FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    03 11-2020

    413

    Perlu Terobosan Teknologi Digital Agar Drive In Tak Picu Gangguan SFR

    Kategori Berita Kominfo | Yusuf

    Jakarta, Kominfo - Penggunaan teknologi audio output dengan memanfaatkan frekuensi radio dalam pertunjukan drive in concert dan drive in cinema yang bisa diakses dari dalam mobil dapat menimbulkan intervensi frekuensi radio siaran serta navigasi penerbangan.

    Oleh karena itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ismail menyatakan perlunya terobosan teknologi digital dalam penggunaan pemancar FM digital untuk drive in.

    “Mengingat banyak keterbatasan yang terjadi di teknologi analog, ditambah adanya peningkatan kebutuhan kanal radio siaran, maka kita perlu mencari solusi dengan teknologi digital terutama bagi wilayah yang belum terjangkau infrastruktur broadband maupun masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial untuk layanan broadband,” ujarnya saat webinar DRM Workshop: Country Specific Indonesia, dari Jakarta, Selasa (03/11/2020).

    Melalui Webminar tersebut, Dirjen Ismail menjelaskan pelaksanaan workshop ditujukan untuk mengeksplorasi penyiaran radio digital terestrial. Terutama pengenalan teknologi radio digital terestrial yang telah direkomendasikan ITU, yaitu Digital Radio Mondiale (DRM). Kegiatan itu juga diharapkan dapat memberikan gambaran kepada industri untuk mengenali teknologi serta mempersiapkan transformasi digital.

    “Sebelumnya kita tidak memiliki banyak kesempatan untuk membicarakan radio digital terestrial dan oleh karenanya saya berharap acara Webminar ini dapat memberikan manfaat yang maksimal dan para peserta dapat mengetahui bandingan adopsi teknologi digital dengan negara lain,” tuturnya.

    Dirjen SDPPI menegaskan Presiden Republik Indonesia telah menginstruksikan transformasi digital di semua sektor, termasuk industri penyiaran. Presiden Joko Widodo juga telah mengamanatkan  transformasi di bidang penyiaran ini harus berlanjut dan terus dipersiapkan dengan baik.

    “Instruksi ini terkait dengan penyiaran televisi maupun penyiaran radio, yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang baru saja ditandatangani oleh Bapak Presiden,” jelasnya.

    Menurut Dirjen Ismail, teknologi digital telah membuka banyak manfaat tersendiri. Mulai dari penghematan energi untuk jangkauan siaran yang serupa sehingga dapat mengurangi biaya Operational Expenditure (OPEX). Selain itu akanmenggunakan bandwidth lebih sedikit untuk kapasitas lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik. 

    Bahkan teknoligi digital menurut Dirjen SDPPI mampu membantu diseminasi informasi melalui cara yang lebih komprehensif, mencakup tidak hanya suara tapi juga dilengkapi data berupa teks yang dapat membantu di era pandemi, maupun untuk pembelajaran jarak jauh seperti sekarang.

    “Juga, teknologi digital diyakini mampu menerapkan unit  pemancar untuk menjangkau sesuatu yang lebih banyak. Peluang bisnis baru dan peningkatan bisnis juga ditimbulkan karena kita memasuki era digital ini,” paparnya.

    Untuk menggapai potensi penuh dari momentum transformasi digital di era pandemi, Dirjen Ismail menilai isu-isu ini perlu dipertimbangkan dengan baik. Menurutnya, teknologi DRM dimaksudkan untuk menjamin pemahaman yang lebih utuh, mengingat teknologi digital memerlukan kesiapan ekosistem.

    “Kesiapan ekosistem tentu menjadi tantangan tersendiri. Semoga ekosistem tersebut dapat tersedia dengan harga yang terjangkau. Saya harap, dengan adanya Webminar ini masyarakat dapat mengetahui kebijakan transformasi digital dan juga menjadi pemahaman bagi kita semua untuk memahami teknologi digital yang lebih baik di sektor radio atau siaran radio,” jelasnya.

    Selain Dirjen SDPPI, webminar tersebut juga diisi dengan narasumber dari pemangku kepentingan meliputi lembaga penyiaran publik, lembaga penyiaran swasta, lembaga penyiaran komunitas, perusahaan manufaktur. (hm.ys)

    Berita Terkait

    Pandemi Covid-19 Pacu Adaptasi Gunakan Teknologi Digital

    Pandemi Covid-19 telah mengubah hubungan interaksi masyarakat dunia untuk adaptif menggunakan teknologi digital. Bahkan, di Indonesia khusus Selengkapnya

    Peringkat Literasi Digital Meningkat, Pemerintah Terus Perkuat Gerakan Literasi

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, berdasarkan Survei Glob Selengkapnya

    Kominfo Dorong Solusi Kesehatan Manfaatkan Teknologi Digital

    Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyatakan pengembangan solusi kesehatan dengan pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu terobosan y Selengkapnya

    Dirjen PPI: Migrasi TV Analog ke Digital Hemat Penggunaan Spektrum Frekuensi

    Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ahmad M. Ramli mengatakan, masyarakat mendapatk Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA