FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    13 11-2019

    292

    Presiden: Jalin Komunikasi Harmonis untuk Sinergitas Pembangunan

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Presiden Joko Widodo memberikan pidato saat menghadiri Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mewujudkan sinergi program-program antara pemerintah pusat dengan daerah.

    Bogor, Kominfo - Presiden Joko Widodo meminta Pemerintah Daerah dan jajaran dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya menjalin komunikasi yang harmoni. Hal itu ditujukan sebagai salah satu upaya untuk menyinergikan dan mendukung program pembangunan. 

    “Komunikasi Gubernur dengan Kapolda, Pangdam, Kajati, Kepala Pengadilan Tinggi penting sekali untuk dibangun, ada masalah dibicarakan, hubungan harmonis seperti itu akan memengaruhi tensi di daerah, kalau ada masalah dan ada yang tidak rukun, satu saja akan menjadi masalah besar dalam menangani problem (masalah) di daerah. Bupati/Walikota juga harus menjalin hubungan yang baik dengan Forkopimda,” kata Presiden saat membuka Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

    Perubahan teknologi komunikasi dan informasi yang menyebabkan tatanan sosial berubah, harus serta diantisipasi melalui tindakan preventif. Oleh karenanya Presiden meminta jajarannya untuk berhati-hati dalam menangani persoalan yang terjadi, terutama di pemerintahan daerah.

    “Karena pola interaksi komunikasi berubah, hubungan sosial antar orang sangat mudahnya lewat WA (WhatsApp), SMS, oleh karenanya banyak perubahan-perubahan perilaku manusia karena perubahan interaksi sosial dan berkomunikasi. Saya pesan, hati-hati dalam menangani setiap peristiwa sekecil apapun, jangan menganggap sepele,” ujarnya.

    Tak hanya itu, ia juga menekankan penanganan preventif dalam persoalan hukum yang berpotensi memunculkan konflik dan menghambat pembangunan.

    “Saya titip pada kesempatan yang baik ini, kalau ada persoalan hukum dan sudah kelihatan di awal-awal, preventif dulu, diingatkan dulu, jangan ditunggu peristiwa teradi baru diatasi. Harus kita akhiri seperti ini,” tegas Presiden.

    Oleh karena itu, menurut Presiden dibutuhkan sinergi dan kerjasama dalam memajukan Indonesia dan mengimplementasikan Program Prioritas Pembangunan Nasional untuk persatuan dan kesatuan bangsa.

    “Semua harus mengerti mengenai ini (komunikasi), harus bersinergi bersama-sama, tidak ada lagi yang namanya saling menyalahkan, sekarang kita blak-blakan, tidak ada lagi yang saling menjegal, sekarang kiat saling bekerja sama, mumpung suasana politik kita saat ini sedang bagus. Ini yang harus kita jaga, semua saling komunikasi, terbuka, dan kita menjaga agenda besar bangsa ini yaitu menjaga persatuan nasional, itu wajib,” imbuhnya.

    Berita Terkait

    Presiden: Semangat PON Bukan Hanya Kompetisi, Tetapi Juga Solidaritas Antardaerah

    Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa semangat dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua bukan hanya sebagai ajang kompe Selengkapnya

    Presiden Targetkan Omnibus Law Selesai Sebelum 100 Hari Kerja

    Presiden Joko Widodo saat memimpin lanjutan pembahasan Rapat Terbatas (ratas) mengenai omnibus law meminta agar naskah Rancangan Undang-Unda Selengkapnya

    Presiden Sampaikan Kesiapan Indonesia Mainkan Peran di Bidang Energi

    Presiden Joko Widodo menjadi pembicara kunci (keynote speaker) pada Forum Abu Dhabi Suistainability Week (ADSW) 2020, di Abu Dhabi National Selengkapnya

    Presiden Ajak Evaluasi Total Sistem Pengendalian Banjir dan Bencana Alam

    Usai mengunjungi Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Presiden Joko Widodo langsung mengundang 3 (tiga) Gubernur, yaitu Gubern Selengkapnya