FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    27 11-2020

    368

    Dirut BAKTI Apresiasi Kemahiran Disabilitas di Bidang TIK

    Kategori Berita Kominfo | Irso
    Dirut BAKTI Kementerian Kominfo Anang Latif dalam pembukaan Kompetisi TIK untuk Disabilitas Tingkat Nasional di Museum Nasional, Jakarta, Jum’at (27/11/2020). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo – Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Anang Latif mengapresiasi kemampuan kaum disabilitas yang mahir di bidang teknologi, informasi dan komunikasi (TIK).

    "Tidak sedikit dari generasi bangsa yakni kalangan difabel memiliki kemampuan mumpuni dalam memanfaatkan dan mengembangkan teknologi digital.  Mereka belajar dengan tekun dan merasa sangat terbantu oleh lompatan kemampuan yang ditawarkan,” ujarnya dalam pembukaan Kompetisi  TIK untuk Disabilitas Tingkat Nasional di Museum Nasional, Jakarta, Jum’at (27/11/2020).

    Menurut Dirut Anang Latif, Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi talenta digital dari kalangan disabilitas. Sebab, mereka biasanya memiliki minat dan determinasi yang tinggi terhadap kemajuan. 

    “Kami berharap bahwa ikhtiar-ikhtiar inklusi digital yang BAKTI Kominfo selenggarakan akan memberi sumbangsih yang signifikan pada agenda besar percepatan transformasi digital nasional,” ungkapnya.

    Dirut BAKTI Kementerian Kominfo menjelaskan inklusi digital seluruh lapisan masyarakat merupakan salah satu faktor penting keberhasilan transformasi menuju Indonesia Digital 2024. Menurutnya sektor TIK perlu diarusutamakan agar masyarakat dapat memperoleh manfaat sebesar-besarnya dari industri tersebut untuk meningkatkan taraf hidup. 

    “Terutama dimasa dan paska-Pandemi Covid-19 di mana terjadi migrasi yang signifikan dari aktivitas interaksi langsung atau interaksi fisik ke ruang digital sebagai dampak social distancing,” tandasnya.

    Pemerintah mendorong inklusi digital yang menjangkau penyandang disabilitas. Berdasarkan data BPS 2020, jumlah penduduk disabilitas di Indonesia mencapai 22,5 juta orang.  

    Sementara Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018 mengungkapkan akses informasi penyandang disabilitas dalam penggunaan ponsel atau laptop hanya 34,89%, sedangkan untuk nondisabilitas sebesar 81,61%. 

    “Demikian pula pemanfaatan internet hanya menjangkau 8,50% penyandang disabilitas, aksesibilitas tersebut berada jauh dibandingkan nondisabilitas yang angkanya mencapai 45,46%,” jelas Dirut Anang Latif.

    Melalui Kompetisi TIK untuk Disabilitas Tingkat Nasional, Dirut BAKTI Kementerian Kominfo berharap berbagai upaya yang telah dan akan diupayakan kelak akan membawa manfaat dan kemajuan bagi transformasi digital di Indonesia.  “Tetap produktif dan selalu bersama kita untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik,” tegasnya.

    Pelatihan dan Kompetisi TIK untuk Disabilitas diselenggarakan secara daring dengan total peserta sebanyak 1671 orang dari 34 provinsi di Indonesia.  Peserta pelatihan berasal lebih dari 170 Sekolah Luar Biasa, lembaga pendidikan, organisasi, komunitas, dan yayasan pemerhati disabilitas.   Sebanyak 203 pendaftar pelatihan berasal dari wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).

    "Sementara ini, hanya 16 orang di antaranya yang menyatakan memerlukan asistensi pelatihan berupa sinyal internet. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan telekomunikasi di Indonesia semakin merata dan menjangkau wilayah 3T," jleas Dirut Anang Latif.

    Hingga saat ini, jumlah instruktur yang mendaftar adalah sebanyak 346 orang dari seluruh Indonesia. Pelaksanaan Pelatihan dan Kompetisi Tingkat Provinsi diselenggarakan dari tanggal 9 s.d 26 November 2020. Sedangkan Kompetisi Tingkat Nasional diselenggarakan tanggal 27 s.d 2 Desember 2020 dan ditutup pada tanggal 3 Desember 2020 bersamaan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional.

    Berita Terkait

    Apresiasi Peran Aktif Pers Transmisikan Informasi Soal Covid-19

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, mengapresiasi peran dan kontribusi wartawan dan industri pers yang secara aktif mentrans Selengkapnya

    Dirjen Ingin Keterbukaan Jadi Budaya Kerja SDPPI

    Keterbukaan dan kejujuran diharapkan dapat diteruskan menjadi budaya dalam keseharian kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya da Selengkapnya

    Lewat Anugerah GPR Millenial, Dirjen IKP Apresiasi Informasi Positif di Medsos

    Anugerah Government Public Relations (GPR) Millenial yang diberikan bagi kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Komunikasi dan Selengkapnya

    Percepat Migrasi ke Digital, Kominfo Bangun Infrastruktur TIK

    Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate megatakan situasi pandemi Covid-19 telah mendorong akselerasi transformasi digital untuk Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA