FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    21 05-2020

    540

    6 Upaya Kominfo Lindungi Masyarakat dari Dampak Covid-19

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo - Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan berbagai upaya dalam melindungi masyarakat dari dampak Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di berbagai sendi kehidupan.

    "Kominfo telah berupaya maksimal dalam melindungi masyarakat dari dampak Covid-19," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Widodo Muktiyo dalam Webinar Pemanfaatan Internet dalam Upaya Perlindungan Diri dari Pandemi Covid-19 dari Jakarta, Kamis (21/5/2020).

    Dirjen IKP merinci upaya itu dalam beberapa kelompok "Pertama, dalam hal melindungi masyarakat terhadap ancaman terinfeksi Covid-19, Kominfo telah meluncurkan aplikasi peduli lindungi. aplikasi ini bisa di unduh melalui playstore khusus pengguna telpon pintar berjenis android dan iOS," jelasnya.

    Melalui aplikasi ini, kata Dirjen Widodo, masyarakat dapat mengetahui informasi terkait penyebaran Covid-19 yang berada di sekitar lingkungan rumahnya. Ada indikator merah yang menyatakan daerah tersebut adalah wilayah rawan, sedangkan indikator wilayah hijau menyatakan daerah tersebut tidak rawan penyebaran viru. Jadi, pengguna aplikasi tersebut dapat menghindari berbagai tempat yang potensi menyebarkan Covid-19.

    Informasi di atas didapatkan dari sumber yang terpercaya yakni instansi pemerintah yang terkait dengan penanganan Covid-19. Akurasi dari konten yang diberikan dari aplikasi ini sudah pasti dapat dipertanggung jawabkan ke asliannya. "Ini contohnya, kalau di aplikasi ada indikator merah maka di wilayah tersebut rawan penyebaran Covid-19," imbuhnya.

    Upaya kedua, berkaitan dengan dengan layanan pengaduan terhadap penyebaran Covid-19. Kominfo juga membuat call center layanan darurat Covid-19 dengan nomor 117 yang bisa ditelpon oleh masyarakat dengan tanpa dikenakan biaya sepeser pun. Layanan ini akan segera dapat digunakan dalam beberapa hari kedepan.

    Seluruh operator juga akan bersepakat membuka akses komunikasi dengan gratis. Pihak yang akan melayani nomor tersebut akan dilakukan oleh BNPB. "Chat bot dan pelayanan Call center juga disediakan oleh Kominfo," katanya.

    Ketiga, Kominfo juga melakukan sms blast kepada wilayah-wilayah yang terindikasi memiliki kerawanan tinggi. Artinya, wilayah yang memiliki jumlah penderita positif Covid-19 yang lebih tinggi dibandingkan wilayah-wilayah lainnya di dalam negeri.

    Tercatat, sudah ada 55,3 juta Short Message Service (SMS) per hari selama masa pandemi yang telah dikirimkan kepada masyarakat yang berada di wilayah di atas. Sehingga muncul kesadaran masyarakat untuk mematuhi setiap protokol kesehatan dan kebijakan yang diterbitkan pemerintah dalam penanganan Covid-19.

    "Fasilitas SMS Blast Kominfo untuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19," tuturnya.

    Keempat, melindungi masyarakat dari informasi yang tidak benar (hoaks) yang beredar dalam berbagai platform media sosial (medsos). Ada dua cara yang dilakukan oleh Kominfo yakni dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib dalam hal Kepolisian. Jika konten yang disebarkan melanggara dengan aturan yang berlaku.

    Kemudian, berkoordinasi dengan pemilik platform medsos untuk melakukan penutupan akun medsos yang terindikasi menyebarkan hoaks. Jika konten yang disebarkan oleh akun medsos tidak memiliki pelanggaran hukum sesuai dengan perundangan yang berlaku. "Deteksi dan penanganan hoaks terkait Covid-19," katanya.

    Kelima, Kominfo memberikan pelatihan daring selama masyarakat menjalankan bekerja dari rumah. Tujuannya, menjaga pola pikir masyarakat tetap berkualitas selama masa pandemi. Karena, adanya pembatasan kegiatan yang menyebabkanb tidak bisa melakukan berbagai kegiatan bebas di luar rumah. "Program online Digital Talent Scholarship (DTS) untuk para pekerja yang bekerja dari rumah," katanya.

    Terakhir, Kominfo meminta para operator dalam negeri untuk berkontribusi dalam penangan Covid-19. Para operator diminta memberikan diskon pulsa murah kepada setiap bulan kepada masyarakat. Mengingat kebutuhan pulsa meningkat tajam disaat masa pandemi.

    Total diskon yang di berikan setiap bulannya dari para opertor mencapai total Rp1,9 triliun. Dengan paling banyak berasal dari Telkomsel memberikan diskon sebesar 1,4 triliun, Telkom Fixed memberikan diskon sebesar Rp156 miliar, Indosat Rp130 miliar, XL Axiata sebesar Rp82 miliar, Smart Telekom sebesar Rp50 miliar, H3I (Tree) sebesar Rp3 miliar, dan Sampoerna Telekom Rp2 miliar.

    "Pak menteri meminta para operator berkontribusi terhadap penanganan Covid-19 dalam bentu diskon," pungkasnya.

    Berita Terkait

    Kominfo Dorong Mahasiswa Kembangkan Ide Bisnis Digital

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ide bisnis digital. Menurut Plt Direktur Ekonomi Digital Dire Selengkapnya

    Pilkada 2020, Kominfo Sosialisasikan Pemilih Cerdas, Damai dan Sehat

    Kementeriaan Komunikasi dan Informatika tengah melaksanakan sosialisasi berkaitan dengan Pemilihan Umum Serentak 2020. Selaras dengan agenda Selengkapnya

    Kominfo Minta Masyarakat Sungguh-sungguh Terapkan Protokol Kesehatan

    Kementerian Komunikasi dan Informatika terus fokus menjalankan fungsi sebagai bagian dari komunikasi publik untuk penanganan pandemi Covid-1 Selengkapnya

    Sepakati 66 DIM, Menkominfo: RUU PDP Bergerak Cepat dan Dinamis

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) antara P Selengkapnya