FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    20 11-2020

    69

    Atasi Dampak Pandemi Covid-19, Perlu Semangat Gotong Royong

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    “Momentum Covid -19 ini harus kita jadikan spirit (semangat) kebangkitan untuk bersama-sama bergotong royong agar negara kita segera mampu mengatasi musibah pandemi ini. Oleh karena itu, melalui forum Rapat Pimpinan Nasional yang dihadiri oleh seluruh pimpinan wilayah yang ada di Indonesia ini, saya mendorong agar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama hadir dan aktif terlibat baik secara fisik atau pun pemikiran untuk membangkitkan bangsa dari kondisi pandemi Covid-19,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada acara Peresmian Pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Pimpinan Pusat IPNU (Rapimnas PP IPNU) melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

    Lebih lanjut Wapres menyampaikan, untuk mengusung semangat gotong royong ini, IPNU sebagai organisasi pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia, harus berperan aktif menjadi lokomotif perubahan. Peran ini dapat dilakukan dengan terus melakukan transformasi ke arah IPNU yang lebih baik lagi.

    “Karena itu kita NU (Nahdlatul Ulama) harus tidak hanya menjaga tradisi, melakukan tranfsormasi, tetapi juga harus melakukan inovasi perbaikan-perbaikan, perubahan-perubahan. Karena itu saya tambahkan satu paradigma lagi yaitu al ishlah illa ma huwal ashlah tsummal ashlah fal ashlah, melakukan upaya perubahan atau perbaikan kepada yang lebih baik dan secara terus menerus, yang lebih baik secara terus menerus atau melakukan perubahan dan perbaikan, inovasi secara berkelanjutan, secara sustainable, melakukan apa yang saya sebut dengan continuous improvement, melakukan perubahan secara berkelanjutan,” tegas Wapres.

    Wapres juga menegaskan, sebagai organisasi pelajar, IPNU juga dituntut untuk turut berperan serta memajukan bangsa melalui sektor pendidikan. Khususnya di era revolusi industri 4.0 ini dimana perkembangan media sosial dan derasnya arus informasi digital kerap menyebabkan terjadinya kaburnya fakta dan opini, atau yang disebut dengan era post truth (pasca kebenaran). Untuk itu, IPNU diharapkan dapat menciptakan kader-kader yang ‘melek’ teknologi yang dapat meminimalisir penyebaran hoax di masyarakat.

    “Saya berharap di era post truth ini IPNU bisa menjadi pemberi informasi positif di dunia media sosial sebagai upaya menangkal konten-konten negatif berupa ujaran kebencian, hoax dan juga fitnah dari pihak-pihak yang jelas dan nyata menanamkan ajaran yang menyimpang kepada generasi muda Indonesia. Dengan kata lain, hendaklah kader-kader IPNU menjadi subyek yang positif, bukan menjadi obyek pihak-pihak lain dalam bermedia sosial,” tegas Wapres.

    “Dengan langkah-langkah seperti itu, IPNU setidaknya telah menjadi bagian penting dari gerakan anak muda yang aktif meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia.

    Membangun literasi dengan cara membiasakan diri untuk mengecek fakta untuk tabayyun dari sebuah informasi, berarti kita telah memberi pelajaran yang bermanfaat, tidak mudah mempercayai informasi hoaks maupun berita palsu,” tambahnya.

    Menutup sambutan, Wapres berpesan agar IPNU terus melakukan kaderisasi organisasi dengan menumbuhkan karakteristik cinta kepada ilmu pengetahuan, tanah air, dan berakhlak mulia. Karena, ketiga kualifikasi tersebut, merupakan kunci untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas yang dapat memajukan bangsa.

    “Pada akhirnya, kunci kemajuan bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas SDM nya. Generasi IPNU diharapkan untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kemampuan diri untuk mampu menghadapi tantangan dan mampu bersaing pada skala global,” pungkas Wapres.

    Sebelumnya, Ketua Pimpinan Pusat IPNU, Aswandi Jailani, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan Rapimnas PP IPNU dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat dan bertujuan untuk membahas isu-isu strategis nasional serta peraturan-peraturan internal organisasi di tingkat pimpinan pusat.

    “IPNU akan membahas tekait isu-isu nasional yang paling utama berkaitan dengan pendidikan, namun tidak jauh tekait dengan pelajar Indonesia. Pendidikan dan juga inovasi dan yang berkaitan dengan ideologi, baik pancasila maupun Ahlussunnah wal Jama’ahAlhamdulillah yang terangkum dalam pembahasan Rapimnas IPNU telah kami aktualisasikan dalam program kegiatan, diantaranya Teras Pelajar, Pelajar Mengaji, Sensus Pelajar NU, inilah yang nanti akan kami bahas di dalam rapat. Kemudian kami ingin kedepannya IPNU dapat maju dan mandiri, berinovasi dan beradaptasi dengan zaman demi menghadapi tantangan kedepan,” ungkanya.

    Sambut Indonesia Emas

    Pada tahun 2045 Indonesia diproyeksikan akan menjadi bangsa yang maju dan kuat atau dikenal dengan istilah Indonesia Emas, salah satu faktor utamanya adalah penduduk Indonesia saat itu akan mengalami bonus demografi dimana jumlah penduduk Indonesia sangat produktif, yaitu angkatan kerja (usia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk yang tidak produktif (di bawah 5 tahun dan di atas 64 tahun). Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam rangka menyongsong era tersebut.

