FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    09 12-2020

    712

    Digitalisasi Desa Kunci Utama Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir

    Kategori Berita Kominfo | Yusuf
    Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate (tengah) melakukan swafoto bersama Menteri DPDTT Abdul Halim Iskandar (kiri), usai berbincang bersama mengenai Hari Nusantara dalam program Prime Talk Metro TV, di Jakarta, Selasa (08/12/2020). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan fokus menggarap jaringan internet pada 2021 hingga 2022 di 12.548 kelurahan/desa di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) maupun non 3T khususnya di wilayah pesisir guna meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan pembangunan ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat dan meratakan implementasi jaringan di seluruh daerah yang rencana sebelumnya akan selesai 2032 namun karena adanya Covid-19 maka dipercepat lebih maju 10 tahun menjadi dimulai 2021-2022.

    "Seperti arahan bapak presiden adalah kita akan bangun 9.113 desa kelurahan di 3T dan 3.435 desa non 3T. Ini total ada 12.548 desa/kelurahan yang belum tercakup 100 persen," katanya dalam program Prime Talk Metro TV, di Jakarta, Selasa (08/12/2020).

    Menurut Menteri Johnny, dari 12.548 kelurahan/desa, 9.113 desa ada di daerah 3T, sementara 3.345 adalah daerah non 3T. Total Indonesia memiliki 83.218 kelurahan/desa, 62.877 di antaranya berada di daerah 3T. Menurutnya, hal itu menjadi pekerjaan besar pada 2021 untuk Kementerian Kominfo karena ada 9.113 desa yang memang tidak komersial dan harus dibangun dengan jaringan.

    "Nanti seluruhnya akan terlayani dengan sinyal phone seluruhnya ada 12.548 desa yang terlayani 9.113 desa di wilayah 3T akan dibangun oleh Kominfo dan 3.435 desa di wilayah komersial seluruh operator sudah komitmen akan mebangunnya," tuturnya.

    Menteri Kominfo menyatakan, dalam Peringatan Hari Nusantara 2020 hal yang menjadi tantangan adalah bagaimana keadilan ekonomi dan instuitas masyarakat ambil bagian didalamnya, masalah digitalisasi itu di hilir setelah sektor produksinya untuk marketplace-nya baru melalui digitalisasi jadi harus dari hulunya dulu

    Menurutnya, peringatan Hari Nusantara ini untuk mengingatkan masyarakat bahwa indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi ekonomi begitu besar yang harus dikuasai untuk digunakan kepentingan rakyatnya sendiri.

    Menteri Johnny menyebutkan literasi termasuk melalui digital agar masyarakat mencintai dan menguasai baharinya untuk kepentingan eksplorasi, serta eksploitasi perekonomiannya, menjadi hal utama yang harus selalu dilakukan.

    “Kalau masalah digitalisasi itu di hilir, setelah sektor produksi yang dihasilkan untuk marketplace-nya baru melalui digitalisasi. Tapi, produksinya ini terlebih dahulu (hulunya),” tandasnya.

    Di tempat yang sama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemen DPDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan akan memaksimalkan potensi desa di Hari Nusantara.

    "Momentum ini sangat bermakna bagi Kementerian Desa karena 10.743 desa di wilayah pesisir catatan yang penting adalah bagi 10.743 desa ada 1.103 desa ada di wilayah terluar pulau pulau kecil dan terpencil, kemudian 261 desa itu satu desa posisinya lebih dari satu pulau jadi ada satu RT satu pulau," ujarnya.

    Menurut Mendes PDTT, momentum Hari Nusantara itu sangat berarti bagi 10.741 desa kaitan dengan perhatian kita harus maksimal ke daerah itu. Pertama dari sisi lokasi, yang kedua berkaitan dengan Kementerian Kominfo yaitu jaringan internet karena digitalisasi desa merupakan kunci utama yang dibutuhkan. Terutama urusan digitalisasi ekonomi agar produk-produk unggulan yang luar biasa yang berada di desa desa yang 10.743 desa bisa terekspose keluar, karena ada potensi unggulan di setiap desa meskipun letaknya sangat terpencil dan terluar jadi posisinya membutuhkan perhatian yang luar biasa.

    "Peran KemenDPDTT untuk masyarakat dalam mengambil bagiannya kuncinya ada di arah kebijakan pembangunan desa dari PERPRES 59/2017 tentang tujuan pembanguna berkelanjutan. kebijakan kemendes di 10.743 desa pesisir betul-betul diperhatikan, salah satu sumber nafkah berkelanjutan adalan potensi laut , kedua, bahwa laut harus dijaga kelestariannya, harus dijaga kondisi lingkungan yang bagus itu didasarkan pada satu kenyataan, dari 10.741 desa baru 13 persen desa di pesisir laut yang memiliki perhatianya terhadap laut. Dan 30 persen memiliki mitigasi bencana alam," ujarnya.

    Menteri Abdul Halim mengatakan, desa-desa di pesisir memiliki kelebihan dibanding desa di pegunungan, kelebihannya semiskin apapun warga masyarakat pesisir makannya masih bergizi seperti makan ikan, "kalau kita telusuri tokoh tokoh kita itu banyak dari daerah pesisi, kalau di desa pegunungan kalao msikin makan umbi umbian gizi nya kurang," katanya.

    Untuk mendorong pembangunan desa tersebut melalui dana desa, sebab dana desa menjadi stimulus utama maka dari itu dana desa boleh digunakan untuk dua hal, pertama untuk pertumbuhan ekonomi yang kedua untuk peningkatan SDM.

    "Pertumbuhan ekonomi pasti bicara digitalisasi, bagaimana kemudian hasil laut yang luar biasa itu tadi terekspose keluar kemudian melibatkan swasta misalnya Astra melakukan pendampingan kepada masyarakat nelayan sehingga kita bisa memberikan ruang yang cukup kepada para pihak untuk melakukan eksplorasi terhadap potensi laut tetapi dilakukan di desa ini yang akan dimobilisasi yang disebut denga BUMdes," tutur Mendesa PDTT.

    Berita Terkait

    Percepat Digitalisasi Daerah, Kominfo Perkuat Infrastruktur TIK

    Guna menghubungkan jaringan interkonektivitas antar wilayah di tingkat kabupaten dan kota, Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan Selengkapnya

    Menteri Johnny Ajak Kolaborasi Edukasi Masyarakat Soal Vaksinasi

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai, selain ketersediaan vaksin, tata kelola manajemen vaksinasi, serta vaksinator ya Selengkapnya

    Komitmen Kembangkan Ekonomi Digital, Inilah Peran Kominfo!

    Pemerintah bersama ekosistem pendukung telah berusaha maksimal dalam lima tahun terakhir untuk merealisasikan potensi ekonomi digital Indone Selengkapnya

    Dirjen Aptika Ajak Tingkatkan Liiterasi Digital Masyarakat

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengajak semua pihak ikut serta men Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA