FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    29 01-2020

    787

    Tiga Menteri jadi Utusan Presiden ke DPR Tindak Lanjuti Pembahasan RUU PDP

    Kategori Berita Kementerian | mth
    Menteri Kominfo Johnny G. Plate dalam Konferensi Pers tentang Update RUU PDP di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (28/01/2020). - (AYH)

    Jakarta, Kominfo – Tiga Menteri Kabinet Indonesia Maju yakni, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menjadi perwakilan Presiden Joko Widodo dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) bersama DPR RI.

    Penugasan tersebut berdasarkan Surat Presiden (Surpres) yang disampaikan kepada DPR RI pekan lalu, dalam rangka menindaklanjuti pembahasan RUU PDP.

    “Pemerintah dalam hal ini Presiden RI telah menyampaikan Surat Presiden kepada DPR dengan mengirim secara resmi RUU PDP ke DPR,” kata Menteri Kominfo Johnny dalam Konferensi Pers tentang Update RUU PDP di Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (28/01/2020).

    Selain RUU PDP, pemerintah juga menyiapkan beberapa RUU penting lainnya untuk menjadi pembahasan bersama DPR RI, diantaranya RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Pekerjaan dan Omnibus Law Pajak.

    “Surpres itu ditandatangani akhir minggu kemarin, dan menugaskan kepada Menteri Kominfo, Menteri Kumham dan Menteri Dalam Negeri sebagai perwakilan pemerintah, mewakili Presiden dalam pembahsan bersama DPR,” tambahnya mengenai pengajuan RUU PDP.

    Bersamaan dengan RUU PDP, Pemerintah berharap proses politik dan pembahasan semua RUU di DPR bisa dilakukan secara bersama-sama.

    “Kapan ini diselesaikan? Jadi kami harapkan ada beberapa RUU yang penting, yang saat ini disiapkan dan menjadi inisiatif pemerintah yang akan dikirim ke DPR, kami harapkan nanti proses politik dan pembahasan di DPR bisa dilakukan secara simultan,” ujarnya

    Menurut Menkominfo, RUU PDP kemungkinan akan ditangani oleh Komisi I, sementara RUU Omnibus Law akan dilakukan oleh Badan Legislasi yang mempunyai kesempatan dan partisipasi lebih luas, hal itu karena berkaitan dengan banyaknya UU dan Pasal dalam RUU tersebut.

    “Keputusan mekanisme pembahasannya tentu itu sepenuhnya menjadi kewenangan dan dilakukan melalui rapat paripurna DPR RI,” tuturnya.

    Dalam kesempatan itu, Menteri Kominfo Johnny didampingi Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Widodo Muktiyo. **

    Berita Terkait

    Tingkatkan Kolaborasi Guna Wujudkan Kedaulatan Data Wilayah Perbatasan Indonesia

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan komitmen Kementerian Kominfo untuk menjaga kedaulatan di Wilayah Terluar, Terd Selengkapnya

    Menkominfo: Presiden Tekankan Dua Aspek Percepatan Transformasi Digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan, Presiden Joko Widodo menekankan dua aspek penting dalam melakukan percepatan Selengkapnya

    Tertibkan Ratusan Perangkat Nirkabel Penyebab Gangguan Radar BMKG

    Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan 900 perangkat nirkabel yang menyebabkan gangguan atau interferensi pada perangkat radio det Selengkapnya

    Tiga Landasan Pengaturan RUU PDP

    Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah mengajukan Rancangan Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) kepada Dewan Perwakilan R Selengkapnya