FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 06-2020

    154

    Program DTS Jembatani Calon Tenaga Kerja dengan Kebutuhan Industri TIK

    Kategori Berita Kementerian | Irso

    Jakarta, Kominfo – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Komunikasi dan Informatika, Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, program Digital Talent Scholarship (DTS) dapat menjembatani antara calon tenaga kerja industri di bidang teknologi informasi dan komunikasi. 

    "Hal itu berdasarkan pengalaman dua sektor ini sama-sama mengeluh antara lowongan pekerjaan dan kompetensi. Dua dunia ini (lowongan pekerjaan dan industri) saling memerlukan, tapi tidak ketemu karena adanya suatu perbedaan cara pandang, dan DTS salah satunya untuk menjembatani itu,” tutur Basuki melalui diskusi virtual Makin Jago Digital bersama DTS, dari Jakarta, Kamis (04/06/2020)

    Kepala Badan Litbang SDM menjelaskan seringkali ditemukan lulusan perguruan tinggi maupun sekolah advokasi seperti SMK, D2 dan D3 mengeluh akan susahnya mencari kerja. Di sisi lain, pelaku industri  juga mengeluh mencari tenaga kerja berkompeten pada bidang yang diinginkan. 

    Bahkan, menurut Basuki, bagi pelaku industri di bidang IT, persoalan seperti itu tidak hanya terjadi di Indonesia, negara-negara maju dan berkembang lainnya pun mengalami kendala yang sama. Hal tersebut mengingat perkembangan teknologi digital luar biasa cepatnya.

    “Kita berusaha untuk menjembatani itu, sehingga kita fokus utamanya adalah untuk alumni-alumni yang juga lulus sekolah, bukan difokuskan pada teman-teman yang masih melakukan pendidikan,” ujarnya

    Dalam Program DTS, Kepala Badan Litbang SDM Sementara itu, ada tiga hal yang difokuskan dalam program DTS ini, yakni re-skilling atau memperlancar skill peserta, upskilling atau meningkatkan level skill, dan new skilling atau peserta yang sama sekali bukan bidang IT tapi dirasa perlu untuk memberikan pelajaran yang berhubungan dengan IT.

    “Artinya apa, semua disiplin ilmu bisa mengambil bidang ini, sehingga sasaran dari DTS ini diantaranya mengurangi pengangguran dan alih kompetensi,” imbuhnya

    Mengutip prediksi McKinsey, Basuki menyebutkan ada sekitar 21 juta tenaga yang akan tergusur karena potensinya tidak diperlukan lagi. Hal tersebut yang dipikirkan Kementerian Kominfo melalui program DTS dalam rangka memberikan pembekalan di bidang IT.

    “Walaupun di sisi yang lain (McKinsey) menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai potensi untuk menciptakan lapangan kerja lebih besar daripada 21 juta sampai 40 juta. Jadi sebenarnya potensi lebih besar daripada kendalanya,” sambungnya

    Meskipun demikian, Kepala Badan Litbang SDM mengingatkan bahwa potensi terbukanya lapangan pekerjaan tidak kemudian datang seketika, karena memerlukan upaya dan kerja keras antar seluruh elemen anak bangsa. Tautan diskusi lengkap bisa diakses di komin.fo/MakinJagoDigital.

    Berita Terkait

    Hoaks Pendataan Resmi Calon Penerima Kartu Prakerja oleh Kemnaker

    Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar d Selengkapnya

    Mau Tahu Cara Kerja Mesin AIS dalam Tangani Konten Negatif?

    Peserta Diklat Monitoring Media Sosial Tahun 2020 mengunjungi Tim AIS Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kunjungan itu dipandu langsung Selengkapnya

    Menkominfo: Milenial Perlu Kenal Kemajuan Digital Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, menjadi suatu keharusan bagi pemerintah untuk memperkenalkan kepada masyaraka Selengkapnya

    Menkominfo Imbau Mitra Kerja Tempatkan Data Center di Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengimbau para mitra kerja Kementerian Kominfo, baik Facebook, Google dan penyedia platfo Selengkapnya