FAQ  /  Tautan  /  Peta Situs
    27 10-2019

    416

    Wapres: Santri Penjaga NKRI dan Pelopor Kebangkitan Ekonomi

    Kategori Berita Pemerintahan | mth

    Surabaya, Kominfo — Santri diharapkan berada di garda terdepan dalam menjaga keutuhan Indonesia dari ancaman kelompok-kelompok intoleran serta menjadi pelopor bangkitnya ekonomi Indonesia.

    Hal ini disampaikan Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin saat meresmikan Pembukaan Pagelaran Festival Budaya Santri Nusantara 2019 di Surabaya, Minggu  (27/10/2019) malam.

    “Santri tidak boleh berdiam diri melihat ada yang mengancam Indonesia. Tantangan kita saat ini adalah menghadapi kelompok-kelompok yang ingin merusak negara RI. Santri harus di depan untuk mengawal NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang bagi kita, NKRI adalah harga mati,” ujarnya.

    Lebih lanjut Wapres Ma’ruf menjelaskan bahwa visi pemerintah saat ini adalah membawa Indonesia menjadi negara maju. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang cerdas, produktif dan berakhlak mulia.

    Hal ini sejalan dengan upaya yang dilakukan pesantren, sehingga diharapkan agar santri bisa menjadi bagian dari SDM Indonesia yang tangguh.

    “Santri harus tampil jadi bagian dari sumber daya manusia yang tangguh dan unggul. Oleh karena itu selain menguasai agama, para santri harus bisa tampil di berbagai lapangan,” pesannya.

    Selain itu Wapres Ma’ruf juga memaparkan harapannya mengenai munculnya arus baru ekonomi Indonesia. Menurutnya, ekonomi Indonesia saat ini masih didominasi pola lama pembangunan yang bersifat “top-down” Wapres menekankan bahwa sudah saatnya Indonesia menjalankan pola ekonomi yang berbasis dari bawah.

    “Pembangunan harus dilakukan dari bawah supaya ketimpangan dan kesenjangan bisa diperkecil dan dihilangkan,” tegasnya.

    Lebih lanjut Wapres mendorong agar santri dapat mengambil peran dalam mewujudkan kemajuan ekonomi Indonesia seperti visi pemerintah. Santri diharapkan dapat berperan menjadi pelopor dalam upaya menujudkan arus baru ekonomi Indonesia. Untuk itu, santri dituntut untuk dapat tumbuh mandiri dan berjiwa usahawan.

    “Santri harus bisa hidup mandiri dan kuat. Santri kuat, santri mandiri maka negara juga akan kuat,” pungkas Wapres menutup sambutannya.

    Acara Pagelaran Festival Budaya Santri Nusantara yang digelar di halaman Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur ini merupakan puncak peringatan Hari Santri 2019. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah, serta Wamenag Zainut Tauhid. 

    Berita Terkait

    Wapres: Hadapi Kenormalan Baru, Ambil Peluang Ekonomi Syariah

    Dalam masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal, pemerintah terus berupaya mengkaji penerapannya agar tetap aman dari Covid-19. O Selengkapnya

    Hilirisasi Industri Jadi Skenario Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

    Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) tengah menyiapkan skenario pemulihan ekonomi di Selengkapnya

    Presiden Bahas Penanganan Covid-19 Bersama Tokoh Lintas Agama

    Pandemi Covid-19 ini bukan lagi hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga telah berdampak ke sektor lain. Selengkapnya

    Menag: Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Pencegahan Persebaran Covid-19

    Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi hari ini menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keaga Selengkapnya