FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 11-2019

    49

    Presiden Minta Soliditas ASEAN Plus Three Diperkuat

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Bangkok, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa tantangan yang dihadapi kawasan akan semakin besar, rivalitas geopolitik dan geoekonomi semakin meruncing. Selain itu, lanjut Presiden, tantangan keamanan tradisional dan non-tradisional semakin meningkat.

    “Ancaman resesi ekonomi menghantui negara di kawasan. Situasi tersebut diperparah dengan meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian penyelesaian perang dagang,” kata Presiden dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-22 ASEAN Plus Three (APT) atau ASEAN plus Jepang, RRT, dan Korea Selatan, di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (4/11/2019) pagi.

    Untuk menyikapi dinamika tersebut, menurut Presiden, dua hal yang harus dilakukan, yaitu pentingnya memperkuat saling percaya (strategic trust) dan pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana. “Strategic Trust harus dikokohkan, rasa saling percaya harus terus dipupuk, habit of dialogue harus terus dikedepankan,” tutur Presiden.

    Presiden juga mengingatkan jika strategic trust melemah maka kekuatan kawasan akan goyah, dan perdamaian dan kemakmuran kawasan akan menjadi taruhan.

    Sementara itu, solidaritas dalam menghadapi bencana juga sangat penting karena kawasan Asia Timur menghadapi tantangan yang sama, yaitu rentan terhadap bencana alam. Bahkan kerugian akibat bencana di kawasan kita pada tahun 2016 (misalnya) tercatat sebesar 91 miliar dollar AS. “Dalam hal ini, saya tegaskan kembali pentingnya bersinergi memperkuat ketahanan finansial menghadapi bencana, termasuk dengan mengembangkan pembiayaan dan asuransi untuk risiko bencana,” tutur Presiden.

    Oleh karena itu, Presiden menyambut baik inisiatif pembiayaan risiko bencana dan upaya pemulihan cepat pascabencana melalui Fasilitas Asuransi Risiko Bencana Asia Tenggara (SEADRIF) “Saya mengajak semua negara APT untuk berkontribusi dalam mengembangkan dan memperkuat mekanisme ini,” kata Presiden.

    Tumbuh Makin Solid

    Sebelumnya pada awal pidatonya, Presiden menyampaikan, bahwa setelah lebih dari dua dekade, APT telah tumbuh menjadi sebuah mekanisme solid di kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dari mekanisme penguatan cadangan devisa hingga ketahanan pangan dan dari mekanisme respons tanggap darurat bencana hingga deteksi awal krisis ekonomi.

    “Singkat kata, APT adalah jangkar stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan di kawasan,” ucap Presiden.

    Selain dihadiri pemimpin negara-negara ASEAN, KTT APT ini juga dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang.

    Sumber 

    Berita Terkait

    Presiden: Jalin Komunikasi Harmonis untuk Sinergitas Pembangunan

    Presiden Joko Widodo meminta Pemerintah Daerah dan jajaran dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya menjalin komunikasi ya Selengkapnya

    Agar UMKM Naik Kelas, Presiden Minta Setiap Investasi Gandeng Pengusaha Lokal

    Presiden Joko Widodo menilai, program perlindungan, program pemberdayaan UMKM yang tersebar hampir di seluruh kementerian dan lembaga yang a Selengkapnya

    Presiden: Kewajiban Kita Untuk Terus Mengisi Kemerdekaan yang Diperjuangkan Pahlawan

    Presiden Joko Widodo mengatakan, bangsa besar adalah bangsa yang mau menghargai, menghormati jasa-jasa para pahlawan. Kepala Negara menginga Selengkapnya

    Presiden Minta Proses Pengadaan Barang APBN Dilakukan Mulai Januari

    Presiden Joko Widodo mengemukakan, walaupun peran swasta di bidang ekonomi sangat dominan namun peran APBN tetap masih sangat penting. Oleh Selengkapnya