FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 10-2020

    313

    Lewat DEA, Kominfo Dorong Masyarakat Produktif Berwirausaha Digital

    Kategori Berita Kementerian | Irso

    Jakarta, Kominfo – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gojek, Tokopedia dan Google Indonesia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) dalam Program Digital Talent Scholarship 2020 agar tetap produktif dalam wirausaha digital.

    “Kita tentu ingin semakin banyak masyarakat (manfaatkan pelatihan DEA), kalau tidak bisa mengikuti program ini tentu ada banyak sekali kesempatan untuk belajar bagaimana berwirausaha di ruang digital,” ujar Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Digital dan SDM Dedy Permadi dalam program Prime Talk Metro TV, Jakarta, Jum’at (23/10/2020) malam.

    Menurut Stafsus Dedy, berwirausaha di ruang digital dengan memanfaatkan gadget atau laptop pribadi semakin lebih baik daripada digunakan untuk mengkases tujuan yang kurang produktif.

    Pelatihan DEA Kominfo 2020 batch ketiga telah dibuka sampai tanggal 25 Oktober 2020. Menurut Stafsus Dedy selain gratis dan terbuka untuk masyarakat umum, DEA Kominfo yang menerima sebanyak 22.500 peserta ini memacu optimisme dalam berwirausaha di ruang digital.

    “Ini yang sebetulnya memberikan banyak optimisme untuk kita semua, karena di saat pandemi ini kita jadi sangat terbatas aktifitasnya. Kita lebih sering mengakses internet lewat HP atau lewat laptop,” ujarnya.

    Stafsus Menteri Kominfo menjelaskan, adapun cara pendaftaran DEA Kominfo atau pelatihan lainnya dalam program Digital Talent Scholarship (DTS), masyarakat atau calon peserta dapat mengakses digitalent.kominfo.go.id yang secara lengkap mengatur persyaratan pendaftaran.

    “Jadi kita masih ada waktu sekitar dua hari bagi yang belum mendaftar, karena yang sudah mendaftar banyak sekali. Maka diharapkan masyarakat bisa memanfaatkan kesempatan ini sebesar-besarnya,” harapnya.

    Hadir sebagai pembicara melalui tayangan video dalam acara yang bertajuk “Makin Produktif Lewat Wirausaha Digital” tersebut Vice President of Public Policy and Government Relations Gojek, Berni Moestafa; Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni; dan Public Policy Government Relations Manager Google Indonesia, Danny Ardianto. 

    Komitmen Mitra Kerja

    Vice President Government Relation Gojek Berni Moestafa mengatakan selain berkomitmen memberikan materi pelatihan DEA kepada para peserta, pihaknya juga memiliki program lanjutan yang sifatnya jangka panjang, terutama dalam membantu UMKM untuk go digital.

    “Jadi tentunya kami memiliki komitmen jangka panjang untuk membantu mereka agar bisa tumbuh, salah satu komitmen kami adalah dengan meluncurkan program yang disebut dengan Maju Bersama Gojek,” katanya.

    Dalam program tersebut, Gojek mengkampanyekan semua program yang bisa ditawarkan kepada UMKM agar bisa tumbuh dan bisa bertahan khususnya di masa pandemi Covid-19.

    “Dari sisi Maju Bersama Gojek ini ada langkah-langkah yang kami bantu di mana setiap operasional mereka itu ada proses digitalnya seperti proses pemasaran, pemesanan, pembayaran, pengiriman sampaidi tahap administrasi,” ungkapnya.

    Sementara itu, komitmen lain datang dari mitra Tokopedia. Menurut Vice President Public Policy & Government Relation Astri Wahyuni, Tokopedia menyediakan berbagai macam modul pelatihan secara gratis kepada peserta.

    “Jadi kami memiliki kelas webinar, ada juga modul-modul yang bisa didownload secara gratis di website kami dan juga melalui YouTube. Namun Tokopedia sesungguhnya saat ini memiliki tim lapangan yang siap untuk menerima konsultasi, melakukan pembinaan secara intensif yang tersebar di kota-kota di seluruh Indonesia,” ujarnya.

    Astri menjelaskan kedepannya Gojek ingin mengembangkan kolaborasi ini tidak hanya berhenti di kewirausahaan, tetapi juga pengembangan talenta-talenta digital yang masih sangat kurang.

    “Tahun ini Tokopedia telah meluncurkan Tokopedia Academy di mana para expert Tokopedia membagi pengetahuan supaya nanti lebih banyak lagi digital talent di Indonesia yang siap untuk bersaing,” pungkasnya.

    Tidak hanya itu, komitmen yang sama disampaikan oleh Danny Ardianto selaku Public Policy Manager Google Indonesia. Menurut Danny UMKM merupakan pilar penting untuk perekonomian Indonesia.  

    “Google selain menyelenggarakan DEA ini, ini adalah bagian dari program Google melatih UMKM dan pengusaha perempuan yaitu Gapura Digital dan Womenwill yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

    Danny menegaskan bahwa peserta DEA merupakan bagian dari komunitas UMKM yang dibina Google Indonesia melalui dua program tersebut. Ketika peserta menyelesaikan program DEA dapat mengambil materi yang lebih advance.

    “Jadi kita bisa mewujudkan apa yang disampaikan oleh Kominfo dan juga pemerintah bahwa produk-produk buatan Indonesia, Bangga Buatan Indonesia bukan hanya untuk di dalam negeri tetapi juga bisa mengakses pasar di luar negeri," imbuhnya.

    Menurut Danny, pelatihan DEA juga bisa merealisasikan potensi ekonomi digital Indonesia yang pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar USD 133 miliar, “Ini adalah cita-cita, misi kita yang sangat ingin kita wujudkan bersama,” pungkasnya.

    Berita Terkait

    Terima DIPA 2021, Menkominfo: Mari Kerja Bersama

    Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2021. Menteri Kominfo Johnny G. Plate m Selengkapnya

    Pandemi Picu Peningkatan Transaksi Online, Kominfo Siapkan Empat Kebijakan Percepat Digitalisasi

    Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail menilai masyarakat semakin cerdas menggunakan platform digital di te Selengkapnya

    Kominfo Dorong Pelaku UMKM Manfaatkan Pasar Digital dan Sertifikat Halal

    Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong masyarakat Indonesia khususnya para pelaku UMKM untuk menjadikan produkn Selengkapnya

    Kominfo Dukung Integrasi Pengadaan Barang Jasa Pemerintah

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung digitalisasi sektor pengadaan barang dan jasa. Menteri Kominfo Johnny G. Plate mengatakan d Selengkapnya