FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    23 01-2020

    189

    Kominfo Persiapkan Pembangunan Pusat Data Nasional Tahap II

    Kategori Berita Kementerian | mth

    Jakarta, Kominfo – Kementerian Kominfo tengah menyiapkan pembangunan Pusat Data Nasional Tahap II. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Sadjan, saat ini tengah dibuat studi kelayakan penentuan lokasi pusat data tersebut.

    “Seperti yang kita ketahui bersama di dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), domain infrastruktur SPBE terbagi menjadi tiga, yaitu Pusat Data Nasional, Jaringan Intra Pemerintah, dan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah. Dari ketiga hal tersebut hanya Pusat Data Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat,” jelas Sesditjen Sadjan  saat membuka acara Kick-off Meeting Penyusunan Feasibility Study Pembangunan Pusat Data Nasional Tahap Kedua, di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (23/01/2020).

    Kementerian Kominfo, menurut Sesditjen Sadjan diberi mandat Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pitalebar Indonesia, yaitu melakukan moratorium pembangunan fasilitas pusat data dan pusat pemulihan data oleh instansi pemerintah. Dilanjutkan migrasi ke pusat data bersama dengan memperhatikan solusi sistem yang efisien dan ramah lingkungan, seperti komputasi awan (cloud computing).

    “Kementerian Komunikasi dan Informatika diberikan mandat oleh Peraturan Presiden tersebut untuk menyelenggarakan Pusat Data Nasional,” tambahnya.

    Sesditjen Aptika menyatakan pembangunan Pusat Data Nasional dibiayai dari dana pinjaman, dari Prancis untuk fase pertama dan Korea untuk fase kedua.

    “Untuk fase yang kedua ini akan dilakukan oleh Korea, dimana secara teknis akan dilakukan oleh Moon Engineering selaku perusahaan yang ditunjuk oleh Pemerintah Korea untuk melakukan studi kelayakan terhadap lokasi Pusat Data Nasional,” jelasnya.

    Mengenai lokasi yang akan menjadi target assessment untuk pembangunan fase kedua itu, Sesditjen Sadjan menyebut lima wilayah yaitu, Kota Bitung, Kota Malang, Kab/Kota Gorontalo, Provinsi Bali, danKabupaten Penajam Paser Utara (wilayah Ibu Kota Negara). "Untuk selanjutnya dipilih dua lokasi untuk dibangun Pusat Data Nasional," ujarnya.

    Sesditjen Sadjan menyampaikan saat ini teknologi informasi berkembang sangat cepat, bahkan bukan lagi secara linier tapi eksponensial. “Saat ini kita memasuki era konvergensi, berbagai jenis teknologi digunakan di untuk mendukung sebuah layanan. Sebagai contoh, kita mengenal teknologi web servicebig data5Ghyperconverge yang saling mendukung untuk mewujudkan layanan transportasi daring,” paparnya.

    Dijelaskan lebih lanjut oleh Sesditjen, web service untuk pertukaran data, big data untuk melakukan analisis dan personalisasi pelanggan, dan 5G untuk kestabilan akses.

    “Semoga penyusunan dokumen feasibility study untuk pembangunan Pusat Data Nasional fase kedua ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga Pusat Data Nasional bisa dimanfaatkan untuk menunjang pelayanan publik yang lebih baik,” pungkas Sadjan. 

    Sumber: aptika.kominfo.go.id

    Berita Terkait

    Menkominfo Dorong Penyiaran Nasional Lebih Kreatif dan Inspiratif

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampikan selamat atas Peringatan Hari Penyiaran ke-87 Tahun 2020. "Selamat hari hari Selengkapnya

    Menkominfo: Satukan Energi Positif Bangsa untuk Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

    Pemerintah terus berupaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang telah menyebar di berbagai daerah. Menurut Menteri Selengkapnya

    Menkominfo Bicara Arti Penting Jadi Diplomat Digital

    Menteri Kominfo Johnny G. Plate menilai diplomat Indonesia perlu memandang penting peran kegiatan diplomasi era teknologi digital dan revol Selengkapnya

    Untuk Keselamatan, Komifo Dorong Gunakan Perangkat Aman dan Legal

    Perangkat radio komunikasi maritim digunakan untuk keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika mendorong Selengkapnya