FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 12-2020

    464

    Masuk Masa Tenang Pilkada 2020, Kominfo Ajak Hilangkan Apatisme Publik

    Kategori Berita Kominfo | Irso

    Jakarta, Kominfo - Memasuki masa tenang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak masyarakat di 270 daerah untuk menghilangkan apatisme publik.

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Widodo Muktiyo mengatakan masyarakat telah memiliki ruang dan kesempatan yang harus dioptimalkan agar dalam proses Pilkada Serentak 2020 yang telah memasuki masa tenang ini pada tanggal 6 s.d. 8 Desember 2020. Oleh karena itu, menapaki tahapan berikutnya, Dirjen Widodo mengajak untuk menghilangkan apatisme dan memilih dengan rasional agar menghasilkan pemimpin berkualitas. 

    “Untuk itulah maka rasionalitas kita untuk memilih dalam era demokrasi ini mesti kita dorong terus. Mari kita hilangkan apatisme publik, mari kita hilangkan sesuatu yang justru tidak akan mendukung proses demokrasi yang sudah menjadi pilihan kita semuanya,” ujarnya dalam Webinar Peran Strategis dan Partisipatif Pemuda Mewujudkan Pemilihan Serentak yang Sehat, dari Jakarta, Minggu (06/12/2020).

    Menurut Dirjen IKP Kementerian Kominfo, setiap warga negara memiliki hak suara yang sama dalam proses demokrasi di Indonesia tanpa melihat status dan derajat tertentu. Dirjen Widodo juga mengajak peran serta pemuda untuk menyukseskan Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

    “Inilah proses demokrasi yang harus segera kita optimalkan agar supaya apa yang kita inginkan itu menjadi kenyataan. Tentu banyak hal-hal yang harus kita perbaiki, tetapi tunjukkan kita sebagai generasi muda, aktivis-aktivis pemuda di Indonesia untuk bisa melahirkan sistem politik yang demokratis, sistem politik yang berkualitas, dan salah satu hal adalah Pilkada,” jelasnya. 

    Dorong Pemuda Ambil Peran

    Dirjen IKP Kementerian Kominfo, menyatakan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di  270 kabupaten, kota dan provinsi itu berlangsung di tengah situasi yang sulit akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, simpatisan atau pendukung pasangan calon tertentu tidak lagi ikut berkampanye dalam jumlah massa yang banyak. 

    “Namun ada beberapa sisi positif yang patut disyukuri, (massa kampanye) tidak lagi pakai sepeda motor dengan suara yang sangat keras mengganggu tetangga, mengganggu masyarakat yang lainnya, teriak-teriak bahkan konflik sosialnya relatif lebih banyak,” ujarnya. 

    Dirjen Widodo menilai pelaksanaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 juga menunjukkan adanya satu peradaban yang baru yakni hadirnya transformasi digital. 

    "Pemuda bisa ambil peran dalam Pilkada 2020 untuk meyakinkan masyarakat agar tidak apatis dan golput, pemuda harus tampil dan mengambil peluang untuk melahirkan pemimpin di daerah dengan cara-cara yang lebih elegan. Misalnya dengan memanfaatkan ekosistem teknologi yang tengah berkembang seperti virtual digital," ujarnya. 

    Dirjen IKP Kementerian Kominfo mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat mengambil hikmah positif dari ujian tersebut. “Mari di tengah hari-hari tenang (Pilkada 2020) gunakan kesempatan sebaik-baiknya kita semua untuk bisa meyakinkan masyarakat untuk hadir di TPS, untuk menggunakan hak pilihnya, untuk mengeliminir politik pragmatis,” tandasnya.

    Sedangkan bagi peserta Pilkada yang menyelenggarakan kampanye virtual, menurut Dirjen Widodo justru mengeluarkan biaya yang lebih ringan meskipun di sisi lain lebih membutuhkan kecakapan bagaimana meyakinkan publik dengan teknologi informasi.

