FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    08 10-2020

    432

    Kominfo: Bijaksana Memilah Informasi Covid-19

    Kategori Berita Kominfo | mth

    Jakarta, Kominfo – Masyarakat harus bijaksana menerima berita khususnya terkait dengan pengadaan vaksin Covid-19 yang sedang diupayakan pemerintah saat ini.

    Hal itu ditegaskan Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komuniksai dan Informatika Henri Subiakto dalam Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk “Vaksin : Menjawab Mitos dan Menolak Hoaks” di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional (KPCPEN), Jakarta Kamis (08/10/2020).

    Menurut SAM Bidang Hukum, media sosial menjadi wadah yang patut diwaspadai. Pasalnya media ini menjadi salah satu area dengan penyebaran hoaks yang masif di masa pandemi Covid-19, dan ini merupakan persoalan serius.

    "Banyak berkembang berita hoaks saat pandemi. Informasi seputar pandemi pasti ada yang menyelewengkan. Masyarakat harus bijak dalam menyikapi berita yang berkembang mengenai Covid-19 maupun vaksin," katanya.

    Pada kesempatan ini, SAM Henri menegaskan bahwa vaksin adalah salah satu solusi mengakhiri pandemi Covid-19 di Inonesia bahkan dunia.

    "Untuk memutus pandemi ini tentu salah satunya dengan adanya vaksin. Oleh karenanya, saya meminta masyarakat tidak ikut sebagai pembaca apalagi membuat berita hoaks terkait vaksin. Adanya vaksin tentu untuk kebaikan bersama khususnya memberanta virus ini," ujarnya.

    Guna menghadapi berita-berita palsu masyarakat dikatakannya bisa melihat sumber-sumber informasi atau berita yang salah satunya berasal dari institusi resmi atau orang-orang yang kapabel dan memiliki kompetensi.

    Masyarakat diminta Henri tidak mengandalkan media sosial dalam memperoleh informasi-informasi. Media sosial ditegaskannya tidak memiliki kontrol dalam menginformasikan berita dibandingkan media konvensional.

    "Kalau ada informasi, jangan langsung reaktif. Ditelusuri dulu kebenarannya," katanya.

    Situasi pandemi seperti saat ini, informasi khususnya terkait vaksin Covid-19 harus disampaikan dengan Bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

    "Masyarakat akan lebih mudah memahami informasi jika menggunakan bahasa yang mudah dan sesuai pemahaman. Kalau pakai bahasa tinggi susah dipahami," katanya.

    Selain itu, materi yang disampaikan juga harus benar-benar menjawab keresahan dan pertanyaan masyarakat.

    "Vaksin Covid-19, harus disampaikan karena dibutuhkan dan akan merugikan diri sendiri jika tidak menggunakannya," ujarnya.

    Turut tampil sebagai narasumber Diskusi Media FMB9 adalah Juru Bicara Pemerintah Satuan Tugas Covid-19 Reisa Broto Asmoro.

    Berita Terkait

    Pegawai Kominfo Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap 1

    Pegawai Kementerian Komunikasi dan Informatika menjalani Vaksinasi Covid-19 tahap ke-1. Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba Selengkapnya

    Pedoman Pelaksanaan UU ITE Bukan Norma Hukum Baru

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan pedoman pelaksanaan untuk mengkaji kriteria implementatif dan rumusan substans Selengkapnya

    Apresiasi Peran Aktif Pers Transmisikan Informasi Soal Covid-19

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, mengapresiasi peran dan kontribusi wartawan dan industri pers yang secara aktif mentrans Selengkapnya

    Menkominfo Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jak Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA