FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    22 01-2020

    110

    Menko Polhukam Tegaskan Sosialisasi Omnibus Law Sudah Dilaksanakan Sejak Pelantikan Presiden

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Jakarta, Kominfo – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Moh. Mahfud MD menegaskan jika sosialisasi terhadap Omnibus Law sudah dilakukan sejak pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin. Selain itu, ada juga forum group discussion (FGD) yang dilakukan untuk menyebarkan informasi mengenai Omnibus Law.

    “Tidak minim juga lah (sosialisasi Omnibus Law), kan sejak awal sudah diumumkan pidato Presiden waktu pelantikan itu. Waktu tanggal 20 Oktober sudah berbicara soal Omnibus Law penyederhanaan birokrasi dan sebagainya, sesudah itu rapat,” ujar Menko Polhukam Moh. Mahfud MD saat menjadi pembicara kunci dalam kegiatan “Law and Regulation Outlook 2020, The Future of Doing Business in Indonesia” di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

    “Nah, FGD itu tidak minim juga. Tetapi kalau dirasa masih kurang, sekarang masih bisa dilanjutkan,” sambungnya.

    Menko mengatakan saat ini belum ada pembahasan mengenai Omnibus Law karena akan dilaksanakan setelah reses di DPR. Oleh karena itu, jika ada masukan dari masyarakat maka bisa disampaikan.

    “Nanti kan masih ada DIM (Daftar Inventarisasi Masalah) dari masing-masing fraksi. Nah yang keberatan dengan itu, ya masukkan saja, misalnya saya keberatan ini. Misalkan masyarakat, “Pak kalau pasalnya begini, ini akan bahaya bagi keamanan, cyber security tambah 3 kata, begini begini begini”.Oke. Saya salurkan. Nah yang begitu itu masih bisa dibicarakan, yang penting Omnibus Law-nya itu jalan. Kalau ada pendapat lain, masih ada proses,” kata Menko Polhukam Moh. Mahfud MD.

    Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, Omnibus Law itu diperlukan karena perubahan dunia yang berlangsung dengan cepat. Selama ini, Indonesia sulit merespons perubahan tersebut karena terhalang oleh banyaknya aturan. Jika Omnibus Law rampung maka akan ada perubahan besar sekali dalam pergerakan ekonomi dan pergerakan kebijakan kebijakan Indonesia. Karena di dalamnya berkaitan pula dengan cipta lapangan kerja, perpajakan dan lain-lain.

    Tujuan Omnibus Law menjadikan pejabat birokrat harus sungguh-sungguh menjadi pelayan publik, tidak boleh santai, tidak bisa memeras, apalagi korupsi. Ke depannya, semua serba digital dan pelayanan harus cepat.

    Kemudian, tidak menghilangkan UU yang sudah ada, tetapi hanya menyederhanakan mekanisme yang ada di dalam sebuah UU yang kerap berbenturan dengan UU lain, sehingga menghambat proses masuknya investasi ke dalam negeri. Harapannya seperti investasi di Uni Emirat Arab hanya butuh waktu setengah jam mengurus izin tanpa diminta berbagai persyaratan lain.

    Berita Terkait

    Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, Bentuk Perlindungan Pemerintah terhadap Usaha dan Pekerja Lokal

    Pemerintah segera menyelesaikan draft Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja, untuk selanjutnya akan diserahkan kepa Selengkapnya

    Menteri PANRB: Penyederhanaan Birokrasi akan Dilakukan dalam Tiga Tahap

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengemukakan, dalam roadmap penyederhanaan birokrasi aka Selengkapnya

    Menko Polhukam: Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Sudah Siap

    Menteri Koordinator Bidang Poliitk, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pemerintah telah menyiapkan pengamanan perayaan Natal 2019 dan Selengkapnya

    Menko Polhukam Nilai Tindakan Separatis Adalah Tindakan Biadab

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai bahwa tindakan separatis yang dilakukan kelompok kriminal bersenja Selengkapnya