FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 10-2020

    252

    Presiden: Antisipasi Kemungkinan Dampak Fenomena La Nina

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Petugas memeriksa alat pengukur sinar matahari di Stasiun Klimatologi, BMKG Yogyakarta, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (7/10/2020). Pihak BMKG merilis peringatan dini terkait anomali iklim La Nina yang berpotensi menyebabkan peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan hingga 40 persen pada bulan Oktober-November di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk bersiap mengantisipasi peningkatan curah hujan di Indonesia akibat fenomena anomali iklim La Nina. Data menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi curah hujan bulanan di Indonesia sebesar 20 hingga 40 persen di atas normal.

    “Laporan yang saya terima dari BMKG, fenomena La Nina diprediksi akan menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia akan naik 20-40 persen di atas normal,” ujar Presiden saat memimpin rapat terbatas mengenai Antisipasi Bencana Hidrometeorologi melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

    Secara khusus, Kepala Negara menginstruksikan jajarannya untuk segera menghitung potensi dampak yang ditimbulkan kepada sejumlah sektor seperti pertanian, perikanan, dan perhubungan.

    “Karena (peningkatan curah hujan) 20 sampai 40 persen itu bukan kenaikan yang kecil,” tuturnya.

    Kepala Negara juga meminta agar informasi mengenai perkembangan cuaca terus disampaikan sesegera mungkin kepada seluruh provinsi. Dengan itu, pemerintah daerah dapat secara optimal mempersiapkan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi pemicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

    “Saya minta untuk disebarluaskan informasi mengenai perkembangan cuaca secepat-cepatnya ke seluruh provinsi dan daerah sehingga tahu semuanya sebetulnya curah hujan bulanan ke depan ini akan terjadi kenaikan seperti apa,” tandasnya.

    Berita Terkait

    Presiden Apresiasi Kiprah Muhammadiyah dalam Perjalanan Bangsa

    Kiprah Muhammadiyah bermula dari gerakan yang dirintis oleh K.H. Ahmad Dahlan untuk membumikan ajaran Alquran dan hadis ke dalam kehidupan m Selengkapnya

    Presiden: Keselamatan Masyarakat Adalah Prioritas Tertinggi

    Semua vaksin yang nantinya akan digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 merupakan vaksin yang terdaftar dan disetujui oleh Organisasi Kes Selengkapnya

    Digitalisasi Desa Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat

    Pemerintah berupaya melakukan digitalisasi dan pengembangan desa wisata yang mendukung ketahanan pangan termasuk smart village. Menurut Wak Selengkapnya

    Presiden: Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi

    Penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan sudah semestinya dilakukan dengan tegas. Selengkapnya