FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    04 11-2019

    266

    Presiden Minta Soliditas ASEAN Plus Three Diperkuat

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Bangkok, Kominfo - Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa tantangan yang dihadapi kawasan akan semakin besar, rivalitas geopolitik dan geoekonomi semakin meruncing. Selain itu, lanjut Presiden, tantangan keamanan tradisional dan non-tradisional semakin meningkat.

    “Ancaman resesi ekonomi menghantui negara di kawasan. Situasi tersebut diperparah dengan meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian penyelesaian perang dagang,” kata Presiden dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-22 ASEAN Plus Three (APT) atau ASEAN plus Jepang, RRT, dan Korea Selatan, di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand, Senin (4/11/2019) pagi.

    Untuk menyikapi dinamika tersebut, menurut Presiden, dua hal yang harus dilakukan, yaitu pentingnya memperkuat saling percaya (strategic trust) dan pentingnya solidaritas dalam menghadapi bencana. “Strategic Trust harus dikokohkan, rasa saling percaya harus terus dipupuk, habit of dialogue harus terus dikedepankan,” tutur Presiden.

    Presiden juga mengingatkan jika strategic trust melemah maka kekuatan kawasan akan goyah, dan perdamaian dan kemakmuran kawasan akan menjadi taruhan.

    Sementara itu, solidaritas dalam menghadapi bencana juga sangat penting karena kawasan Asia Timur menghadapi tantangan yang sama, yaitu rentan terhadap bencana alam. Bahkan kerugian akibat bencana di kawasan kita pada tahun 2016 (misalnya) tercatat sebesar 91 miliar dollar AS. “Dalam hal ini, saya tegaskan kembali pentingnya bersinergi memperkuat ketahanan finansial menghadapi bencana, termasuk dengan mengembangkan pembiayaan dan asuransi untuk risiko bencana,” tutur Presiden.

    Oleh karena itu, Presiden menyambut baik inisiatif pembiayaan risiko bencana dan upaya pemulihan cepat pascabencana melalui Fasilitas Asuransi Risiko Bencana Asia Tenggara (SEADRIF) “Saya mengajak semua negara APT untuk berkontribusi dalam mengembangkan dan memperkuat mekanisme ini,” kata Presiden.

    Tumbuh Makin Solid

    Sebelumnya pada awal pidatonya, Presiden menyampaikan, bahwa setelah lebih dari dua dekade, APT telah tumbuh menjadi sebuah mekanisme solid di kawasan dalam menghadapi berbagai tantangan. Dari mekanisme penguatan cadangan devisa hingga ketahanan pangan dan dari mekanisme respons tanggap darurat bencana hingga deteksi awal krisis ekonomi.

    “Singkat kata, APT adalah jangkar stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan di kawasan,” ucap Presiden.

    Selain dihadiri pemimpin negara-negara ASEAN, KTT APT ini juga dihadiri oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang.

    Sumber 

    Berita Terkait

    Presiden Tiadakan Gelar Griya saat Idulfitri Tahun Ini

    Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo dipastikan tidak akan mengadakan gelar griya (open house) pada Idulfitri 1 Syawal Selengkapnya

    Presiden Tinjau Penyaluran Bansos Tahap Tiga di Johar Baru

    Presiden Joko Widodo meninjau penyaluran paket bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu dan terdampak Covid-19. Peninjauan kali ini dil Selengkapnya

    Presiden: Bangga Gunakan Produk Indonesia

    Masa pandemi seperti sekarang ini tak menghalangi para kreator lokal untuk tetap berkreasi. Selengkapnya

    Soal PSBB, Presiden Minta Masyarakat Disiplin dan Ikuti Protokol Kesehatan

    Waspadai fluktuasi penyebaran Covid-19 dengan cara disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selengkapnya