk yang dihasilkan sudah sangat baik.

    "Sudah sangat bagus. Itu bisa langsung menjalin dengan produsen pabrik. Sehingga bisa diproduksi secara massal. Dan untuk izin produksi izin edar bisa direkomendasikan," tuturnya.

    Sementara, imbuh Menko PMK, beberapa produk inovasi seperti mesin ventilator, terapi plasmapheresis, masih memerlukan uji klinis sampai memenuhi standar agar siap diproduksi secara masal. 

    "Perlu ada uji klinis lebih lanjut sampai memenuhi standar Kemenkes dan bisa disupervisi dengan BPOM. Kalau sudah disetujui saya bisa merekomendasikan produksinya dan edarnya," jelas dia.

    Muhadjir mengatakan, saat ini tugas pemerintah adalah mendorong akademisi dan peneliti dari perguruan tinggi untuk terus berinovasi. Selain itu, pemerintah juga mendorong industri nasional untuk mengedepankan inovasi-inovasi seperti yang dihasilkan UNS untuk menguasai pasar.

    "Kita harus mendorong teman-teman dosen perguruan tinggi untuk terus melakukan riset pengembangan inovasi. Dan kita punya tanggung jawab untuk memastikan karya-karya itu bisa diadopsi oleh pasar, oleh masyarakat. Kita juga harus ada proteksi agar industri dalam negeri harus diutamakan," pungkasnya.

    Berita Terkait

    Presiden Tegaskan Vaksinasi Dosis Ketiga Gratis

    Presiden menyampaikan, vaksinasi booster diberikan kepada kelompok masyarakat yang telah memperoleh dosis lengkap minimal selama enam bulan. Selengkapnya

    Komitmen Pemerintah Jadikan Indonesia Pusat Produsen Halal Dunia

    Selengkapnya

    Menko PMK Dorong Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

    Menko PMK Muhadjir Effendy secara tegas mendorong pelaksanaan pemberian vaksinasi kepada anak usia 6-11 tahun. Selengkapnya

    Digitalisasi Dorong Pengembangan dan Modernisasi Koperasi

    Pemerintah menargetkan pertumbuhan koperasi modern pada tahun 2024 sebanyak 500 unit koperasi. Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA