FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 01-2021

    244

    Peluang Besar Ekonomi Hijau dan Digital bagi Indonesia

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021). Menurut data Bank Indonesia (BI) pada tahun 2020 sebanyak 5,8 juta merchant secara nasional dan hampir semuanya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) telah terhubung dengan alat pembayaran QRIS dan BI menargetkan pada tahun 2021 sebanyak 12 juta UMKM akan mulai masuk dalam ekosistem digitalisasi serta terhubung dengan alat pembayaran QRIS yang memungkinkan adanya transaksi tanpa tatap muka sehingga pembayaran bisa berlangsung cepat, mudah, aman dan andal. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Ekonomi hijau dan ekonomi digital merupakan dua tren ekonomi yang tengah berkembang secara global, utamanya di negara-negara maju. Dua hal ini harus dapat diikuti dalam jangka panjang oleh Indonesia untuk dapat menyelaraskan perekonomiannya dengan perkembangan global.

    “Dalam jangka panjang, saya melihat kita memiliki kekuatan di green product dan green economy yang saya kira sekarang ini semua negara kawasan mulai melihat itu,” kata Presiden saat menjadi pembicara kunci dalam Kompas100 CEO Forum Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/01/2021). 

    Semakin tingginya kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan hidup menjadikan produk dan ekonomi hijau terus berkembang. Pada tahap selanjutnya, hal tersebut diyakini akan turut memengaruhi ekonomi dan bisnis global, yang tentunya juga akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

    “Ini yang akan berkembang. Kita memiliki kesempatan yang besar masuk ke produk hijau dan ekonomi hijau ini baik dari sisi produksi, distribusi, dan konsumsi,” kata Presiden.

    Selain ekonomi hijau, Presiden juga melihat bahwa di masa saat ini, semua sektor mau tidak mau harus masuk kepada tahapan digitalisasi. Di tengah melesatnya perekonomian digital dewasa ini, Kepala Negara menyebut bahwa industri dituntut untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

    “Pemerintah, pendidikan, hingga sektor kesehatan semuanya harus masuk pada digitalisasi sehingga makin efisien, kompetitif, dan kita bisa bersaing dengan negara-negara lain,” ujarnya.

    Terkait hal tersebut, Kepala Negara meminta seluruh pihak untuk dapat menjawab tantangan sekaligus peluang yang ada tersebut. Menurutnya, tahun 2021 ini dapat dijadikan momentum bagi semuanya untuk bangkit dan melewati masa krisis hingga menjadikan negara kita sebagai sebuah negara yang semakin tangguh dan maju.

    “Tahun 2021 adalah momentum kita untuk bangkit. Jika kita mampu melewati masa krisis ini dengan baik, kita akan lebih siap menjawab tantangan-tantangan ke depan dan bertransformasi karena kita menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru, semakin tangguh, dan menjadi negara maju,” tuturnya.

    Berita Terkait

    Buka Gelombang 12 Program Kartu Prakerja, Kembangkan Kompetensi dan Perlindungan Sosial Masa Pandemi

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hari ini secara resmi membuka Gelombang 12 yang menandai dimulainya Program Kartu Selengkapnya

    Pulihkan Ekonomi Nasional, Program Padat Karya Dimulai Sebelum Ramadhan

    Untuk memulihkan kondisi perekonomian yang terdampak Covid-19, Pemerintah berinisiatif untuk membentuk program pemulihan ekonomi berskala na Selengkapnya

    Percepat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia, Perlu Sinergi Terpadu Lembaga Terkait

    Untuk melaksanakan amanat Peraturan Presiden No.28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), KNEKS telah memb Selengkapnya

    Cara Berpikir Moderat dan Dinamis Kunci Membangun Peradaban Islam

    “Saya memandang bahwa salah satu hambatan dalam perkembangan peradaban saat ini antara lain adalah cara berpikir sempit dan tidak terbuka Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA