FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 11-2020

    94

    Siapkan SDM Unggul dengan Ilmu Pengetahuan dan Akhlak Mulia

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Sejumlah dewan hakim menilai penampilan seorang qoriah saat perlombaan cabang Qira'at Sab'ah Mujawwad Dewasa pada MTQ Nasional ke-28 di Masjid Raya Sumbar, Padang, Sumatera Barat, Minggu (15/11/2020). Sebanyak delapan cabang diperlombakan pada MTQ Nasional ke-28 dengan 12 lokasi di antaranya masjid-masjid besar dan auditorium kampus di kota itu. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo – Upaya untuk mewujudkan Indonesia maju bergantung pada sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dalam mendukung upaya tersebut, maka diperlukan peran serta semua pihak khususnya umat Islam sebagai mayoritas di Indonesia tentunya sangat menentukan dalam mempersiapkan pembangunan SDM unggul.

    “Oleh karena itu, kita harus mempunyai perhatian yang besar pada pembangunan SDM ini, yang sasarannya adalah terwujudnya manusia yang bertakwa, pekerja keras yang dinamis, produktif, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan berahlak mulia,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Maruf Amin pada acara Penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVII melalui konferensi video di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta, Jumat (20/11/2020).

    Sejalan dengan tema yang diangkat yakni Dengan MTQ Nasional Kita Wujudkan SDM Yang Unggul, Profesional dan Qurani Menuju Indonesia Maju, Wapres menerangkan, di dalam Alquran telah disebutkan pentingnya untuk umat Islam mempersiapkan SDM yang unggul, salah satunya melalui penguatan akhlak (karakter). Di dalam Alquran pun telah disebutkan dengan jelas mengenai keharusan umat Islam untuk memiliki akhlak yang baik.

    “Baik dalam konteks hubungan dengan Allah (hablun minallah), hubungan dengan sesama manusia (hablun minannas), maupun dalam hal etika kerja keras. Etika kerja ini kadang-kadang dilupakan oleh sebagian umat,” ucap Wapres.

    Di samping penguatan akhlak yang baik, lanjut Wapres, keunggulan SDM juga diwujudkan melalui pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan, yang banyak juga dianjurkan dalam ayat-ayat Alquran, seperti kata iqra. Kata iqra berasal dari qaraa, yang artinya mengucapkan terhadap apa yang tertulis, melakukan perenungan apa yang terkandung di dalamnya, serta melakukan penelitian.

    “Hal ini menunjukkan bahwa kata iqra bukan hanya sekadar perintah membaca tapi juga melakukan pendalaman, penelitian, riset dan juga inovasi. Dengan demikian hal ini juga mengandung pengertian keharusan umat Islam untuk belajar dan menguasai ilmu pengetahuan,” jelas Wapres.

    Lebih lanjut Wapres mengatakan, umat Islam harus dapat memahami Alquran secara benar agar dapat menjadi sumber pedoman hidup yang optimal. Umat Islam harus menjadikan Alquran sebagai sumber inspirasi, kaedah penuntun dan landasan berpikir dalam kehidupan keseharian.

    “Umat Islam diperintahkan untuk membaca Alquran sebanyak mungkin, dan membacanya merupakan ibadah meski seseorang yang membacanya itu tidak memahami artinya. Namun, Alquran tidak boleh dibaca serampangan dan sembarangan, tetapi harus dibaca secara benar dan tartil sesuai dengan kaidah-kaidah tajwid,” jelas Wapres.

    Terlebih di masa sekarang ini, Wapres menekankan pentingnya pemahaman Islam secara moderat untuk menghadapi situasi yang semakin kompleks, dengan metodologi penafsiran ayat Alquran yang telah disepakati oleh para ulama tafsir. Hal ini untuk mengurangi oknum muslim radikal atau ekstrem yang menolerir kekerasan.

    “Pemahaman Alquran dengan metodologi tersebut telah melahirkan pemahaman Islam yang moderat (wasathiyyah), yang sebenarnya telah ditunjukkan oleh mayoritas ulama dalam sejarah Islam,” imbuhnya.

    Mengakhiri sambutannya, Wapres menyebutkan, MTQ merupakan sarana untuk mendorong para generasi muda untuk meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, dan pemahaman Alquran. Wapres berharap MTQ akan lahir generasi emas yang hatinya terikat dengan Alquran, tetapi memiliki semangat untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta terus berinovasi untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

    “Dengan bacaan alhamdulillahirabbilalamin Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII Kota Padang, Sumatera Barat, tahun 2020 saya nyatakan ditutup. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala melindungi kita semua dalam naungan kitab suci Alquran,” tutup Wapres.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Zainud Tauhid mengatakan, pentingnya nilai-nilai agama di tengah kehidupan masyarakat untuk menjadi landasan spiritual dan moral dalam menghadapi perubahan zaman.

    “Kita tidak ingin generasi penerus di belakang kita merupakan generasi yang lemah dan tidak punya pegangan hidup sebagaimana diperingatkan dalam Alquran. Alquran adalah kitab pendidikan terbesar yang wajib dipedomani dalam setiap langkah yang dijalani agar memperoleh kebahagiaan dunia akhirat,” jelas Zainud.

    “Mari kita semakin memantapkan nilai-nilai agama di tengah kehidupan masyarakat, mengembangkan pendidikan Alquran di lingkungan masyarakat muslim, serta meningkatkan pembangunan di bidang agama, sosial, kemasyarakatan, ekonomi, dan budaya yang bermartabat,” tambahnya. 

    Siapkan SDM Unggul

     Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia, terus berupaya untuk menjadi negara yang maju dan sejahtera. Namun keberhasilan upaya tersebut sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, umat Islam memiliki peran strategis dalam mewujudkan SDM Indonesia yang unggul.

    “Umat Islam sebagai mayoritas bangsa ini, sangat menentukan dalam mempersiapkan SDM unggul ini,” ujar Wapres.

    Dalam MTQ Nasional yang bertajuk “Dengan MTQ Nasional Kita Wujudkan SDM Yang Unggul, Profesional dan Qurani Menuju Indonesia Maju” dan digelar secara daring ini, Wapres mengajak seluruh elemen bangsa khususnya umat Islam untuk memiliki perhatian besar dalam pembangunan SDM.

    “Kita harus mempunyai perhatian yang besar pada pembangunan SDM ini, yang sasarannya adalah terwujudnya manusia yang bertakwa, pekerja keras, yang dinamis, produktif, terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan berahlak mulia,” tegasnya.

    Oleh sebab itu, Wapres mengingatkan pentingnya umat Islam untuk mempertahankan moderasi dalam beragama, yakni dengan meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, sehingga menghasilkan cara pandang, sikap, dan perilaku yang selalu mengambil posisi jalan tengah di antara dua hal ekstremitas (tatharrufaini).

    “Dua hal ini adalah antara jasmani dan rohani, antara teks dan konteks, antara idealitas dan kenyataan, antara hak dan kewajiban, antara orientasi keagamaan dan orientasi kebangsaan, antara kepentingan individual dan kemaslahatan umat/bangsa, serta keseimbangan antara masa lalu dan masa depan,” urainya.

    Lebih lanjut, Wapres menjabarkan bahwa pemahaman Islam yang moderat (wasathiyah) adalah pemahaman yang tidak tekstual dan tidak pula liberal, tidak berlebihan (ifrâth) tetapi juga tidak gegabah (tafrîth), dan tidak pula memperberat (tasyaddud) tetapi juga tidak mempermudah (tasâhul).

    “Pemahaman secara tekstual, yang hanya memahami teks-teks Al-Qur’an dan Hadits tanpa penafsiran, menghasilkan pemahaman yang statis, karena pemahaman seperti ini tanpa disertai dengan maksud-maksud utama yang terdapat dalam sebuah teks. Bahkan pemahaman pada teks-teks tertentu secara literal itu bisa menyesatkan, seperti ayat-ayat terkait dengan jihad,” urainya.

    Oleh karena itu, terang Wapres, dengan pemahaman moderat tersebut umat Islam bisa lebih terbuka dalam bernegara dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan bangsa.

    “Pada saat ini pemahaman Islam secara moderat ini sangat dibutuhkan, terutama karena persoalan-persoalan yang kita hadapi semakin kompleks serta adanya sekelompok kecil umat yang memahami Islam secara radikal atau ekstrem dan bahkan disertai dengan kekerasan,” pungkasnya. 


    Berita Terkait

    Presiden: Tetap Fokus Jaga Keseimbangan Kesehatan dan Ekonomi

    Berdasarkan laporan terakhir yang diterima oleh Presiden, per 1 November 2020 kasus aktif Covid-19 di Indonesia lebih baik dan lebih rendah Selengkapnya

    Pulihkan Ekonomi Nasional dengan Penguatan Keuangan Syariah

    Keuangan syariah di Indonesia memiliki ekosistem yang relatif lengkap, mulai dari peraturan perundang-undangan, regulator, pelaku usaha dan Selengkapnya

    Kendari Makin Menarik untuk Pengembangan Kawasan dan Usaha Baru

    Hadirnya jembatan yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Pulau Bungkutoko dan Kecamatan Poasia tersebut mampu memangkas waktu Selengkapnya

    Bangun SDM Unggul yang Adaptif dengan Teknologi Informasi

    Dalam menciptakan bangsa Indonesia yang mandiri, cerdas, dan sejahtera diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Sebagaimana di Selengkapnya