FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    16 02-2021

    959

    [HOAKS] Covid-19 bukan Virus, Sumber : Kementerian Kesehatan Italia

    Kategori Hoaks | mth

    Penjelasan :

    Beredar sebuah pesan berantai pada WhatsApp yang menjelaskan bahwa Italia adalah negara pertama yang telah melakukan proses bedah mayat terhadap pasien Covid-19 yang telah meninggal, dimana hal tersebut dilarang dan merupakan pelanggaran undang-undang WHO. Setelah dibedah, disimpulkan bahwa Covid-19 bukan virus dan dikatakan virus itu adalah salah satu penipuan sangat besar dimana yang terjadi sebenarnya, penderita Covid-19 yang mati disebabkan oleh "Amplified Global 5G Electro magnetic Radiation (Poison)”. Pesan berantai ini juga menyebutkan bahwa informasi yang telah beredar  bersumber dari Kementerian Kesehatan Italia.

    Faktanya, Kementerian Kesehatan Italia tidak pernah membuat pernyataan tersebut. Dilansir AFP Fact Check, 9 Juni 2020 lalu, juru bicara Kementerian Kesehatan Italia menyatakan narasi itu hoaks. Menurutnya, ahli di seluruh dunia telah menemukan dan sepakat bahwa Covid-19 disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Virus tentu berbeda dengan bakteri, yang tidak bisa diatasi dengan antibiotik. Paracetamol memang berguna saat terjadi demam tinggi, tetapi tidak untuk menyembuhkan Virus Corona. Mengenai larangan autopsi, tidak ada larangan dari WHO untuk mengautopsi. Selain itu, Komisi Internasional untuk Perlindungan Radiasi Non-Ionisasi (ICNIRP) menyatakan tidak ada bukti ilmiah bahwa teknologi mengancam kesehatan manusia.

    KATEGORI: HOAKS

    Link Counter:

    -https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/15/131200865/-hoaks-kemenkes-italia-sebut-covid-19-bukan-karen-virus-tetapi-bakteri?page=all

     

     

     

     

    Berita Terkait

    [HOAKS] Vaksin Massal oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara

    Selengkapnya

    [HOAKS] Keppres Tentang Penetapan Kedaruratan Keuangan Negara

    Selengkapnya

    [HOAKS] Dokumen Pemberian Izin Usaha Mengatasnamakan OJK

    Selengkapnya

    [HOAKS] Vaksin Covid-19 Berbahaya Bagi Ibu Menyusui

    Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA