FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 02-2020

    412

    Menkominfo Paparkan Proyeksi Ekonomi Digital di Washington

    Kategori Sorotan Media | meit001

    Washington DC: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate memaparkan Indonesia diproyeksikan akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar ke-9 di dunia pada tahun 2030.

    Sebab, Indonesia saat ini menjadi salah satu dari 16 negara dengan PDB terbesar di dunia. Hal itu disampaikan Menteri Johnny saat menyampaikan pidato kunci pada Gala Dinner US-Indonesia Society (USINDO) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (13/2).
     
    "Tidak ada keraguan bahwa dunia sekarang berubah dari ruang fisik menjadi ruang digital, jadi Indonesia harus bersiap untuk mengubah dirinya menjadi era digital. Indonesia memiliki lanskap digital yang sangat dinamis."

    "Saat ini ada 171,2 juta orang aktif menggunakan internet dan 355,5 juta langganan seluler, ada 26 juta UKM yang diproyeksikan go online pada tahun 2022," papar Menteri Johnny.
     
    Acara Gala Dinner USINDO juga dihadiri President of USINDO David Merril, Under Secretary of State for Economic Growth, Energy, and the Environment Keith Krach, CEO US International Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler, Menko Maritim dan Investasi RI Luhut B. Panjaitan, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar, serta 300 pengusaha AS.
     
    Menteri Johnny dalam kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia memiliki pasar digital yang sangat luas sehingga diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, baik secara regional maupun global. Hingga saat ini, lanjutnya, pemerintah telah memiliki empat unicorn dan satu Decacorn.
     
    Selain itu, setidaknya delapan perusahaan startup siap menjadi Unicorn Indonesia berikutnya, perusahaan-perusahaan tersebut menurutnya tumbuh luar biasa menjadi perusahaan bisnis yang berpengaruh seperti saat ini yang menghasilkan lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi Indonesia dan para pengusaha.
     
    Lebih lanjut, Menteri Johnny menegaskan bahwa upaya mempercepat proses investasi digital sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dalam menciptakan Indonesia yang adil, makmur dan berkelanjutan. "Ekosistem TIK yang kuat akan menciptakan efek positif yang akan memperkuat ketahanan ekonomi, mendukung pengembangan sumber daya manusia," imbuhnya.
     
    Menteri Johnny juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia telah telah dilakukan secara besar-besaran, tentu pembangunan yang berkelanjutan itu bekerja sama denga sektor swasta.
     
    "Kami telah membangun lebih dari 348.000 km panjang tulang punggung serat optik nasional, baik kabel darat maupun kabel bawah laut, dan hampir 480.000 Base Transceiver Stations (BTS) di seluruh negeri. Selain itu, lima satelit multi-fungsi telah orbit untuk menutupi titik-titik kosong (wilayah 3T)," ujarnya.
     
    Menteri Johnny menambahkan, dalam rangka mengimbangi dunia global yang bergerak begitu cepat, pemerintah juga mengembangkan teknologi 5G. Oleh karena itu, pemerintah terus proaktif untuk memastikan masyarakat Indonesia saling terhubung satu sama lain melalui pengembangan teknologi 5G.
     
    "Ini menjadi prioritas kami, karena kami memiliki tanggung jawab untuk memenuhi permintaan spektrum 737MHz pada tahun 2020, dan akan meningkat hingga 1310 MHz sebelum 2024," tegasnya.
     
    "Kami memiliki Siberkreasi yaitu gerakan nasional literasi digital. Gerakan ini telah menjangkau setidaknya 75.000.000 orang dalam dua tahun terakhir. Pada tingkat keterampilan digital yang lebih tinggi, tahun ini kami menyediakan 60.000 slot Beasiswa Digital Talent, serta 300 slot Digital Leadership Akademy, ada ribuan slot yang juga ditawarkan oleh mitra kerja kami seperti CISCO, Google, Facebook, Microsoft, Amazon, IBM, Oracle, Huawei, ZTE, dan banyak lagi," ujarnya.
     
    Selain itu, Menteri Johnny juga menjelaskan upaya pemerintah untuk menyederhanakan regulasi dan kebijakan dalam mewujudkan visi Indonesia Maju, diantaranya Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan RUU Omnibus Law yang saat ini telah diajukan ke DPR RI.
     

    Berita Terkait

    Gandeng Ekosistem, Kominfo Gelar Literasi Digital di 12 Kota

    Pelindungan data pribadi telah menjadi isu penting selama pandemi Covid-19 ketika hampir semua aktivitas masyarakat berlangsung melalui jari Selengkapnya

    Pemerintah Percepat Digitalisasi Televisi Nasional

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) saat ini tengah mengupayakan percepatan digitalisasi nasional, salah satunya digitalisas Selengkapnya

    Menkominfo sambut baik pembangunan pusat data ketiga Alibaba Cloud di Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyambut baik dimulainya pembangunan pusat data ketiga Alibaba Cloud di Indo Selengkapnya

    Menkominfo Dorong Milenial Kuasai Ruang Digital Indonesia

    PEMERINTAH hadir dan memiliki kepedulian terhadap generasi milenial. Selain itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informa Selengkapnya