FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    15 08-2020

    195

    Pemerintah Optimistis 2021 Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,5 Persen

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thoh Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir ir, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dapat mencapai sekitar 4,5 - 5,5 persen. Dengan berbagai kebijakan pemerintah di bidang kesehatan dan ekonomi untuk meredam dampak negatif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

    "Kalau bangsa luar percaya, masa bangsa kita yang pesimis? Karena itu kemarin Indonesia menargetkan pertumbuhan positif untuk ke depannya," ujar Erick Thohir disampaikan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit” yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Kemenkominfo, Jakarta, Sabtu (15/08/2020).

    Target pertumbuhan tersebut, lanjut Erick, didasari oleh prediksi dari dua lembaga internasional dunia yakni International Monetary Fund (IMF) yang menyatakan bisa tumbuh hingga 6,1 persen dan World Bank yang menyebutkan Indonesia dapat tumbuh secara positif hingga mencapai 5,5 persen.

    "Dua poin ini yang menjadi dasar untuk Indonesia tumbuh, apalagi kalau kita lihat data prediksi dari IMF dan World Bank," imbuhnya.

    Dalam mewujudkan hal tersebut, Indonesia telah mempunyai dua modal besar yakni jumlah penduduk yang besar dan sumber daya alam yang melimpah.

    Modal pertama, dengan memiliki jumlah penduduk yang besar, maka pemerintah dapat mengarahkan masyarakat membeli produk yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi. Sehingga, dapat menjaga konsumsi domestik Indonesia dapat terjaga selama masa pandemi.

    Modal kedua, dengan memiliki sumber daya alam yang melimpah, maka pemerintah dapat melakukan pengelolaan sumber daya alam khususnya mineral dengan optimal. Dengan cara memanfaatkan berbagai sumber daya mineral sesuai dengan perkembangan terkini dunia industri.

    "Kita ini sudah berkali-kali diuntungkan dengan cycle ekonomi yang dulu namanya minyak, kayu, batubara, kelapa sawit, sekarang yang namanya isi batre melalui produksi alam kita nikel dan lainnya. Kita sangat kaya," katanya.

    Saat ini, pihaknya tengah fokus membuka potensi pasar dari berbagai kerja sama yang telah terjalin di masa lalu. Di antaranya, melalui negara yang tergabung dalam organisasi kerja sama selatan - selatan (KSS) yang sangat potensial.

    "KSS ini harus terus kita tingkatkan karena ada dua negara tetangga kita di Asia yang mempunyai potensi pasar luar biasa," tutup Erick.

    Turut tampil sebagai narasumber Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin.

    Berita Terkait

    Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Libur Panjang

    Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya agar peningkatan laju penularan pandemi tidak terjadi selepas masa libur tersebut. Selengkapnya

    Menperin Optimistis UU Cipta Kerja Wujudkan Reindustrialisasi

    Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) dinilai akan mampu mendorong reindustrialisasi di Indonesia. Melalui penerapan omnibus law tersebut, Selengkapnya

    Pemerintah Optimis Pilkada 2020 Jadi Ajang Solusi Covid-19

    Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik, optimis Pilkada 2020 di masa pandemi Covid-19, bisa menj Selengkapnya

    Pemerintah Pacu Aktivitas Industri Tanpa Abaikan Protokol Kesehatan

    Pandemi Covid-19 membawa dampak yang signifikan terhadap aktivitas sektor industri di Indonesia. Imbas itu antara lain penundaan kontrak dan Selengkapnya