FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 12-2020

    469

    Indonesia ajak Perancis bangun konektivitas nasional

    Kategori Sorotan Media | meit001

    JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak pemerintahan Perancis membahas kerja sama antara dalam upaya penguatan konektivitas nasional.

    Dalam pertemuan dengan Menteri Urusan Perdagangan Luar Negeri dan Investasi Republik Perancis Franck Riester, Menteri Kominfo Johnny G. Plate beserta jajaran Kominfo dan perwakilan Pemerintah Perancis membahas beberapa isu utama yaitu peluncuran Satelit Multifungsi SATRIA-1, pengadaan Pusat Data Nasional (PDN), serta penjajakan keterlibatan Perancis dalam agenda percepatan transformasi digital Indonesia lain.

    Pembahasan ini merupakan pembahasan lanjutan dari pertemuan antara Duta Besar Perancis dan Menteri Kominfo pada bulan Juli 2020 lalu.

    Satelit Multifungsi SATRIA-1 dengan kapasitas 150 Gbps, diproyeksikan akan menjadi satelit telekomunikasi terbesar di Asia. Perakitan satelit SATRIA-1 dilakukan atas kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Thales Alenia Space, perusahaan manufaktur satelit yang berbasis di Perancis.

    “Pemerintah Perancis memiliki visi yang sama untuk meningkatkan konektivitas dan menghubungkan Indonesia dengan wilayah-wilayah lain. Pemerintah Perancis kembali menyatakan dukungan mereka untuk membantu percepatan pemenuhan pembiayaan proyek. Pemerintah Indonesia menargetkan peluncuran SATRIA-1 dapat dilakukan pada tahun 2023," kata Menteri Franck Riester.

    Dengan diluncurkannya satelit SATRIA-1 pada orbit Indonesia, Pemerintah berharap kebutuhan jaringan internet di daerah 3T dan 150.000 titik dari total 501.112 titik layanan publik dapat dipenuhi. Adapun titik layanan publik yang akan mendapatkan akses dari jaringan satelit ini antara lain sarana pendidikan, pemerintah daerah, administrasi pertahanan dan keamanan, dan fasilitas kesehatan.

    Menteri Johnny mengharapkan kesepakatan terkait pembangunan infrastruktur Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dapat segera difinalisasi, sesuai dengan ketentuan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

    Menteri Kominfo memaparkan dirinya sudah melakukan pengecekan lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan pusat data nasional.  

    “Kita sudah mendapat lokasi pembangunan dan sudah melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi spesifikasi dan keamanan untuk pembangunan pusat data,” jelasnya.

    Menteri Johnny juga memberikan perkembangan terbaru mengenai kebijakan digitalisasi penyiaran yang semakin diperkuat seiring dengan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja sektor Telekomunikasi, Pos, dan Penyiaran. “Melalui peraturan perundangan tersebut, penyelenggara penyiaran di Indonesia harus segera menyelesaikan proses analog-switch-off (ASO) dalam jangka waktu kurang dari dua tahun dari sekarang, atau pada November 2022,” ujar Menteri Johnny.

    Pemerintah Perancis menyambut baik dan menyatakan dukungannya terhadap kebijakan digitalisasi penyiaran tersebut. Franck juga menyatakan bahwa Pemerintah Perancis terbuka untuk menceritakan pengalaman digitalisasi penyiaran di negaranya, yang sudah berhasil dilakukan sejak tahun 2011.

    Selama 70 tahun terakhir, Indonesia telah menjadi mitra strategis Perancis dan diharapkan kolaborasi di sektor konektivitas ini dapat memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Menteri Franck menyatakan kunjungan ke Indonesia kali ini ditujukan untuk meningkatkan kerja sama dengan mitra Perancis di negara-negara ASEAN. Menurutnya, Indonesia adalah mitra Perancis di ASEAN yang memiliki peluang perkembangan ekonomi yang amat baik.

    “Kami menganggap Indonesia sebagai negara anggota ASEAN yang berpengaruh dan memiliki kontribusi penting untuk pengembangan kemitraan serta kerja sama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik, terutama untuk investasi teknologi baru seperti penyiaran digital,” ujarnya.

    Menteri Johnny menyampaikan kembali bahwa pandemi COVID-19 yang terjadi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi Indonesia-Perancis semua untuk sama-sama mengusahakan yang terbaik bagi pemulihan dua negara. “Saya berharap kolaborasi ini dapat memberikan efek ungkit bagi pemulihan perekonomian Indonesia, sekaligus mewujudkan konektivitas yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Menteri Johnny.(ak)

    Pewarta : ak

    Link: https://www.indotelko.com/read/1608512514/indonesia-perancis-nasional

    Berita Terkait

    Menkominfo ajak untuk pertahankan konsensus bangsa di Hari Kesaktian Pancasila

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengajak untuk mempertahankan dan tetap menghadirkan empat konsensus bangsa Selengkapnya

    Menkominfo Ajak Kembangkan Inovasi Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengajak seluruh insan pos dan telekomunikasi serta ekosistem komunikasi dan Selengkapnya

    Kolaborasi Telekomunikasi Meningkatkan Konektivitas dan Perekonomian

    Asosiasi Global System for Mobile Communications (GSMA), Proyek Telekomunikasi Infra (TIP/Telecom Infra Project), Universitas Telkom dan par Selengkapnya

    Indonesia Angkat Isu Keamanan Data Di Pertemuan G20 Tingkat Menteri

    Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengedepankan isu kedaulatan dan keamanan data pada pertemuan Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA