FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 09-2020

    373

    Optimasi Program dan Anggaran PC-PEN, Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penanganan Covid-19

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) didampingi Menteri BUMN Erick Thohir (kanan), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kedua kanan), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kedua kiri) dan Kepala BNPB Doni Monardo (kiri) memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (4/9/2020). Rakor tersebut membahas penanganan COVID-19 di Indonesia, salah satunya yakni Pemerintah telah menganggarkan Rp3,3 triliun untuk pembayaran uang muka pengadaan vaksin. - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), sesuai jadwal yang telah ditetapkan, kembali menggelar Rapat Pleno yang diselenggarakan setiap hari Jumat mulai pukul 16.00 WIB.

    Kali ini, selain membahas tindak lanjut dari rapat Pleno yang lalu untuk melakukan perubahan Perpres 82/2020, hal yang menjadi fokus bahasan adalah strategi optimalisasi program dan anggaran PC-PEN untuk mendorong upaya penanganan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Rapat Pleno ini membahas monitoring dan evaluasi berbagai program PC-PEN dan tindak lanjut Rapat Pleno lalu, yang telah ditindaklanjuti dengan pengajuan 2 RPerpres, yaitu RPerpres Perubahan Perpres 82/2020 dan RPerpres tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Pleno, di Jakarta, Jumat (04/09/2020). 

    Dalam rapat koordinasi itu dibahas perkembangan situasi Covid-19 di Indonesia s.d. hari ini tercatat sebagai berikut:

    • GLOBAL: Jumlah kasus sebanyak 26,121,999 kasus, Recovery Rate 70,4%, Jumlah kematian 864,618 (CFR= 3,3%) di 215 Negara Terjangkit.
    • INDONESIA: Jumlah kasus sebanyak 187,537 kasus, Jumlah Sembuh sebanyak 134,181  kasus (Recovery Rate 71,5%), Jumlah meninggal sebanyak 7,832 kasus (CFR= 4,2%). Recovery Rate Indonesia lebih tinggi daripada global.
    • Jumlah Tes di Indonesia sebanyak 2,3 juta orang, lebih tinggi dari negara-negara lain, kecuali Italia (8,8 juta orang) dan Chile (2,4 juta orang). Sedangkan Jumlah Tes per 1 juta Penduduk= 8,552 orang.
    • Provinsi dengan jumlah kasus tertinggi: DKI Jakarta= 43.400 (23,6%); Jawa Timur= 34.655 (18,8%); dan Jawa Tengah= 14.670 (8,0%).
    • Provinsi dengan Kesembuhan Tertinggi: Bangka Belitung, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, dan Gorontalo.
    • Provinsi dengan Kematian Terendah: Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua.

    “Penanganan Covid-19 akan fokus di beberapa provinsi dengan target menurunkan indikator dari Merah menjadi Kuning/Hijau sebelum pelaksanaan Pilkada,” ujar Menko Airlangga.

    Adapun Strategi Penanganan Covid-19 yang akan terus menjadi perhatian adalah dengan mengurangi penyebaran Covid-19 melalui gerakan 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) dan 3 T (TestTrace, dan Treat). Selain itu, strategi untuk menurunkan tingkat kematian melalui peningkatan fasilitas dan kapasitas Layanan Kesehatan (Puskesmas, Rumah Sakit) dan Dukungan Tenaga Kesehatan.

    “Kampanye masif Gerakan 3 M terus akan dilanjutkan. Kampanye Memakai Masker yang tadinya sampai tanggal 6 September 2020 ini, tetap akan diteruskan dan akan lebih masif lagi. Sedangkan kampanye Menjaga Jarak akan dilaksanakan pada periode 7 September 2020 s.d. 6 Oktober 2020. Lalu kampanye Mencuci Tangan akan dilaksanakan mulai 7 Oktober 2020 s.d. November 2020,” tegas Airlangga.

    Pemulihan Ekonomi Nasional

    Dari sisi pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah akan fokus pada strategi untuk mengurangi risiko kontraksi ekonomi di Q3 dan Q4 Tahun 2020, terutama dengan melakukan optimalisasi atas potensi anggaran yang kemungkinan tidak terserap dengan melakukan re-alokasi ke program-program yang dapat terlaksana dan selesai di tahun 2020.

    Hasil monitoring dan evaluasi program-program PEN berjalan cukup bagus. Dua program yang paling akhir diluncurkan, yaitu Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang diluncurkan 24 Agustus 2020 dan Bantuan Subsidi Gaji/Upah yang diluncurkan 27 Agustus 2020 berjalan sangat baik.