    “IPNU mempunyai peran sangat besar dalam memberikan kontribusi maksimal untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Terutama, dalam mempersiapkan generasi muda untuk menjadi calon–calon pemimpin bangsa di masa depan. IPNU saya harapkan menjadi organisasi pelajar yang memiliki budaya belajar yang tinggi, produktivitas dan ber-akhlakul karimah,” ucap Wapres.

    Wapres menambahkan bahwa hal lain yang tidak kalah penting adalah sebagai organisasi pelajar IPNU harus berperan aktif menjadi lokomotif perubahan sebagaimana paradigma yang telah lama tertanam di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), yaitu menjaga nilai-nilai tradisi lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik, serta terus berupaya melakukan perbaikan yang berkelanjutan demi kepentingan bangsa.

    “Karena itu NU tidak hanya harus menjaga tradisi, melakukan transformasi, tetapi juga harus melakukan inovasi, perbaikan- perbaikan, perubahan-perubahan, karena itu saya tambahkan satu paradigma lagi, yaitu melakukan upaya perubahan atau perbaikan kepada yang lebih baik dan secara terus menerus atau berkelanjutan, sustainable atau continous improvement,” tambahnya.

    Selanjutnya Wapres menyampaikan, bahwa saat ini kita juga telah memasuki era revolusi industri 4.0, dengan perkembangan cepat dunia digital yang menuntut banyak perubahan dan penyesuaian di semua bidang, termasuk bidang pendidikan. Kita semua dituntut untuk mampu mencetak SDM generasi unggul yang tidak hanya cerdas tetapi juga melek digital. Untuk itu, IPNU diharapkan terus melakukan inovasi demi mencetak generasi unggul penerus organisasi.

    “IPNU harus mampu mencetak SDM yang unggul serta berakhlak mulia atau ber-akhlakul karimah, berdaya saing, mumpuni di bidang keilmuan, sehingga kader-kader IPNU menjadi pendorong utama dari bergeraknya proses kemajuan bangsa Indonesia dan memberikan kemanfaatan yang besar pada masyarakat,” ucap Wapres.

    Lebih lanjut Wapres menekankan dengan pesatnya kemajuan teknologi digital dan media sosial, membuat derasnya arus informasi digital yang diterima masyarakat begitu masif sehingga seringkali terjadi kaburnya fakta dan opini yang menjadi ciri era post truth (pasca kebenaran). Untuk itu, IPNU diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan kemajuan teknologi digital tersebut.

    “Saya berharap di era post truth ini IPNU bisa menjadi pemberi informasi positif di dunia media sosial sebagai upaya menangkal konten-konten negatif berupa ujaran kebencian, hoaks dan juga fitnah dari pihak-pihak yang jelas dan nyata menanamkan ajaran yang menyimpang kepada generasi muda Indonesia,” tegasnya.

    Menutup sambutannya, Wapres secara resmi membuka acara Rapimnas PP IPNU tahun 2020 serta berpesan agar IPNU terus melakukan kaderisasi organisasi dengan membangun budaya cinta kepada ilmu pengetahuan dan menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air.

    “Pada akhirnya, kunci kemajuan bangsa akan sangat ditentukan oleh kualitas SDM nya. Generasi IPNU diharapkan untuk senantiasa belajar dan meningkatkan kemampuan diri untuk mampu menghadapi tantangan dan mampu bersaing pada skala global,” harap Wapres.

    “Akhir kata, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim saya membuka secara resmi acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PP IPNU tahun 2020 ini dengan tema “Satu Tekad Pelajar NU Bangkit, Mandiri, Maju,” lanjutnya.

    Sebelumnya Ketua PP IPNU, Aswandi Jailani, melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PP IPNU dilakukan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dan bertujuan untuk membahas isu-isu strategis nasional serta peraturan-peraturan internal organisasi di tingkat pimpinan pusat.

    “IPNU akan membahas tekait isu-isu nasional yang paling utama berkaitan dengan pendidikan, namun tidak jauh tekait dengan pelajar Indonesia. Pendidikan dan juga inovasi dan yang berkaitan dengan ideologi, baik pancasila maupun Ahlussunnah wal Jama’ah. Alhamdulillah yang terangkum dalam pembahasan Rapimnas IPNU telah kami aktualisasikan dalam program kegiatan, diantaranya Teras Pelajar, Pelajar Mengaji, Sensus Pelajar NU, inilah yang nanti akan kami bahas di dalam rapat. Kemudian kami ingin kedepannya IPNU dapat maju dan mandiri, berinovasi dan beradaptasi dengan zaman demi menghadapi tantangan kedepan,” ungkapnya.

    Turut hadir pada kongres ini secara virtual diataranya Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RepubIik Indonesia Muhaimin Iskandar, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj.

     

    Berita Terkait

    Presiden Dorong Akses Vaksin Covid-19 Dibuka Bagi Semua Negara

    Dunia saat ini tengah melihat dan menanti pertemuan para pemimpin negara G20. Kepemimpinan negara-negara yang hadir dalam Konferensi Tingkat Selengkapnya

    Perlancar Vaksinasi Covid-19, Perlu Simulasi dan Persiapan yang Baik

    Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin mengatakan bahwa simulasi vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) merupakan bagian penting yang tid Selengkapnya

    Berinovasi, Solusi Menjawab Tantangan Pandemi Covid-19

    Dalam benak masyarakat awam, inovasi seringkali dikaitkan dengan hal-hal sulit dan penuh risiko. Padahal, inovasi justru diperlukan dalam me Selengkapnya

    Optimisme Indonesia Meningkat Dalam Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

    Juru Bicara Covid-19 Reisa Broto Asmoro menyebutkan, jumlah kasus aktif di Indonesia hingga tanggal 06 November 2020, berada di bawah angka Selengkapnya