FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 12-2019

    1997

    Menyingkap Buku soal Humas Pemerintah yang Ditulis Bupati Magetan

    Kategori Sorotan Media | meit001

    Magetan - Kemenkominfo menggelar bazar dan bedah buku karya Bupati Magetan, Suprawoto. Buku tersebut berjudul Government Public Relations.

    "Kita menggelar bedah buku GPR (Government Public Relations) ya. Untuk kehumasan pemerintah memang sangat penting sekali mengingat referensi tentang kehumasan itu kan masih jarang sekali," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti dalam pemaparan kepada Bupati Magetan, Rabu (11/12/2019).

    Alasan digelarnya acara bedah buku dan melibatkan Bupati Magetan, kata Niken, seiring banyaknya pengalaman Suprawoto di bidang kehumasan pemerintah. Menurutnya, Bupati yang akrab disapa Kang Woto itu juga sempat berjasa untuk Kemenkominfo.

    "Kalau Pak Suprawoto menulis buku itu tidak hanya teori, tetapi beliau berdakwah dalam mempraktikkan cukup lama. Karena dulu juga saat beliau ada di Kominfo, kemudian badan informasi publik, juga sebagai bidangnya badan informasi publik. Yang itu adalah beliau betul-betul sebagai rumahnya pemerintah," paparnya.

    Sementara Kang Woto menilai, buku karyanya yang berjudul Government Public Relations merupakan suguhan perkembangan dan praktik di Indonesia. Dalam buku yang berisi 12 bab itu juga diceritakan perkembangan humas dari waktu ke waktu.

    "Pada masa orde baru, kerja humas sangat mudah. Sembari tidur pun bisa. Diibaratkan mereka hanya perlu menjaga saklar listrik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat tergantung dari permintaan humas. Namun, hal itu bertolak belakang dengan kondisi saat ini. Saya mengisi ruang kosong yang orang lain belum tulis," ujarnya.

    Menurutnya, humas pemerintah berbeda jauh dengan humas perusahaan swasta. Humas perusahaan hanya perlu menguasai tentang perusahaannya, yakni public dan stakeholder. Sedangkan humas pemerintah harus menguasai semua lini. Selain public dan stakeholder juga seluruh masyarakat.

    "Selama ini masih jarang ada referensi yang bisa dijadikan rujukan para Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut. Humas perusahaan itu lebih mudah, kalau humas pemerintah ibaratnya harus menguasai orang yang masih berada dalam kandungan sampai meninggal," imbuhnya.

    Kang Woto menambahkan, ide pembuatan buku Government Public Relations ini berawal saat ia diajak Menteri Kominfo Rudiantara menghadap Presiden RI Joko Widodo. Saat itu Presiden Jokowi bingung apa tugas kehumasan selama ini, hingga masyarakat tak mengetahui pembangunan yang sudah dia laksanakan.

    "Saya risau karena orang menganggap tugas humas pemerintah itu sesuatu yang remeh," lanjutnya.

    Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan voucher bagi pengunjung yang memberikan pertanyaan saat berlangsungnya bedah buku. Bazar buku itu telah digelar mulai 3 Desember lalu dan akan ditutup pada Kamis (12/12).

     

    Sumber: detik.com

    Berita Terkait

    Pemerintah Lakukan Transformasi Digital Melalui Empat Pilar

    Untuk memaksimalkan potensi bangsa dalam ekonomi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah membangun infrastruktur digital yang Selengkapnya

    Pemerintah Lakukan Transformasi Digital Melalui Empat Pilar

    Untuk memaksimalkan potensi bangsa dalam ekonomi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah membangun infrastruktur digital yang Selengkapnya

    Menkominfo: Informasi Vaksin Covid akan Disampaikan Akurat

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan, informasi terkait kedatangan vaksin akan disampaikan kepada masyarakat secara Selengkapnya

    Menkominfo: Keterbukaan informasi jadi modal pemerintahan digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan keterbukaan informasi publik menjadi modal untuk mewujudkan pemerintahan digit Selengkapnya

    SOROTAN MEDIA