FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    10 02-2020

    379

    Presiden: Kerja Sama Bilateral RI-Australia Lebih Baik dan Terarah

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Canberra, Kominfo - Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa kunjungan kali ini menandai era baru hubungan Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Australia dan rencana aksi pelaksanaan kemitraan strategis komprehensif untuk tahun 2020-2024 telah selesai.

    ”Ini berarti bahwa dalam 5 tahun ke depan kerja sama bilateral kita akan lebih baik dan lebih terarah,” tutur Presiden Jokowi saat menyampaikan joint press statement usai pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison di Parliament House, Canberra, Australia, Senin (10/02/2020) pagi.

    Ratifikasi perjanjian Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IA-CEPA, menurut Presiden, telah selesai di antara kedua negara. ”Yang berarti ke depan hubungan ekonomi kedua negara secara komprehensif akan lebih maju dan harus lebih dirasakan manfaatnya oleh rakyat kedua negara,” ujarnya.

    Menurut Presiden, Indonesia mendorong agar program 100 hari implementasi dari IA-CEPA dapat dilakukan antara lain pelaksanaan Australia Business Week yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan Australia di Indonesia, juga kunjungan sejumlah major private investor Australia ke Indonesia, dan juga kerja sama untuk pendanaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia, serta kerja sama di bidang pendidikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia. “Tadi sudah disampaikan Perdana Menteri Scott Morrison mengenai akan dibukanya Monash University di Indonesia,” tambah Kepala Negara.

    Melalui IA-CEPA ini, lanjut Presiden, Indonesia mengharap agar Australia dapat menjadi mitra penting, antara lain di bidang investasi untuk infrastruktur dan juga di bidang pendidikan. ”Di luar IA-CEPA kita juga membahas kemitraan kedua negara dalam konteks Indo-Pacific. Kita mengharapkan bahwa stabilitas perdamaian, kesejahteraan secara merata dapat terus tercipta dan terjaga di kawasan Indo-Pacific,” ujarnya.

    Kedua Negara, menurut Presiden, juga sepakat untuk bersama-sama meningkatkan kerja sama di Pasifik Selatan dengan fokus antara lain pada isu ocean dan perubahan iklim. Sebagai informasi Presiden tiba di Parliament House sekitar pukul 08.30 waktu setempat dan disambut langsung oleh PM Scott Morrison.

    Setelah itu, Presiden melakukan penandatanganan buku tamu dan dilanjutkan dengan Bilateral Meeting dan penandatanganan MoU. Usai melakukan joint press statement bersama PM Scott Morrison, Presiden Jokowi memberikan pidato di hadapan anggota parlemen Australia.

    Kemarin, usai meninjau kawasan Mount Ainslie, Canberra, Australia, Minggu (09/02/2020), Presiden menyampaikan kunjungan ke Canberra, Australia merupakan tindak lanjut dari telah selesainya ratifikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 3 hari lalu. “Jadi ini adalah tindak lanjutnya akan ke arah mana. Lha itu besok baru akan kita bicarakan,” tutur Presiden.

    Menurut Presiden, Pemerintah ingin keterbukaan sehingga perdagangan, investasi, pariwisata akan lebih banyak antar kedua negara Indonesia dan Australia. “Arahnya ke situ karena ratifikasinya sudah selesai,” tambah Kepala Negara. 

    Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Politik Hukum dan HAM Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.

    Berita Terkait

    Presiden Berharap Perkoperasian Nasional Dapat Hadapi Tantangan Lewat Kreativitas dan Inovasi

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa perkoperasian nasional mencapai usia 73 tahun ketika dunia usaha tengah mengalami tekanan yang berat Selengkapnya

    Presiden Dorong Kabinet Bekerja Lebih Keras

    Presiden meminta jajarannya untuk tidak hanya bekerja dengan menggunakan cara-cara yang biasa dan membuat terobosan dalam pelaksanaan prosed Selengkapnya

    Presiden: Indonesia Berpeluang Besar Lewati “Middle Income Trap”

    Indonesia kini dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah atas dari sebelumnya negara berpenghasilan menengah bawah. Selengkapnya

    Presiden: Buka Lapangan Kerja Sebanyak-Banyaknya

    Kawasan Industri Terpadu Batang dikembangkan selain untuk menjadi tumpuan industri di Indonesia, juga memberi kesempatan kerja bagi masyarak Selengkapnya