FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    08 10-2020

    507

    Kominfo: Bijaksana Memilah Informasi Covid-19

    Kategori Berita Kominfo | mth

    Jakarta, Kominfo – Masyarakat harus bijaksana menerima berita khususnya terkait dengan pengadaan vaksin Covid-19 yang sedang diupayakan pemerintah saat ini.

    Hal itu ditegaskan Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Komuniksai dan Informatika Henri Subiakto dalam Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk “Vaksin : Menjawab Mitos dan Menolak Hoaks” di Media Center Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan ekonomi Nasional (KPCPEN), Jakarta Kamis (08/10/2020).

    Menurut SAM Bidang Hukum, media sosial menjadi wadah yang patut diwaspadai. Pasalnya media ini menjadi salah satu area dengan penyebaran hoaks yang masif di masa pandemi Covid-19, dan ini merupakan persoalan serius.

    "Banyak berkembang berita hoaks saat pandemi. Informasi seputar pandemi pasti ada yang menyelewengkan. Masyarakat harus bijak dalam menyikapi berita yang berkembang mengenai Covid-19 maupun vaksin," katanya.

    Pada kesempatan ini, SAM Henri menegaskan bahwa vaksin adalah salah satu solusi mengakhiri pandemi Covid-19 di Inonesia bahkan dunia.

    "Untuk memutus pandemi ini tentu salah satunya dengan adanya vaksin. Oleh karenanya, saya meminta masyarakat tidak ikut sebagai pembaca apalagi membuat berita hoaks terkait vaksin. Adanya vaksin tentu untuk kebaikan bersama khususnya memberanta virus ini," ujarnya.

    Guna menghadapi berita-berita palsu masyarakat dikatakannya bisa melihat sumber-sumber informasi atau berita yang salah satunya berasal dari institusi resmi atau orang-orang yang kapabel dan memiliki kompetensi.

    Masyarakat diminta Henri tidak mengandalkan media sosial dalam memperoleh informasi-informasi. Media sosial ditegaskannya tidak memiliki kontrol dalam menginformasikan berita dibandingkan media konvensional.

    "Kalau ada informasi, jangan langsung reaktif. Ditelusuri dulu kebenarannya," katanya.

    Situasi pandemi seperti saat ini, informasi khususnya terkait vaksin Covid-19 harus disampaikan dengan Bahasa yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat.

    "Masyarakat akan lebih mudah memahami informasi jika menggunakan bahasa yang mudah dan sesuai pemahaman. Kalau pakai bahasa tinggi susah dipahami," katanya.

    Selain itu, materi yang disampaikan juga harus benar-benar menjawab keresahan dan pertanyaan masyarakat.

    "Vaksin Covid-19, harus disampaikan karena dibutuhkan dan akan merugikan diri sendiri jika tidak menggunakannya," ujarnya.

    Turut tampil sebagai narasumber Diskusi Media FMB9 adalah Juru Bicara Pemerintah Satuan Tugas Covid-19 Reisa Broto Asmoro.

    Berita Terkait

    Menkominfo: TIK Jadi Modal Akselerasi Transformasi Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan modal dasar akselerasi pembangunan digital adalah penguatan dan pemerataan inf Selengkapnya

    Gelar Donor Darah, BAKTI Kominfo: Wujud Kepedulian Sosial sebelum Vaksinasi Covid-19

    Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah Pal Selengkapnya

    Awas Hoaks! Pesan Berantai Vaksinasi Covid-19 di Bio Farma

    Beredar pesan berantai WhatsApp mengenai penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 di Gedung Publik 2 Bio Farma, Bandiung. Dalam pesan itu disebutk Selengkapnya

    Kominfo Ajak PIP Aktif Kurangi Sebaran Isu Hoaks

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong Penyuluh Informasi Publik (PIP) ikut aktif dalam mengurangi penyebaran isu hoaks. Hal itu d Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA