FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 11-2019

    382

    Menko Polhukam Ajak Masyarakat Bersikap Dewasa Hadapi Kasus Teror

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Bogor, Kominfo – Menanggapi teror bom bunuh diri di Medan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengajak masyarakat untuk bersikap dewasa. Dirinya mengatakan kalau pemerintah sudah mati-matian berusaha mencegah tindakan terorisme.

    “Pemerintah sudah melihat dengan baik, kalau tidak ya lebih banyak lagi (kasus teror). Saya bilang tadi, kuantitasnya berkurang. Dan kepada masyarakat juga jangan terlalu nyinyir kalau pemerintah bertindak lalu dikatakan melanggar HAM, kalau tidak bertindak dibilang kecolongan. Kita sama-sama dewasa menjaga negara ini,” kata Menko Polhukam kepada wartawan di Sentul, Bogor, Rabu (13/11/2019).

    Menko Mahfud menjelaskan bahwa ada 3 tingkatan ancaman radikalisme, yang pertama adalah menganggap orang lain musuh. Kedua, aksi teror seperti pengeboman, dan terakhir adalah adu wacana ideologi. “Ini (di Medan) sudah masuk yang kedua, teror, jihadis namanya kalau dalam bahasa yang populer. Itu harus ditindak,” jelasnya.

    Dijelaskan bahwa ada konferensi internasional tentang radikalisme dan terorisme di Australia lalu, Menko Polhukam telah menyampaikan kalau dilihat dari sudut kuantitatif, jumlah teror di Indonesia menurun. Hal ini karena pencegahan yang dilakukan sudah semakin baik.

    Namun, apabila masih ada satu atau dua kejadian teror, hal tersebut tidak bisa dihindari dan bukan karena kecolongan. Karenanya, Menko Mahfud menyampaikan kalau pelaku teror harus ditindak secara hukum.

    “Tidak (kecolongan), memang kalau teroris itu mau selalu nyolong. Nanti setelah (diisukan) kecolongan lalu dipolitisir lagi, dipelintir, pokoknya ditindak. Oleh karena itu jangan selalu menyudutkan aparat kalau mengambil tindakan, dikontrol saja secara proporsional, kan nanti ada proses hukum di pengadilan yang membuktikan aparat itu salah apa tidak,” kata Menko Mahfud.

    Berita Terkait

    Padat Karya Tunai untuk Jaga Daya Beli Masyarakat Pedesaan di Tengah Pandemi Covid-19

    Pelaksanaan padat karya tunai harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. Selengkapnya

    Penuhi Pasokan Masyarakat, Pemerintah Jaga Produktivitas Industri Mamin

    Industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor manufaktur andalan yang selama ini memberikan kontribusi signfikan bagi per Selengkapnya

    Kemenko PMK Siap Siagakan Desa Hadapi Corona

    Perkembangan penyebaran Covid-19 harus diantisipasi dengan baik, termasuk kemungkinan ditemukannya kasus di desa. Setidaknya 2 hal penting y Selengkapnya

    Presiden Ajak Seluruh Pihak Bersinergi Redam Dampak Ekonomi dari Pandemi Covid-19

    Kepala Negara telah berbicara dengan pihak Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan untuk memperkuat sinergi ke Selengkapnya