FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    06 02-2020

    399

    Sikapi Sebaran Hoaks, Pemerintah Bentuk Pusat Informasi dan Komunikasi Penanganan Dampak Virus Corona

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyepakati pembentukan pusat informasi dan komunikasi penanganan dampak Novel Coronavirus (2019-nCOV) berada di Kantor Staf Presiden (KSP). Pembentukan pusat informasi dan komunikasi diharapkan dapat menjadi sumber informasi utama dalam mengantisipasi sebaran hoaks terkait Virus Corona.

    "Menyikapi maraknya informasi ataupun berita bohong (hoaks) tentang Virus Corona, pemerintah segera membentuk pusat informasi dan komunikasi penanganan dampak virus corona. Hasil rapat bersama sejumlah menteri, disepakati pusat informasi tersebut ditempatkan di Kantor Staf Kepresidenan," ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Pusat Informasi dan Komunikasi Penanganan Dampak Virus Corona di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (06/02/2020). 

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam rapat itu menegaskan pusat informasi dan komunikasi yang dibentuk bersama itu akan menjadi satu-satunya sumber informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait penanganan dampak virus corona.

    Moeldoko menyebut  arti penting keberadaan pusat informasi dan komunikasi karea peredaran  hoaks tentang virus corona sudah cukup meresahkan. Menurutnya, hoaks itu dapat membuat masyarakat khawatir, ada juga pemberitaan dari media luar negeri yang meragukan upaya serta kemampuan Indonesia dalam mendeteksi virus corona.

    "Ini persoalan dan kalau tidak ditangani dengan baik akan menjadi liar. Perlu satu pintu informasi agar di luar tidak berspekulasi macam-macam," ujarnya.

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio tak menafikan sektor pariwisata memiliki dampak langsung atas kasus yang konon diberitakan penyebarannya sudah sangat masif ke beberapa negara. Wisatawan dari Cina pada tahun 2019 yang mencapai sekitar  2,07 juta dengan spending per-arrival yaitu USD 1.400 sontak mengalami penurunan.

    Wishnu mengaku sangat membutuhkan kerja sama dari semua pihak agar permasalahan corona bisa segera diatasi sehingga tidak terlalu lama berdampak bagi industri pariwisata di Tanah Air.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, kementeirannya telah meminta kepada pihak maskapai penerbangan agar memberikan diskon terutama bagi penerbangan domestik ke Bali, Sulawesi Utara, dan Bintan. Tiga destinasi wisata itu disebut memiliki dampak penurunan wisawatan paling tinggi akibat isu corona.

    Rapat juga dihadiri Menteri Sosial Juliari Batubara, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, Menko Polhukam Mahfud MD, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo, serta pejabat yang mewakili sejumlah kementerian.

    Berita Terkait

    Kominfo Minta TVRI Bangun Narasi Positif Penanganan Covid-19

    Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk ikut berpatisipasi aktif dalam membangun narasi posi Selengkapnya

    Masyarakat Jangan Panik Tanggapi Isu Virus Corona

    Dirjen Aptika Semuel Abrijani Pangerapan menghimbau masyarakat Indonesia agar tidak panik dalam menanggapi isu yang semakin luas beredar men Selengkapnya

    Inilah Edaran KPI Soal Pemberitaan Wabah Virus Corona

    Menyikapi perkembangan pemberitaan dan penyampaian informasi di beberapa media penyiaran tentang wabah Virus Corona (Covid 19) positif dite Selengkapnya

    Kelola Informasi Covid-19, Pemerintah Buat Protokol Komunikasi Publik

    Pemerintah telah membuat protokol komunikasi publik yang memberikan informasi penting di berbagai kanal informasi, berkaitan dengan upaya-up Selengkapnya