FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 11-2020

    245

    Presiden Dorong Akses Vaksin Covid-19 Dibuka Bagi Semua Negara

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Bogor, Kominfo - Dunia saat ini tengah melihat dan menanti pertemuan para pemimpin negara G20. Kepemimpinan negara-negara yang hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2020 yang digelar secara virtual sangat diharapkan untuk membawa dunia keluar dari krisis kesehatan akibat pandemi dan keterpurukan ekonomi.

    “Pertama, pendanaan bagi pemulihan kesehatan. Dunia tidak akan sehat kecuali semua negara sudah sehat. Vaksin adalah salah satu amunisinya,” ujar Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato dalam KTT G20 dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/11/2020). 

    Dalam sesi pertama KTT G20 yang bertemakan “Mengatasi Pandemi serta Memulihkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan”, Presdien mengemukakan bahwa saat ini terdapat dua hal yang perlu menjadi fokus perhatian negara-negara G20 di tengah situasi pandemi.

    Kepala Negara menegaskan, akses terhadap vaksin Covid-19 harus dapat tersedia bagi semua negara tanpa terkecuali. Komitmen politik negara-negara G20 sangat dibutuhkan untuk memobilisasi pendanaan global bagi pemulihan kesehatan.

    Kedua, Presiden memandang perlunya dukungan untuk pemulihan ekonomi dunia. Terkait hal tersebut, Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) telah meminta dukungan dana sebesar US$2,5 triliun agar negara berkembang mampu keluar dari keterpurukan ekonomi dengan memperlebar ruang fiskalnya.

    Pemulihan ekonomi dunia tersebut memerlukan perhatian negara-negara G20. Salah satunya soal bantuan restrukturisasi utang untuk negara berpendapatan rendah.

    “Restrukturisasi utang ini harus dibarengi dengan ditingkatkannya manajemen utang (sound debt management) termasuk transparansi data dan dijaganya keberlanjutan fiskal,” kata Presiden.

    Selain itu, dukungan yang luar biasa bagi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan menjadi sangat penting untuk terus diberikan bagi negara-negara berkembang. Presiden berpandangan, apabila dukungan tersebut dikurangi secara terburu-buru, maka pemulihan ekonomi dunia dikhawatirkan akan berjalan dalam waktu yang lama.

    “Keleluasaan fiskal negara berkembang dibutuhkan untuk membiayai social safety net, mendongkrak konsumsi domestik, serta menggerakkan ekonomi kecil dan menengah,” tuturnya.

    Bulan lalu, Sekretaris Jenderal PBB juga telah menyerukan perlunya solidaritas yang lebih kuat bagi negara berkembang di masa sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini. Tanpa bantuan negara-negara G20, negara berkembang dan terbelakang tidak mudah untuk dapat pulih dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi.

    Hadiri secara Virtual

    Presiden Joko Widodo menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 secara virtual melalui konferensi video. KTT G20 kali ini akan mempertemukan para pemimpin dunia yang tergabung dalam G20 selama dua hari untuk membahas tentang upaya-upaya mendorong pemulihan global dari pandemi Covid-19.

    Malam ini, Sabtu, 21 November 2020, Presiden akan mengikuti agenda seremoni pembukaan KTT G20 tahun 2020 dan menghadiri sesi “Mengatasi Pandemi serta Memulihkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan”.

    Pada sesi tersebut, kepala negara/pemerintahan G20 akan mendiskusikan mengenai upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi global, termasuk pemulihan pasar tenaga kerja, perlindungan sosial, dan sistem keuangan global.

    Selain itu, juga akan dibahas perkembangan kesepakatan pada KTT sebelumnya, termasuk dukungan debt suspension pada negara berpendapatan rendah, serta penguatan sistem perdagangan multilateral.

    Mendampingi Presiden saat menghadiri KTT G20 secara virtual tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Sherpa G-20 Indonesia Rizal Affandi Lukman yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

    Berita Terkait

    Wapres: Dukung Kesetaraan Warga Negara dalam Berkarya

    Penyandang disabilitas di Indonesia masih merasakan kesulitan dalam mengakses hak-hak mereka sebagai warga negara. Hal ini dapat menghambat Selengkapnya

    Sejumlah Perwakilan Berpartisipasi pada Vaksinasi Covid-19 Perdana Bersama Presiden

    Kepastian berjalannya program vaksinasi ini diperoleh setelah BPOM mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap vaksin dan fatwa halal MUI. Selengkapnya

    Diawali Presiden, Vaksinasi Covid-19 Gratis Resmi Dimulai di seluruh Indonesia

    Vaksinasi diharapkan mampu memutus rantai penularan wabah korona di Indonesia serta sebagai tahapan awal menangani dampak yang ditimbulkan a Selengkapnya

    Presiden Terima Vaksin Covid-19 Perdana

    Vaksin yang disuntikkan kepada Presiden adalah CoronaVac buatan Sinovac Life Science Co.Ltd. yang bekerja sama dengan PT. Bio Farma (Persero Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA