FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    18 11-2019

    794

    Laos Belajar Ke Indonesia Kembangkan Ekonomi Digital

    Kategori Sorotan Media | meit001

    JAKARTA (IndoTelko) - Pemerintah Republik Rakyat Demokratik Laos (Lao PDR) tertarik dengan cara Indonesia mengembangkan ekonomi digital.

    Sebanyak sepuluh delegasi Lao PDR berkunjung ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk bertukar informasi mengenai penguatan dan pengembangan startup digital dan digitalisasi Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia.

    Dipimpin Deputy Director General, Department of SME Promotion (DOSMEP), Ministry of Industry and Commerce, Mr. Sa Siriphong, delegasi Laos diterima Plt. Direktur Ekonomi Digital Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, I Nyoman Adhiarna.

    "Nilai transaksi di bidang e-commerce dan ekonomi digital di wilayah Asia Tenggara akan meningkat 3 kali lipat dalam 5 tahun mendatang. Selain infrastruktur, Kementerian Kominfo juga berusaha meningkatkan jumlah UKM yang berjualan di marketplace," papar Nyoman Adhiarna seperti dikutip dari laman Kominfo belum lama ini.

    Menurut Nyoman data di Indonesia menunjukkan dari 63 juta UKM di Indonesia, baru 7,7% yang berjualan secara online. Kominfo juga mencatat target 8 juta UKM Go Digital pada tahun 2019 sudah terlampaui melalui Gerakan Nasional yang dilakukan lintas kementerian/lembaga bersama pemangku kepentingan lain.

    "Tahun 2017 sudah 4,6 juta, yang online dan tahun 2019 kita sudah melampaui target 8 juta UKM Go Digital," jelasnya.

    Menurutnya, mewujudkan UKM Go Digital membutuhkan koordinasi lintas kementerian/lembaga dan tidak bisa dikerjakan Kominfo.

    "Tantangan lain yang juga dihadapi adalah masih banyaknya UKM yang berjualan di marketplace tetapi hanya menjual produk impor sehingga perlu adanya upaya untuk membuat masyarakat berminat membeli produk-produk lokal. Ini adalah tantangan besar untuk menciptakan platform yang membuat masyarakat membeli barang dari UKM lokal," tegasnya.

    Mengenai pengembangan startup di Indonesia, Kementerian Kominfo dalam 3 tahun terakhir sudah meluncurkan program Gerakan Nasional 1000 Startup.

    Meskipun demikian, Plt. Direktur Nyoman menyadari tidak mudah untuk menciptakan bisnis startup yang sukses. "Ketika berbicara tentang startup, mungkin dari 100 hanya 1 yang sukses," jelasnya.

    Kominfo telah melaksanakan berbagai program untuk membantu para startup agar mampu terus berkembang. "Kami memiliki program yang terdiri atas tahapan workshop, ignition, hackathon, dan bootcamp untuk memfasilitasi startup," katanya.

    Selain mengunjungi Kementerian Kominfo, rombongan ini juga mengunjungi Kementerian Koperasi dan UKM serta IDX Incubator. Delegasi Laos didampingi Kasubag Evaluasi dan Laporan, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM, Ima Rahmania.

    Tujuan study visit dari pemerintah Laos ini  untuk mempelajari program pengembangan UKM di Indonesia sebagai bahan untuk menyusun National SME Service Center di negara. "Program ini merupakan bagian dari ASEAN SME Service Center yang dibangun bekerja sama dengan konsultan asal Jerman Deutsche Gesellschaft fur International Zusanmmenarbeit (GIZ)," tutur Mr. Sa Siriphong.(ak)

     

    Sumber: indotelko

    Berita Terkait

    Penuhi Hak Anak, Kemkominfo: Orang Tua Harus Manfaatkan Teknologi Digital

    Perubahan yang terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda negeri menjadikan tahun ini menjadi masa yang tidak mudah bagi anak-anak dalam proses Selengkapnya

    Kolaborasi Telekomunikasi Meningkatkan Konektivitas dan Perekonomian

    Asosiasi Global System for Mobile Communications (GSMA), Proyek Telekomunikasi Infra (TIP/Telecom Infra Project), Universitas Telkom dan par Selengkapnya

    5 Proposisi Indonesia soal Keamanan Data di Pertemuan G20

    Pemerintah Indonesia menyerukan kedaulatan dan keamanan data dalam pertemuan puncak dari rangkaian pertemuan G20 Digital Economy Ministerial Selengkapnya

    Penuhi Hak Anak, Kemkominfo: Orang Tua Harus Manfaatkan Teknologi Digital

    Perubahan yang terjadi sejak pandemi Covid-19 melanda negeri menjadikan tahun ini menjadi masa yang tidak mudah bagi anak-anak dalam proses Selengkapnya