FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    15 08-2020

    503

    Pemerintah Optimistis 2021 Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,5 Persen

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thoh Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir ir, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dapat mencapai sekitar 4,5 - 5,5 persen. Dengan berbagai kebijakan pemerintah di bidang kesehatan dan ekonomi untuk meredam dampak negatif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

    "Kalau bangsa luar percaya, masa bangsa kita yang pesimis? Karena itu kemarin Indonesia menargetkan pertumbuhan positif untuk ke depannya," ujar Erick Thohir disampaikan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit” yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Kemenkominfo, Jakarta, Sabtu (15/08/2020).

    Target pertumbuhan tersebut, lanjut Erick, didasari oleh prediksi dari dua lembaga internasional dunia yakni International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan bisa tumbuh hingga 6,1 persen dan World Bank yang menyebutkan Indonesia dapat tumbuh secara positif hingga mencapai 5,5 persen.

    "Dua poin ini yang menjadi dasar untuk Indonesia tumbuh, apalagi kalau kita lihat data prediksi dari IMF dan World Bank," imbuhnya.

    Dalam mewujudkan hal tersebut, Indonesia telah mempunyai dua modal besar yakni jumlah penduduk yang besar dan sumber daya alam yang melimpah.

    Modal pertama, dengan memiliki jumlah penduduk yang besar, maka pemerintah dapat mengarahkan masyarakat membeli produk yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi. Sehingga, dapat menjaga konsumsi domestik Indonesia dapat terjaga selama masa pandemi.

    Modal kedua, dengan memiliki sumber daya alam yang melimpah, maka pemerintah dapat melakukan pengelolaan sumber daya alam khususnya mineral dengan optimal. Dengan cara memanfaatkan berbagai sumber daya mineral sesuai dengan perkembangan terkini dunia industri.

    "Kita ini sudah berkali-kali diuntungkan dengan cycle ekonomi yang dulu namanya minyak, kayu, batubara, kelapa sawit, sekarang yang namanya isi batre melalui produksi alam kita nikel dan lainnya. Kita sangat kaya," katanya.

    Saat ini, pihaknya tengah fokus membuka potensi pasar dari berbagai kerja sama yang telah terjalin di masa lalu. Di antaranya, melalui negara yang tergabung dalam organisasi kerja sama selatan - selatan (KSS) yang sangat potensial.

    "KSS ini harus terus kita tingkatkan karena ada dua negara tetangga kita di Asia yang mempunyai potensi pasar luar biasa," tutup Erick.

    Turut tampil sebagai narasumber Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin.

    Berita Terkait

    Pemerintah Optimalisasi Pusat Inkubasi Bisnis di Lingkungan Kampus

    Semua negara berupaya untuk bangkit dari pandemi dan ini mendorong pemulihan ekonomi terjadi di berbagai negara. Di Indonesia, indikator uta Selengkapnya

    Pemerintah Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 pada Libur Natal dan Tahun Baru

    Presiden RI Joko Widodo meminta jajarannya untuk mengantisipasi potensi terjadinya kenaikan kasus Covid-19 pada liburan Natal dan Tahun Baru Selengkapnya

    Pemerintah dan Banggar Sepakat Bawa RUU APBN 2022 ke Rapat Paripurna DPR

    Pemerintah bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR menyepakati Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Selengkapnya

    Presiden: Industri Baja Pilar Penting Pertumbuhan Ekonomi

    Pernyataan ini disampaikan Presiden ketika memberikan sambutan pada acara Peresmian Hot Strip Mill #2 PT Krakatau Steel (Persero) TBK di Kot Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA