FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 10-2020

    377

    Majukan UMKM Santri Melalui Melalui Aplikasi Berbasis Syariah

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo – Salah satu tugas pesantren adalah menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Salah satu kegiatan pemberdayaan yang dapat dilakukan adalah dengan mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) santri. Oleh karena itu, diperlukan digitalisasi peran pesantren dalam memperluas capaian UMKM santri melalui dukungan digital.

    “Peran pesantren, khususnya yang menyangkut dakwah dan pemberdayaan masyarakat harus memperoleh dukungan-dukungan, terutama melalui dukungan digital,” tutur Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menerima Direktur Utama Kedaulatan Santri (KESAN) Hamdan Hamedan, melalui konferensi video, di Kediaman Resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta, Rabu (21/10/2020).

    Lebih lanjut Wapres menegaskan, khususnya dengan adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), digitalisasi menjadi semakin penting karena melalui suatu aplikasi/platform, pesantren dapat memasarkan produk ataupun menyampaikan pesan dakwah ke masyarakat luas tanpa harus melakukan tatap muka.

    “Saya kira kalau ini tidak dibantu dengan apliakasi melalui dakwah digital, ini saya kira akan menjadi terhambat atau tersumbat. Oleh karena itu, digitalisasi peran pesantren itu menjadi sangat penting,” ungkap Wapres.

    Terkait UMKM, Wapres pun memaparkan kendala yang kerap ditemui di lapangan. Setelah melakukan peninjauan di beberapa pesantren yang memiliki program UMKM santri, ia menilai masih ditemui kendala pemasaran dalam menjual produk-produk UMKM pesantren. Untuk itu, Wapres mendukung diciptakannya sebuah aplikasi untuk memudahkan dan memperluas pemasaran produk tersebut.

    “Ternyata di pesantren itu banyak yang punya produk-produk. Sudah digerakkan dengan gerakan OPOP (one pesantren one product). Saya sudah resmikan di Jawa Timur, di Tambak Beras. Ternyata itu juga berbagai kegiatan dihasilkan di pondok pesantren dan tentu ada kendala terhadap pemasaran market-nya,” kata Wapres.

    “Kita harapkan nanti KESAN bisa membimbing mereka, dan KESAN juga bisa menjadi e-commerce (perdagangan elektronik) yang bisa bekerja sama dengan pesantren dan di luar pesantren. Bisa memasarkan ke luar pesantren. Dan produk-produk masyarakat yang dibina oleh pesantren,” imbuhnya.

    Menutup pertemuan, Wapres pun berpesan agar KESAN dapat menjadi jembatan antara pesantren dan masyarakat sehingga kehadiran pesantren dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

    “Saya harapkan KESAN bisa menjadi semacam e-commerce, platform yang bisa menjembatani kehidupan pesantren dan masyarakat pesantren dengan masyarakat lainnya sehingga bisa tiga fungsi pesantren itu baik sebagai pusat pendidikan, pusat dakwah, dan sebagai pusat pemberdayaan,” pungkas Wapres.

    Sebelumnya, Direktur Utama KESAN, Hamdan Hameda, memaparkan mengenai aplikasi yang diluncurkannya. Ia juga melaporkan mengenai perkembangan market place halal, aplikasi KESAN, yang kehadirannya mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.

    “Kami menciptakan sistem agar seseorang dapat bertranskaksi dengan mudah hanya dengan menggunakan handphone, memasarkan produknya online secara gratis tanpa iklan,” papar Hamdan.

    “Sambutannya sangat positif, dan ada peningkatan pendaftaran terutama dari UMKM santri yang telah mencapai 3.000. Dan kami prediksi sampai akhir tahun akan mencapai 7.000 produk dan jasa santri,” tambahnya.

    Oleh karena itu, KESAN akan terus mengembangkan aplikasinya agar lebih banyak UMKM yang dapat bergabung dan mendapatkan manfaat dari aplikasi KESAN.

    “Rencana ke depan menjalin mitra strategis. Berencana mengajukan beberapa proposal dengan instansi pemerintah/BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sebagai mitra strategis untuk pengembangan aplikasi KESAN, supaya lebih banyak UMKM yang bergabung dan terfasilitasi secara pembayaran,” tandasnya.

    Sebagai informasi, KESAN adalah Aplikasi Kedaulatan Santri dan Kepribadian Muslim yang dapat diakses secara gratis dan bebas iklan. Aplikasi ini diluncurkan pada Mei 2019. Aplikasi karya anak negeri ini didesain untuk menemani mengedukasi umat Islam untuk terus mengamalkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. KESAN memiliki fitur-fitur seperti Kitab Kuning, kumpulan shalawat, maulid, ratib, burdah, hingga hadis harian. Tidak hanya untuk santri, KESAN juga dapat diunduh oleh masyarakat umum.

    Aplikasi KESAN baru saja meluncurkan fitur U-Mart (Umat Mart) pada 20 Oktober 2020. Fitur ini melayani berbagai macam pembelian produk yang berasal dari UMKM para santri yang sebelumnya telah mendaftarkan diri sebagai mitra. Diharapkan kehadiran fitur ini dapat memudahkan masyarakat dalam memperoleh produk dan jasa halal.

    Hadir mendampingi Wapres, Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi, Masduki Baidlowi. 

    Berita Terkait

    Apresiasi Semangat Pelaku UMKM Hadapi Pandemi Melalui Anugerah BBI 2020

    Selengkapnya

    Penjelasan Presiden Mengenai Disinformasi Terkait UU Cipta Kerja

    Presiden melihat adanya unjuk rasa penolakan Undang-Undang Cipta Kerja dilatarbelakangi oleh disinformasi mengenai substansi dari aturan itu Selengkapnya

    Gerakan Indonesia Melayani Jadi Dasar Budaya Kerja ASN

    Gerakan Indonesia Melayani (GIM) merupakan salah satu dari program prioritas Presiden Joko Widodo yang menjadi dasar untuk penciptaan budaya Selengkapnya

    Bantuan Pesantren Masa Covid-19 Cair Akhir Agustus 2020, Ini Syaratnya

    Pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam penerima bantuan di masa Covid-19 telah dapat mencairkan akhir Agustus atau awal September Selengkapnya