FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    02 02-2021

    568

    Ajak Masyarakat Waspadai Hoaks, Kominfo Sediakan Kontak 24 Jam

    Kategori Berita Kominfo | doni003

    Jakarta, Kominfo - Berita bohong atau hoaks dengan pengemasan sedemikian rupa kerap muncul dan membuat masyarakat percaya. Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat sejak 23 Januari 2020 s.d. 1 Februari 2021 terdapat 1.402 isu hoaks yang berkaitan dengan Covid-19. Khusus untuk vaksin, Kementerian Kominfo telah menangani 97 temuan isu hoaks hingga 1 Februari 2021.

    Koordinator Pengendalian Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Anthonius Malau mengajak masyarakat untuk mewaspadai berita yang provokatif dan tidak dengan mudah mempercayai berita-berita tersebut.

    “Diharapkan masyarakat mampu memeriksa dua hal,  pertama apakah sumber berita valid atau tidak. Kedua, cek keaslian fakta dan fotonya. Kemudian kami pun mengharapkan masyarakat melaporkan hoaks ke kanal yang kami sediakan ada di nomor WA 08129224545 yang kami buka 24 jam,” ajaknya dalam Keterangan Pers di media center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (02/02/2021).

    Bahkan, Anthonius Malau mengajak masyarakat berpartisipasi melaporkan konten hoaks yang ditemukan dalam grup WhatsApp atau Telegram. “Marilah kita menjadi polisi hoaks di grup-grup WA atau grup Telegram. Ketika ada suatu konten yang meragukan mari jangan langsung percaya dan laporkan konten tersebut kepada Kemkominfo atau ke Dinas Kominfo yang nanti akan diteruskan ke kami,” tuturnya.

    Menurut Koordinator Pengendalian Internet, Kementerian Kominfo melakukan inisiatif untuk melawan konten hoaks mulai dari hulu sampai hilir. "Di hulu kita memperkuat kapasitas masyarakat melalui program literasi digital yang kita sebut Siberkreasi. Tujuannya adalah untuk membekali masyarakat dengan keterampilan untuk mengetahui dan memilih konten yang benar,” paparnya 

    Lebih lanjut lagi, Anthonius Malau menjelaskan di tengah antara hulu dan hilir, Kementerian Kominfo elakukan upaya pendekatan kepada platform media sosial untuk melakukan penurunan (take down) konten hoaks tersebut. Sementara, di hilir melakukan langkah terakhir karena di sini ada yang sampai berujung ke penegakan hukum.

    “Khusus untuk kasus hoaks Covid-19, ada 104 yang telah dibawa ke ranah hukum. Kominfo juga melakukan patroli siber yang bekerja 24 jam selama tujuh hari dalam seminggu. Diawaki kurang lebih 100 orang yang menerima aduan masyarakat dan bekerjasama dengan 28 kementerian/lembaga yang bermitra dengan kami,” tambahnya.

    Menurut Anthonius Malau, media massa juga bekerjasama dengan Kementerian Kominfo untuk mengecek fakta. “Pada umumnya media massa memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, karena memiliki proses yang berujung pada kebenaran. Bekerjasama dengan platform media sosial pun kami melakukan pendekatan, cek fakta dan memberikan literasi digital kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Berita Terkait

    Awas Hoaks! Kota Probolinggo Terapkan E-Tilang pada 23 Maret 2021

    Telah beredar informasi penerapan elektronik tilang kendaraan bermotor atau E-Tilang di Kota Probolinggo Jawa Timur. Konon, informasi yang Selengkapnya

    Sikapi Dinamika Medsos dan Lawan Hoaks, Kominfo Dorong Milenial Lebih Bijak

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong generasi milenial untuk lebih bijak dalam menyikapi dinamika yang terjadi di media sosial. Selengkapnya

    Wujudkan Target ASO, Kominfo Gandeng KPI Jambi

    Menjelang penerapan penyiaran televisi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melibatkan pemangku kepentingan untuk mendukung targe Selengkapnya

    Awas Hoaks! Rakernas Kadis Kesehatan Kota Bandung

    Beredar pesan berantai mengatasnamakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara. Dalam pesan itu perihal adanya Undangan Raker Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA