FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    24 01-2020

    261

    Di WEF 2020, Menkominfo Pamerkan Pesatnya Perkembangan Startup Indonesia

    Kategori Sorotan Media | meit001

    KOMPAS.com – Indonesia merupakan tanah yang subur untuk pertumbuhan startup. Terbukti Indonesia menduduki posisi lima dunia dengan 2.193 startup pada 2019 setelah AS, India, Inggris, dan Kanada.

    Tak hanya unggul kuantitas. Kualitas startup di Indonesia pun kian tangguh dengan munculnya empat unicorn (valuasi lebih dari 1 juta dollar AS) dan satu decacorn (valuasi lebih dari 10 juta dollar AS).

    Valuasi pasar unicorn dan decacorn itu juga mendominasi dunia startup Asia Tenggara. Beberapa di antaranya Gojek (11 miliar dollar AS), Tokopedia (7 miliar dollar AS), Traveloka (4,5 miliar dollar AS), OVO (2,9 miliar dollar AS), dan Bukalapak (12 miliar dollar AS).

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan pemaparan itu saat menjadi narasumber pada diskusi semipanel bertema Spotlight On Indonesia Unicorns And Digital Economy Advancement: The Big Picture.

    Diskusi tersebut digelar pada hari kedua pelaksanaan World Economic Forum ( WEF) 2020 di Davos, Swiss.

    Fasilitasi tumbuhnya bisnis digital
    Menteri Johnny juga memaparkan upaya pemerintah dalam memfasilitasi dan memacu tumbuhnya bisnis digital, salah satunya melalui Gerakan 1.000 Startup.

    Melalui gerakan itu, pemerintah membekali startup dengan orientasi bisnis baku startup melalui event ignition, workshop, hacksprint, bootcamp, dan incubation.

    Pemerintah juga menggagas Nexticorn guna mempertemukan investor dengan startup melalui konferensi di dalam dan luar negeri.

    Menkominfo pun berharap dan mengupayakan adanya satu decacorn lagi di Indonesia pada 2020 ini.

    “Oleh karena itu, saya sangat mendorong para investor untuk berinvestasi pada startup,” kata Johnny dalam keterangan tertulis.

    Pamerkan dukungan untuk bisnis digital
    Menkominfo juga memamerkan rincian program pemerintah untuk mendukung bisnis digital kepada peserta diskusi WEF yang hadir di Indonesia Pavilion.

    Contoh infrastruktur. Di bidang ini Kemkominfo telah membangun jaringan tulang punggung serat optik nasional Palapa Ring sepanjang 348.416 kilometer (km) dan mengelola enam satelit.

    Disiapkan pula dua satelit baru, dan pendirian 116.982 Base Transceiver Station (BTS) untuk menutup blankspot hingga kuartal ketiga 2019.

    Selain infrastruktur, Kemkominfo juga memamerkan sumber daya manusia (SDM).

    Untuk mendukung pembangunan SDM, Kemkominfo telah menyelenggarakan pengembangan keterampilan pasar digital melalui Gerakan Nasional Siberkreasi.

    Lalu Program Digital Talent Scholarship di tingkat madya yang dikuti puluhan ribu penerima beasiswa.

    "Untuk memenuhi SDM di bidang digital, kami bekerja sama dengan berbagai universitas ternama dan perusahaan digital global untuk menyusun kurikulum pada Digital Talent Scholarship," kata Johnny.

    Ada pula Program Digital Leadership Academy untuk meningkatkan keterampilan digital tingkat advance.

    Dukungan regulasi

    Adapun dukungan di bidang regulasi dilakukan dengan memangkas aturan yang tumpang tindih atau menghambat perkembangan ekonomi digital.

    Pemerintah juga mengesahkan Undag-undang (UU) Perlindungan Data Pribadi dan mendukung penyusunan omnibus law untuk mendorong masuknya investasi.

    Menkominfo pun menyerukan peluang dan kolaborasi baru di Indonesia karena adanya ruang untuk berkembang. Pihaknya juga sangat terbuka akan peluang kemitraan baru.

    “Seperti diungkapkan Presiden Joko Widodo ‘Ide-ide cerdas butuh eksekusi yang cerdas. Ide-ide cerdas itu hanya akan ditinggalkan jika tidak diikuti dengan eksekusi,” kata Johnny.

    Pada WEF Menkominfo bertemu pula dengan beberapa tokoh seperti CEO YouTube Susan Diane Wojcicki, CEO Google Cloud Thomas Kurian, dan Presiden Google Asia Pacific Scott Beaumont.

    Mereka membahas seputar arti penting data dan perlindungannya dalam pertemuan itu. Menkominfo pun menyampaikan pandangan tentang isu kedaulatan dan keamanan data, serta kesiapan Indonesia dalam General Data Protection Regulation (GDPR).

    Selain itu, disampaikan pula seputar data flow with trust, serta penekanan pentingnya protokol, baik bilateral atau multilateral.

    Beberapa isu lain yang mengemuka antara lain kualitas informasi, klasifikasi data, hak sipil dan hukum, toleransi dan multikulturalisme, ekonomi digital, serta rencana pembangunan ibu kota baru yang akan menjadikan Indonesia digital hub of Asia.

    Kemeriahan Indonesia Night
    Sementara itu, rangkaian acara Indonesia Night pada malam hari turut dihadiri Pendiri dan Chairman WEF Davos Klaus Schwab.

    Ia yang hadir dengan istri turut menyampaikan sambutan dan berfoto memakai topi khas Rote dan kain khas Nusa Tenggara Timur bersama para menteri RI yang hadir, salah satunya Menkominfo.

    Bertempat di Hotel Morosani, Indonesia Night menampilkan kekayaan budaya, kuliner, dan kesenian Indonesia.

    Acara ini bertujuan sebagai ajang untuk menjalin networking dengan peserta WEF dari seluruh dunia.

    Usai dibuka Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, acara semakin meriah dengan penampilan gamelan yang mengundang decak kagum penonton karena dimainkan orang-orang asing.

    Berita Terkait

    Kominfo Ajak Karyawan Sumbangkan Gaji untuk Penanganan Corona

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak seluruh karyawannya untuk menyisihkan uang gajinya guna disumbangkan membantu perc Selengkapnya

    Kominfo ajak ratusan pelajar Bali perangi hoaks corona

    Kementerian Komunikasi dan Informatika mengajak ratusan pelajar SMP dan SMA/SMK di Denpasar, Bali, untuk "berperang" melawan berbagai berita Selengkapnya

    Menkominfo Sebut Ada 163 Hoax Seputar Virus Corona

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menuturkan bahwa pihaknya telah menemukan informasi 163 hoax yang berkaitan Selengkapnya

    Perangi Hoaks, Kemenkominfo Galakkan Literasi Medsos

    REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Proses literasi media sosial perlu dilakukan ke seluruh lapisan masyarakat, baik itu pelajar dan mahasiswa maupun Selengkapnya