    “Program BPUM per hari ini telah disalurkan sebesar Rp13,4 triliun dengan jumlah penerima sebanyak 5,59 juta Pelaku Usaha Mikro. Kalau dilihat per Provinsi, yang paling banyak adalah di Jawa Barat sebesar 1,14 juta pelaku usaha mikro,” lanjut Menko Airlangga. Sedangkan untuk program Bantuan Subsidi Gaji/ Upah, pada Batch 1 sudah terealisasi untuk 2,5 juta dan Batch 2 sebanyak 3 juta penerima, dari total penerima yang ditargetkan sebanyak 15,7 juta penerima.

    Berdasarkan hasil monitoring atas penyerapan dan realisasi anggaran program PEN, selama 2 bulan ini (Juli 2020 dan Agustus 2020) dan sejak dilakukannya monitoring oleh Komite PC-PEN, perkembangannya sangat signifikan. Realisasi pada Semester I (s.d. 30 Juni 2020) sebesar Rp124,62 triliun, namun selama bulan Juli 2020 terjadi realisasi sebesar Rp23,05 triliun sehingga posisi 31 Juli 2020 sebesar Rp147,67 triliun. Sedangkan selama bulan Agustus 2020 (setelah ada Komite PC-PEN), realisasi bulanan sebesar Rp63,93 triliun sehingga per 31 Agustus 2020, total realisasi sudah mencapai Rp211,60 triliun, sehingga terjadi kenaikan realisasi sebesar 30,9% (monthly growth).

    Monitoring dan evaluasi yang dilakukan Komite PC-PEN sangat efektif sehingga realisasi program dan anggaran menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan, terutama selama bulan Agustus 2020 ini yang dalam sebulan bisa mendorong realisasi sebesar Rp63,93 triliun. Kalau melihat tren kemajuan program dan realisasi anggaran di bulan Agustus 2020 ini, kita cukup optimistis untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 2020 masih bisa positif,” terang Menko Airlangga lebih lanjut.

    Hasil monitoring juga mengidentifikasi adanya potensi dana/anggaran yang tidak terserap secara penuh s.d. akhir tahun, baik di anggaran Pemerintah Daerah (APBD), anggaran di masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L), maupun anggaran Program PEN. Untuk dana/anggaran PEN yang masih bisa digunakan dan dialokasikan lagi sebesar Rp12,92 triliun yang berasal dari alokasi program PEN untuk kelompok Kesehatan, Perlindungan Sosial, dan Sektoral/Pemerintah Daerah.

    Untuk mendorong percepatan realisasi Program dan Anggaran, baik di K/L, Program PEN, maupun yang ada di Daerah (Pemda), diusulkan beberapa inisiatif program, baik yang sifatnya program baru maupun yang optimalisasi program existing yang sudah ada di pipeline. Beberapa usulan inisiatif program antara lain terkait dengan Penanganan Kesehatan, yaitu pengembangan/upgrade Fasilitas Kesehatan (Puskesmas, RSUD) dan pemberian DID (Dana Insentif Daerah) untuk daerah yang berhasil dalam penanganan Covid-19 (menjadi Zona Kuning/Hijau), serta  peningkatan PCR untuk memenuhi target WHO (orang per hari).

    Selain itu, juga usulan untuk penambahan nilai beberapa program Perlindungan Sosial dan perluasan penerima manfaat program tersebut. Diusulkan juga untuk mendorong percepatan program Padat Karya, terutama yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Untuk lebih mendorong kontribusi PDB di daerah, dikembangkan program berbasis spasial, dengan menyiapkan beberapa program pengembangan sektor unggulan di 10 Provinsi yang mempunyai kontribusi PDB terbesar.

    “Melalui berbagai upaya cepat dan langkah taktis yang dilakukan Komite, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan sekaligus menangani pandemi Covid-19, diharapkan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, dan penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan,” tutup Menko Airlangga pada acara Rapat Pleno Komite PC-PEN.

    Berita Terkait

    Presiden Apresiasi Pengabdian, Perjuangan, dan Pengorbanan para Dokter

    Masyarakat melihat dan merasakan ketangguhan para dokter yang memilih jalan sebagai pejuang kemanusiaan dan mengorbankan waktu serta tenaga Selengkapnya

    Program Kartu Prakerja Dorong Akselerasi Pencapaian Target Inklusi Keuangan

    Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) memperkuat komitmennya mengakselerasi pencapaian target inklusi keuangan di Indonesia usa Selengkapnya

    Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Berjalan Beriringan

    Realisasi anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terus meningkat. Di data per 7 Oktober 2020 tercatat di angka Rp331,94 triliun, Selengkapnya

    Tingkatkan Peran Forum Zakat dalam Pemulihan Ekonomi Masyarakat Terdampak Covid-19

    Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) membawa dampak yang besar tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi mas Selengkapnya