FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    09 11-2019

    134

    Teladani Nabi Muhammad SAW, Wapres: Perubahan Harus Menyentuh Manusianya

    Kategori Berita Pemerintahan | mth
    Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Wapres Ma'ruf Amin (ketiga kiri) dan Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) memanjatkan doa saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 H/2019 M di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019).Pada acara tersebut Guru Besar UIN Walisongo Semarang, Prof Abdul Jamil memberikan uraian hikmah maulid bertema "Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Indonesia Unggul dan Maju". - (antarafoto)

    Jakarta, Kominfo - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menggelar acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. di Istana Negara, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

    Acara peringatan tersebut salah satunya diisi dengan uraian hikmah dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah saw. untuk Indonesia Unggul dan Maju” yang disampaikan oleh Guru Besar UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A. Abdul Djamil dalam tausiahnya menjelaskan bahwa Nabi Muhammad selaku teladan umat mampu memimpin dan menjadikan umat untuk mengubah orientasi kepentingan diri sendiri menjadi kepentingan bersama.

    Teladan yang ditunjukkan Rasulullah tersebut menjadi ikon transformasional yang berkaitan dengan perkembangan peradaban dewasa ini yang menuntut kerja keras, inovasi, dan kreativitas untuk kemajuan dan keunggulan bangsa. “Artikulasi tokoh sentral seperti Nabi Muhammad dapat dipandang sebagai ikon panutan dalam memimpin umat yang percaya diri di tengah-tengah tantangan,” ujarnya.

    Senada dengan hal itu, Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin yang memberikan sambutannya juga menjelaskan bahwa Rasulullah merupakan tokoh perubahan yang luar biasa dan mampu mengubah masyarakat di zamannya menjadi menjadi masyarakat yang memiliki semangat juang yang tinggi. Ma’ruf melanjutkan, perubahan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad tersebut ialah perubahan yang menyentuh manusianya dimana Rasulullah menanamkan perubahan akidah, cara berpikir, dan perilaku masyarakat.

    “Semangat perubahan seperti yang dilakukan Rasulullah itulah yang ingin kita contoh dan teladani dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik. Mengubah Indonesia dari negara yang berpendapatan menengah menjadi negara yang berpendapatan tinggi, mengubah Indonesia menjadi Indonesia Maju,” imbuhnya.

    Indonesia maju, menurut Wapres, ialah bergantung pada sumber daya manusianya. Maka itu, sambung Wapres, pemerintah menjadikan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas dalam lima tahun mendatang. “Mudah-mudahan semangat Rasulullah saw. akan memberikan inspirasi dan merupakan dorongan semangat dalam rangka kita membangun Indonesia ke depan,” tutur Wapres.

    Dalam acara tersebut turut hadir sejumlah jajaran Kabinet Indonesia Maju, sejumlah pimpinan ormas Islam, hingga perwakilan negara sahabat.

    Sumber 

    Berita Terkait

    Berlaku Mulai 2021, Presiden Dukung Keputusan Mendikbud Hapus Ujian Nasional

    Presiden Joko Widodo menyampaikan dukungannya atas keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadhiem Makarim untuk menghapuska Selengkapnya

    Hadapi Tantangan Arus Informasi dan Perubahan, Hukum Harus Siap dan Sigap

    Tantangan arus informasi dan perubahan yang sangat cepat memberikan dampak pada semakin meleknya warga negara akan hak-hak yang dimiliki, te Selengkapnya

    Wapres: ASN harus Melayani

    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memegang prinsip melayani. Pelayanan cepat harus diberikan untuk Selengkapnya

    Resmikan Operasional MRT Jakarta, Presiden: Jaga Kebersihan dan Harus Mau Antre

    Selengkapnya