FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    05 07-2020

    3823

    Tetap Produktif dan Kreatif di Tengah Pandemi Covid-19

    Kategori Berita Kominfo | Irso

    Jakarta, Kominfo - Pandemi Covid-19 bukan alasan untuk tidak tetap produktif dan kreatif. Apalagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi penopang ekonomi nasional, tentu saja dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

    Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Widodo Muktiyo menyatakan setiap mahasiswa perlu produktif dan kreatif di masa pandemi. 

    “Kenapa ini penting? Karena justru kita ini masih berhadapan dengan Covid-19, kita harus senantiasa berubah perilaku kita memutus mata rantai itu sambil mengembangkan inovasi kreativitas agar supaya bisa produktif, kreatif, tetapi tetap aman,” ujarnya dalam Webinar bersama mahasiswa perguruan tinggi Sumatera Utara, dari Jakarta, Minggu (05/07/2020).

    Menurut Dirjen IKP, produktif dan kreatf menjadi kata kunci ketika disiplin diri, kebersamaan, gotong royong, selalu berpikir optimis dan juga berpikir positif menjadi pegangan dan komitmen bersama antar seluruh komponen masyarakat, “Mari kita pegang terus supaya apa yang kita lakukan menjadi energi yang lebih kuat lagi menghadapi tantangan kehidupan yang baru ini,” jelasnya.

    Dirjen Widodo menuturkan di balik pandemi Covid-19, sebetulnya Indonesia akan berada pada satu perubahan yang sangat besar. Perubahan itu berkaitan dengan ekonomi, politik, dunia kerja, dan pola kehidupan dalam masyarakat.

    “Jadi, rasanya kita ambil positifnya bahwa memang manusia itu kalau mendapatkan tekanan itu akan muncul kreativitas, pada saat kita ini hidup dalam kenyamanan, mungkin kreativitas itu tidak akan lebih lagi secara lebih cepat,” tuturnya.

    Salah satu perubahan terjadi di dunia digital. Menurut Dirjen IKP, dunia digital telah melahirkan startup-starup yang sangat menguntungkan buat negara dan masyarakat. 

    "Dengan adanya Covid-19 semoga menjadi sesuatu yang memberikan nilai dan hikmah positif, jangan sampai kemudian loyo atau lemah. pandemi Covid-19 bisa dipetik hikmah positifnya dan menjadi tantangan baru bahwa dunia digital hadir di tengah masyarakat," paparnya.

    Dua Kunci 

    Dirjen IKP menekankan dua kunci penting yang dipegang Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, khususnya di era kenormalan baru atau tatanan kehidupan baru. "Dua aspek tersebut adalah tidak terpapar Covid-19 dan tidak terkapar PHK," ujarnya.

    Menurut DIrjen Widodo, saat ini semua warga negara mengalami satu situasi bahwa kita harus berubah perilaku kita. Lebih mengutamakan kebersihan, hidup lebih sehat, lebih taat, disiplin dan wajib melaksanakan protokol kesehatan. "Ini tips penting yang siapapun kita tidak boleh sampai sombong mengabaikan itu,” tandasnya.

    Dirjen IKP melihat banya masyarakat yang kemudian mulai timbul kesadaran untuk menjalankan protokol kesehatan, misalnya saja pada saat rutinitas olahraga pagi yang semuanya menggunakan masker. 

    “Ini adalah protokol yang sangat penting yang harus kita laksanakan, dan ini bagian dari upaya kita untuk bisa sehat tapi sekaligus aman terhadap Covid-19 dengan olahraga,” terangnya

    Mengenai aspek kedua, Pemerintah berupaya untuk menghindari terjadinya PHK dengan memperhatikan risiko persebaran virus di setiap daerah dan reaktivasi sektor secara bertahap. "Sejak Presiden Joko Widodo mengeluarkan SK Gugus Tugas pada tanggal 13 Maret lalu, secara khusus meminta agar memperhatikan hal tersebut," ungkapnya. 

    Hal itu diterapkan dengan acuan ketika mengaktifkan kembali kegiatan masyarakat yang produktif dan aman dari Covid-19. Menurut Dirjen Widodo kondisi pada setiap daserah akan berbesa. "Tergantung tingkat kenaikan kasus di wilayahnya di kabupaten atau kotamadya. Nah, hal-hal seperti ini menjadi pengetahuan kita agar supaya nanti juga bisa memahami situasi-situasi yang akan kita hadapi, termasuk juga jenis usahanya,” paparnya. 

    Bangun Optimistisme

    Mengutip arahan Presiden Joko Widodo, Dirjen IKP mengingatkan bahwa sebagai bangsa yang besar, menghadapi Covid 1-19 harus penuh optimis, tetapi di sisi lain juga aman dan produktif. "Artinya bahwa optimisme punya implikasi pada kerja keras. Ubahlah kelemahan jadi kekuatan, ini seperti halnya kalau kita berada pada situasi terancam biasanya kreativitas itu akan lahir, mudah-mudahan posisi kita saat ini adalah posisi di mana kreatif di lingkungan kita,” jelasnya.

    Menurut Dirjen Widodo, optimistisme itu telah terwujud. Salah satunya mengenai penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), "Di awal pandemi harus mencari di beberapa negara seperti China, Korea, Jepang dan beberapa negara lainnya. Namun,  karena dengan optimisme Presiden dengan UMKM dalam negeri bisa membuat APD sendiri, bahkan sangat mencukui untuk kebutuhan dalam negeri," kisahnya. 

    Webminar hasil kerja sama Kementerian Kominfo dan Komisi I DPR RI. Webinar itu ditujukan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya edukasi tentang protokol kesehatan, diseminasi informasi dan membangun narasi optimisme dan narasi tunggal dalam mencegah persebaran hoaks.

    Berita Terkait

    Awas Disinformasi Peringkat Keamanan Vaksin Covid-19!

    Beredar sebuah informasi melalui pesan berantai WhatsApp mengenai peringkat keamanan vaksin Covid-19. Konon, dasar informasi itu dikaitkan Selengkapnya

    Lebih Mudah Terinfeksi Usai Vaksin Covid-19? Awas Hoaks!

    Telah beredar di media sosial Facebook konten unggahan berisi informasi soal orang lebih mudah terinfeksi Covid-19 setelah divaksin. Selengkapnya

    Awas Hoaks! Pesan Berantai Vaksinasi Covid-19 di Bio Farma

    Beredar pesan berantai WhatsApp mengenai penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 di Gedung Publik 2 Bio Farma, Bandiung. Dalam pesan itu disebutk Selengkapnya

    Ruang Digital Bersih dan Sehat, Sukseskan Vaksinasi Covid-19

    Masyarakat dapat mewujudkan ruang digital yang bersih. Sehingga, berpengaruh positif terhadap pola pikir dalam mendukung penyelenggaraan vak Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA