FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 06-2020

    148

    Wapres: Hadapi Kenormalan Baru, Ambil Peluang Ekonomi Syariah

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo – Dalam masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal, pemerintah terus berupaya mengkaji penerapannya agar tetap aman dari Covid-19. Oleh karena itu, itu masyarakat diminta untuk tetap produktif agar mampu mendorong pergerakan ekonomi, termasuk ekonomi syariah.

    “Pemberlakuan tatanan baru membuat aspek kesehatan dan higienitas menjadi hal yang mutlak. Di sinilah peluang industri halal yang jika diterapkan secara baik, In Sya Allah dapat menjadi pilihan,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika menjadi narasumber pada Webinar Nasional yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bertemakan “Ekonomi Syariah di Indonesia: Kebijakan Strategis Pemerintah Menuju New Normal Life”, Kamis (04/06/2020).

    Lebih jauh Wapres mengimbau agar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sebagian besar merupakan pelaku ekonomi syariah, dapat turut menyediakan berbagai produk dan jasa terkait kesehatan, seperti masker, hand sanitizer dan pelindung wajah (face shield).

    Selain itu, lanjutnya, perubahan kebiasaan masyarakat perlu mendapat perhatian pelaku ekonomi syariah. “Contohnya, transaksi perbankan akan lebih fokus pada layanan internet banking, sementara pembelanjaan produk juga akan semakin fokus pada transaksi online,” terang Wapres.

    Untuk itu, Wapres menekankan pentingnya beradaptasi sesuai kondisi. Pelaku ekonomi syariah harus bisa menyesuaikan diri dengan memanfaatkan teknologi digital dan transaksi online dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah.

    Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengungkapkan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19, pemerintah Indonesia melakukan refocusing dan realokasi anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN), serta pelebaran defisit. Hal ini ditujukan untuk memberikan keleluasaan dalam menangani permasalahan kesehatan serta menyediakan anggaran bantuan sosial yang cukup besar.

    “Pemerintah juga memberikan stimulus, baik fiskal maupun non-fiskal serta memastikan anggaran tersedia untuk program pemulihan ekonomi,” tambahnya.

    Mengakhiri sambutannya, Wapres berpesan agar semua pihak senantiasa menggelorakan dan mempromosikan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia agar terus berkembang dan mencapai potensinya, terutama dalam tatanan baru pandemi Covid-19.

    Sebelumnya, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Abd Haris, M. Ag mengatakan bahwa ekonomi Indonesia saat ini mengalami dampak yang begitu besar akibat pandemi Covid-19. Namun, ia meyakini bahwa ekonomi syariah berpotensi ikut memperbaiki situasi sulit ini.

    “Bagaimana peran ekonomi syariah, terutama di Indonesia, bahkan mungkin pikiran-pikiran yang tumbuh dari ekonomi syariah ini akan menjadi solusi bagi ketangguhan-ketangguhan dari ekonomi seluruh umat manusia di dunia ini,” ungkapnya. 

    Berita Terkait

    Jaga Keseimbangan Kesehatan dan Ekonomi dengan Inovasi

    Masa transisi menuju tatanan normal baru menuntut proses adaptasi melalui penerapan protokol kesehatan di dalam melakukan berbagai aktivitas Selengkapnya

    Wapres: Implementasikan Kebijakan Satu Pintu UMKM dan Koperasi

    Konsolidasi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus segera dilaksanakan agar pendataan serta pemberdayaannya fokus pada sat Selengkapnya

    Industri Olahraga Perlu Bersiap Hadapi Kenormalan Baru dengan Digitalisasi Sektor Olahraga

    Proses digitalisasi olahraga dapat menjawab tantangan pengembangan olahraga di masa Kenormalan Baru. Proses digitalisasi ini menjadi penting Selengkapnya

    Presiden: Siapkan Terobosan Baru untuk Percepat Penanganan Pandemi

    Presiden Joko Widodo meminta dilakukannya terobosan baru yang berdampak besar terhadap penanganan pandemi Covid-19 di tengah masyarakat. Ber Selengkapnya