FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 12-2019

    708

    Menyingkap Buku soal Humas Pemerintah yang Ditulis Bupati Magetan

    Kategori Sorotan Media | meit001

    Magetan - Kemenkominfo menggelar bazar dan bedah buku karya Bupati Magetan, Suprawoto. Buku tersebut berjudul Government Public Relations.

    "Kita menggelar bedah buku GPR (Government Public Relations) ya. Untuk kehumasan pemerintah memang sangat penting sekali mengingat referensi tentang kehumasan itu kan masih jarang sekali," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti dalam pemaparan kepada Bupati Magetan, Rabu (11/12/2019).

    Alasan digelarnya acara bedah buku dan melibatkan Bupati Magetan, kata Niken, seiring banyaknya pengalaman Suprawoto di bidang kehumasan pemerintah. Menurutnya, Bupati yang akrab disapa Kang Woto itu juga sempat berjasa untuk Kemenkominfo.

    "Kalau Pak Suprawoto menulis buku itu tidak hanya teori, tetapi beliau berdakwah dalam mempraktikkan cukup lama. Karena dulu juga saat beliau ada di Kominfo, kemudian badan informasi publik, juga sebagai bidangnya badan informasi publik. Yang itu adalah beliau betul-betul sebagai rumahnya pemerintah," paparnya.

    Sementara Kang Woto menilai, buku karyanya yang berjudul Government Public Relations merupakan suguhan perkembangan dan praktik di Indonesia. Dalam buku yang berisi 12 bab itu juga diceritakan perkembangan humas dari waktu ke waktu.

    "Pada masa orde baru, kerja humas sangat mudah. Sembari tidur pun bisa. Diibaratkan mereka hanya perlu menjaga saklar listrik. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat tergantung dari permintaan humas. Namun, hal itu bertolak belakang dengan kondisi saat ini. Saya mengisi ruang kosong yang orang lain belum tulis," ujarnya.

    Menurutnya, humas pemerintah berbeda jauh dengan humas perusahaan swasta. Humas perusahaan hanya perlu menguasai tentang perusahaannya, yakni public dan stakeholder. Sedangkan humas pemerintah harus menguasai semua lini. Selain public dan stakeholder juga seluruh masyarakat.

    "Selama ini masih jarang ada referensi yang bisa dijadikan rujukan para Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut. Humas perusahaan itu lebih mudah, kalau humas pemerintah ibaratnya harus menguasai orang yang masih berada dalam kandungan sampai meninggal," imbuhnya.

    Kang Woto menambahkan, ide pembuatan buku Government Public Relations ini berawal saat ia diajak Menteri Kominfo Rudiantara menghadap Presiden RI Joko Widodo. Saat itu Presiden Jokowi bingung apa tugas kehumasan selama ini, hingga masyarakat tak mengetahui pembangunan yang sudah dia laksanakan.

    "Saya risau karena orang menganggap tugas humas pemerintah itu sesuatu yang remeh," lanjutnya.

    Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan voucher bagi pengunjung yang memberikan pertanyaan saat berlangsungnya bedah buku. Bazar buku itu telah digelar mulai 3 Desember lalu dan akan ditutup pada Kamis (12/12).

     

    Sumber: detik.com

    Berita Terkait

    Menkominfo: Keterbukaan informasi jadi modal pemerintahan digital

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan keterbukaan informasi publik menjadi modal untuk mewujudkan pemerintahan digit Selengkapnya

    Lestarikan Sejarah, Kemenkominfo akan Digitalisasi Aksara Jawa

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana melakukan digitalisasi aksara Jawa. Tujuanya, agar peninggalan sejarah berup Selengkapnya

    Sistem Pemerintahan Berbasis Digital Siap Beroperasi pada 2023

    Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) bisa beroperasi secara penuh pad Selengkapnya

    Sinergitas Kominfo-LHK Bukti Pemerintah Serius Cegah Karhutla

    Sinergitas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)merupakan orkestrasi komun Selengkapnya