    “Ini adalah kualitas pemimpin yang nanti akan transformatif, akan membawa daerah kita semuanya Insya Allah lebih baik,” ujarnya.

    Kedepankan Protokol Kesehatan

    Dirjen IKP Kementerian Kominfo menyatakan, salah satu tantangan dalam proses demokrasi di tengah pandemi Covid-19 adalah upaya membangun peradaban. Sehingga khusus kalangan pemuda dan aktivis untuk saatnya menunjukkan peran ikut mensosialisasikan Pilkada 2020 dengan mengedepankan protokol kesehatan. 

    “Dengan harus mengikuti kampanye yang virtual itu adalah sesuatu yang kita ambil hikmah positifnya untuk bisa betul-betul kita dipengaruhi secara cerdas, kita dipengaruhi secara intelektual,” ujarnya.

    Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, Dirjen Widodo menyatakan aksesibilitas generasi milenial adalah 40 persen yang memiliki hak pilih. Angka itu dinilai cukup signifikan. 

    “Kalau kita semuanya mau menggunakan dengan sebaik-baiknya, Insya Allah mimpi-mimpi anak muda yang sangat idealis melahirkan pemimpin yang berkualitas itu adalah bukti kita nanti bisa melaksanakan dalam proses tanggal 9 Desember,” tandasnya.

    Selain menggunakan hak pilih, Dirjen IKP Kementerian Kominfo mendorong kalangan milenial bisa meyakinkan masyarakat di sekitarnya menentukan hak pilih pada 9 Desember nanti.

    “Masih memilki waktu untuk itu. Mari kita hilangkan pesan-pesan yang nuansanya pesimis, nuansanya apatis. Nggak usah datang saja, misalkan, atau ngapain datang ke situ (TPS) paling kena kluster (Covid-19) nanti. Jadi pesimisme-pesimisme publik rasanya buat kita generasi muda Indonesia sudah tidak pada tempatnya,” jelasnya.

    Dalam webinar yang dhadiri lebih dari 100 peserta itu, Dirjen Widodo mengajak generasi muda menjadi pelopor perubahan sosial dan pelopor perubahan politik dalam nuansa berdemokrasi bangsa.

    “Ini event politik dan ini menunjukkan kedewasaan kita di dalam menjalankan fungsi pemilihan langsung. Kami dari sisi Kominfo yang mempunyai tugas utama dalam Pilkada ini mendiseminasi informasi, mensosialisasi informasi, mudah-mudahan generasi muda di manapun anda berada selalu berpikir prasangka positif, ber-khusnudzon supaya jiwa kita sehat,” imbuhnya.

    Webinar yang diselenggaran Ditjen IKP Kementerian Kominfo bekerjasama dengan PP Pemuda Muhammadiyah ini juga menghadirkan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, Komisioner KPU Pusat Ilham Saputra dan Komisioner Bawaslu Pusat Rahmat Bagja, turut hadir Sekjen PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla. 

    Berita Terkait

    Ajak Masyarakat Beri Pandangan Berbasis Data, Menkominfo: Pemerintah Tidak Antikritik!

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan penyampaian kritik yang baik harus berbasis fakta dan data serta mempertimba Selengkapnya

    Lantik 21 Pejabat Fungsional, Irjen Kominfo Ajak Tingkatkan Kapasitas Hadapi Tantangan

    Inspektrur Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Doddy Setiadi menyatakan Jabatan Fungsional Auditor memiliki tantangan tersendir Selengkapnya

    Ajak Masyarakat Waspadai Hoaks, Kominfo Sediakan Kontak 24 Jam

    Berita bohong atau hoaks dengan pengemasan sedemikian rupa kerap muncul dan membuat masyarakat percaya. Kementerian Komunikasi dan Informati Selengkapnya

    Kawal Ruang Digital, Menkominfo: Ditjen Aptika Punya Peran Spesifik

    Guna menjaga keamanan, kenyamanan masyarakat, mengawal ruang digital agar bersih, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komun Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA