FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 12-2020

    481

    Menko Maritim Ajak Generasi Milenial Terapkan Budaya Bahari

    Kategori Berita Kominfo | srii003

    Jakarta, Kominfo - Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki garis pantai terpanjang nomor dua di dunia sepanjang 108.000 kilometer, Indonesia memiliki potensi unggulan dan dikaruniai kekayaan sumberdaya alam kelautan yang berlimpah.  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengajak generasi milenial untuk menerapkan Budaya Bahari dalam era digital sekarang ini.

    "Sumberdaya alam hayati maupun nonhayati dan jasa kelautan belum tergarap secara optimal. Oleh sebab itu di era digital ini, dengan memanfaatkan semangat Hari Nusantara, perlu diimplementasikan kebijakan pemanfaatan potensi sumberdaya secara terintegrasi. Penguatan budaya bangsa melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya bagi generasi milineal sebagai implementasi Deklarasi Djuanda," ujarnya dalam sambutan secara virtual dalam Puncak Peringatan Hari Nusantara ke-63 2020 dari Jakarta, Minggu (13/12/2020).

    Menurut Menko Kemaritiman dan Investasi, Deklarasi Juanda merupakan konsepsi wawasan nusantara. Deklarasi itu, mendasari perjuangan bangsa Indonesia untuk menjadi negara kepulauan.

    "Konsep-konsep deklarasi ini mendasari perjuangan bangsa Indonesia di internasional untuk menjadi negara kepulauan. Dengan tanpa meneteskan darah dan sebutir peluru, luas daerah Indonesia bertambah menjadi 5,8 juta kilometer persegi," ujarnya.

    Sejarah Nusantara diawali sejak Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 yang akhirnya mengubah konsepsi tentang negara kepulauan terutama batas wilayahnya. Sebelumnya, luas wilayah Indonesia masih berdasarkan Territoriale Zee en Marietieme Kringen Ordonantie (TZMKO) yang menyatakan bahwa luas wilayah Indonesia hanya sebesar 2.027.087 km2 dan batas territorial laut Indonesia sejauh 3 mil dari garis pantai.

    “Keadaan ini mengakibatkan Indonesia akan mudah terpecah-belah, sementara UUD 1945 pada saat itu, tidak membahas mengenai batas-batas wilayah Indonesia,” ucap Menko Luhut.

    Deklarasi Djuanda dicetuskan oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawijaya kemudian dikenal sebagai konsepsi Wawasan Nusantara. Kini, luas wilayah kedaulatan Indonesia adalah seluas 8.300.000 km2 setelah batas teritorial laut Indonesia menjadi sejauh 12 mil dari garis pantai. Sejak saat itu, laut Indonesia termasuk laut di dalam dan di antara kepulauan Indonesia, dan wilayah Indonesia mencakup daratan maupun perairan. Deklarasi ini kemudian disahkan melalui UU No. 4/PRP/Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia.

    “Konsep deklarasi ini mendasari perjuangan bangsa Indonesia di internasional untuk menjadi rezim negara kepulauan (Archipelagic Nation Concept),” lanjut Menko Luhut.

    Wawasan Nusantara pada akhirnya pun diakui sebagai The Archipelagic Nation Concept melalui Konvensi Hukum Laut PBB Ke-III Tahun 1982 dalam United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS 1982).

    Pada tahun 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mencanangkan tanggal 13 Desember sebagai Hari Nusantara. Hari Nusantara pun disahkan menjadi hari perayaan nasional sejak diterbitkannya Keputusan RI Nomor 126 tahun 2001 yang diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Guna  mengarusutamakan ekonomi maritim sebagai penggerak ekonomi nasional, Menko Luhut menyatakan hal itu bisa dilakukan dengan pemanfaatan teknologi secara meluas dan terintegrasi untuk peningkatan ekonomi maritim Indonesia.

    "Khusus generasi muda, saya ingin anak-anakku sekalian harus mengenang atau juga menghargai apa yang sudah dilakukan oleh Insinyur Juanda. Tanpa beliau Indonesia tidak seperti saat ini. Mari kita jadikan momentum untuk mempertebal semangat kebersamaan persatuan dan menjaga kesatuan negara kita," ungkapnya

    Menko Kemaritiman dan Investasi mengajak generasi milenial untuk menjaga budaya maritim di era digital. "Mari kita jaga Budaya Bahari melalui penguatan ekonomi maritim. Dan pada era digital ini dan saya sekali lagi juga di tangan kalian NKRI ini ke depan NKRI harus kita hormati dan harus tetap dijalankan seperti pesan dari the founding father Indonesia. Selamat memperingati hari Nusantara ke 63 tahun 2020!" pungkasnya.

    Peringatan tahun ini menjadi berbeda. Apabila biasanya peringatan Hari Nusantara dilakukan secara bergilir di daerah-daerah yang memiliki potensi maritim dan bahari, tahun ini hanya dilakukan secara terbatas, tanpa atraksi budaya bahari, olahraga bahari, pemberdayaan ekonomi pesisir, maupun edukasi kemaritiman. 

    Berita Terkait

    Menkominfo Ungkap Keyakinan akan Daya Saing Milenial Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan keyakinannya atas kemampuan dan daya saing generasi milenial untuk menopang In Selengkapnya

    Ubah Perilaku Masyarakat, Peran Penting Pers dalam Penanganan Pandemi

    Peran media atau pers sangat penting dalam penanganan Covid-19 yang saat ini tengah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan. Menurut Di Selengkapnya

    Pengaturan ASO Bawa Efisiensi Penyiaran di Indonesia

    Undang-undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja mendorong penerapan Analog Switch Off (ASO) paling lambat 2022. Pengaturan itu membawa ef Selengkapnya

    Jelang Pilkada, Milenial Jangan Terganggu Berita Bohong

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo mengatakan, menjelang Pemilihan Kepa Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA